Sabtu, 24 Oktober 2026
00:43 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada

Ajahn Candasiri

Bagikan:
Ajahn Candasiri
Kehidupan pribadi
Lahir1947 (umur 78–79)
Kehidupan religius
AgamaBuddhisme
OrdoSīladharā
MazhabTheravāda
Garis keturunanTradisi Hutan Ajahn Chah
Penahbisan1983 (43 tahun lalu)
Posisi senior
GuruAjahn Sumedho
Berbasis diWihara Amaravati
Situs webamaravati.org

Templat:Tradisi Hutan Tailan

Bagian dari seri tentang
Buddhisme Theravāda
120px-Buddhism_dham_jak.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Buddhisme
icon PortalBuddhisme

Ajahn Candasiri adalah salah satu biarawati buddhis Theravāda yang turut mendirikan Wihara Chithurst di Sussex Barat, Inggris, sebuah wihara cabang dari silsilah Ajahn Chah. Saat ini ia ditahbiskan sebagai seorang sīladharā dengan sepuluh sila, tingkat tertinggi yang diizinkan bagi perempuan dalam Tradisi Hutan Tailan. Ia adalah salah satu biarawati senior dalam Buddhisme Theravāda di Barat dan berlatih bersama para perempuan yang kelak menjadi bikuni yang ditahbiskan penuh serta kepala wihara.

Lahir pada tahun 1947, Ajahn Candasiri dibesarkan sebagai seorang Kristen di Edinburgh, Skotlandia. Ia bekerja sebagai terapis okupasi di Britania Raya setelah lulus dari universitas. Ia mengenal ajaran Buddha Gautama pada tahun 1977 melalui Ajahn Sumedho, setelah mengeksplorasi beberapa tradisi meditasi. Ia menjadi seorang petapa pada tahun 1979, sebagai seorang petapa awam berjubah putih (anagārikā dengan delapan sila), di Wihara Chithurst.

Ajahn Candasiri adalah satu dari empat perempuan anagārikā yang merintis kehidupan pada masa-masa awal Wihara Chithurst, bersama dengan sekelompok biku. Pada tahun 1979, wihara tersebut tidak lebih dari sebuah rumah yang terbengkalai dan bobrok. Setelah kelompok tersebut mengubahnya menjadi tempat tinggal yang layak, para biarawati pindah ke sebuah rumah kecil di dekatnya dan merenovasinya. Mereka menyebutnya Pondok Āloka dan pada akhirnya mendirikan komunitas penahbisan sīladhārā di sana. Pada tahun 1983, Candasiri menerima penahbisan sīladharā (jubah cokelat dan sepuluh sila). Penahbisan ini terdiri dari set 137 peraturan unik dan versi baru dari pembacaan Pātimokkha yang disusun oleh Ajahn Sumedho agar para biarawati dapat dilatih dalam silsilah Ajahn Chah. Ajahn Candasiri merupakan salah satu biarawati sīladharā perintis yang dilatih oleh para bhikkhu (biku yang ditahbiskan penuh), dalam beberapa bagian dari Suttavibhanga dan sebuah versi dari Patimokkha Vinaya.[1] Beberapa saudari sīladharā menjadi anggota Sangha yang terampil, mampu menjalankan patimokkha, hidup dalam keharmonisan, dan mempertahankan komunitas mereka dengan sumber daya yang sangat terbatas.

Ajahn Candasiri dan para sīladharā lainnya tetap bertahan di Wihara Chithurst meskipun status sīladharā disubordinasikan di bawah para biarawan pria.[2] Meskipun komunitas sīladharā berkembang selama bertahun-tahun, beberapa di antaranya mulai pergi untuk mencari pelatihan Vinaya penuh.[3] Ajahn Candasiri tetap tinggal di komunitas sīladharā yang pada suatu titik menyusut menjadi hanya tiga biarawati. Ia adalah salah satu sīladharā yang diizinkan untuk mengajar dan memimpin retret. Ia menetap di Chithurst hingga tahun 1999 ketika ia pindah ke Wihara Amaravati, tempat ia terus mengajar hingga saat ini.[4]

Ia adalah salah satu biarawati paling senior di Sangha Amaravati. Sejak tahun 2015, ia lebih sering menetap di Skotlandia di Pertapaan Milntuim, Perthshire. Awalnya ia tinggal sendiri dengan didukung oleh umat awam perempuan yang menetap bersamanya. Namun pada tahun 2020, biasanya selalu ada seorang biarawati junior dari Amaravati yang tinggal bersamanya ketika ia berada di sana.

Publikasi

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ "'Going Forth' and Entering the Flow". awakeningtruth.org. Thanasanti. Diakses tanggal 15 Januari 2015.
  2. ↑ "The Five Points" (PDF). Alliance for Bhikkhunis. AFB. Diakses tanggal 15 Januari 2015.
  3. ↑ "Finding a Way Forward" (PDF). sakyadhita. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 4 Maret 2016. Diakses tanggal 15 Januari 2015.
  4. ↑ "Ajahn Candasiri - teachings". forestsangha.org. Diakses tanggal 18 Januari 2016.
40px-Buddhism_Symbol.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail   Topik Buddhisme   40px-Flag_of_Buddhism.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Buddhisme awal
Benua
Populasi signifikan
Aliran arus utama
Sinkretis
Theravāda
Mahāyāna-Vajrayāna
Kitab daring
Buddha saat ini dan keluarga
4 tempat suci utama
Buddha penting sebelumnya
Buddha selanjutnya
Bawahan
Mahāyāna-Vajrayāna
Jenis penganut
4 tingkat kemuliaan
Tempat ibadah
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan