Selasa, 20 Oktober 2026
18:11 WIB
TERKINI
Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari
Stasiun Semarang Tawang

Stasiun Semarang Tawang

stasiun kereta api di Indonesia

Bagikan:
Stasiun Semarang Tawang
Kereta Api Indonesia
BL02KS02KD01JS22BB01

330px-LiveryPapanStasiun_2020.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

250px-PapanNamaStasiun_SMT.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
330px-Stasiun_Tawang_Complex_%282021%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Stasiun dari seberang polder Tawang
Nama lainStasiun Tawang
Lokasi
Koordinat 6°57′52″S 110°25′40″E / 6.96444°S 110.42778°E / -6.96444; 110.42778
Ketinggian+2 m
Operator
Letak
  • km 1+749 lintas Semarang Poncol—Semarang Tawang
  • km 0+000 (semua lintas selain Semarang Poncol—Tawang)[1]
Jumlah peron3
Jumlah jalur8 (jalur 4 dan 5: sepur lurus)
LayananKereta api penumpang
Lokal dan komuter

Kereta api barang
Konstruksi
Jenis strukturAtas tanah
ArsitekL.C.L.W. Sloth-Blaauboer
Gaya arsitekturArsitektur Hindia Baru
Informasi lain
Kode stasiun
KlasifikasiBesar tipe A[2]
Sejarah
Dibuka1 Juni 1914 (1914-06-01)
Nama sebelumnya
  • Station Tawang NIS
  • Station Semarang NIS[a]
  • Stasiun Semarang Tawang Bank Jateng (2023—2025)
Penumpang
20248.247/hari[b](KAI)
Peringkat7
Operasi layanan
Stasiun sebelumnya 20px-KAJJ_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Antarkota Stasiun berikutnya
Ngrombo Lintas Utara Jawa Pekalongan
menuju Pasar Senen atau Gambir
Gundih Lintas Utara Jawa Terminus
Stasiun sebelumnya 20px-KAJJ_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Aglomerasi Stasiun berikutnya
Terminus Kamandaka Semarang Poncol
menuju Purwokerto atau Cilacap
Semarang Poncol
berlawanan arah jarum jam
Joglosemarkerto Brumbung
searah jarum jam
Semarang Poncol
Terminus
Blora Jaya Ngrombo
menuju Cepu
Terminus Banyubiru Alastua
Stasiun sebelumnya 20px-KRL_CL_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Lokal/komuter Stasiun berikutnya
Semarang Poncol
Terminus
Kedung Sepur Alastua
menuju Ngrombo
Fasilitas dan teknis
FasilitasParkir Jalur difabel Tempat naik/turun Pemesanan langsung di loket Layanan pelanggan Mesin tiket Cetak tiket mandiri Ruang/area tunggu VIP Pusat informasi Musala Toilet Wastafel Ruang menyusui Pos kesehatan Tempat bermain anak Galeri ATM Ruang kerja bersama Isi baterai Area merokok Troli Penitipan barang Sistem pengenalan wajah Air minum Restoran Pertokoan/area komersial Terminal barang 
Jenis persinyalan
JenisBangunan
KriteriaKota, Nasional
Ditetapkan
  • 22 Juni 2010
  • 9 April 2018
No. referensiCB.6060.19700101.01650
CB.6060.20180808.00084
Nomor SK
  • PM.57/PW.007/MKP/2010
  • 640/395
Diagram lintasan stasiun
ke Semarang Poncol
arah Cirebon
Jl. Empu Tantular
ke Semarang Pelabuhan
Area Dry Port
Ronggowarsito
Jl. Ronggowarsito
dari/ke Semarang Gudang
±
300 m
328 yd
dari/ke Semarang Gudang
ke Alastua
arah Brumbung
Lokasi pada peta
osm-intl,13,-6.9644444444444,110.42777777778,270x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Stasiun_Semarang_Tawang&revid=30010735&groups=_a34ff8eaf0f87a732cce925ac3e4d349054a53d0&parser=parsoid
Sunting kotak info
Sunting kotak info • L •B
Info templat
Bantuan penggunaan templat ini

Stasiun Semarang Tawang (SMT), juga disebut Stasiun Tawang, adalah stasiun kereta api kelas besar tipe A yang terletak di Kelurahan Tanjung Mas, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang, Jawa Tengah.[4] Stasiun yang berada pada ketinggian +2 meter ini termasuk dalam Daerah Operasi IV Semarang serta merupakan stasiun terbesar di Semarang dan wilayah Jawa Tengah bagian utara dengan jarak 440.12 km arah timur dari Jakarta Gambir. Semua kereta api yang melintasi jalur lintas utara Jawa berhenti di stasiun ini, kecuali KA Jayabaya, KA Kertajaya, dan kereta api barang.

Akibat pesatnya pembangunan dan tata kota yang kurang tepat di pesisir kota Semarang, Stasiun Tawang kerap dilanda banjir yang disebabkan oleh curah hujan tinggi,[5] kenaikan permukaan air laut, serta hilangnya kawasan tangkapan air di sebelah utara stasiun. Hal ini berdampak pada operasional kereta api di jalur lintas utara.[6]

Berdasarkan data jumlah penumpang kereta api antarkota yang dirilis PT Kereta Api Indonesia (KAI) antara Januari hingga Oktober 2024, Stasiun Semarang Tawang tercatat sebagai stasiun kereta api tersibuk ketujuh di Indonesia, dengan total 2.515.450 penumpang, yang mencakup jumlah penumpang naik maupun turun.[b]

Sejarah

250px-COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Hal_met_verkooploketten_in_het_spoorwegstation_Semarang_Tawang_TMnr_10013985.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Aula Stasiun Semarang Tawang saat masih dikelola oleh NIS (ca 1910–1920).

Pada tahun 1911, Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS) mulai menyusun rencana induk sistem perkeretaapian di jalur kereta api Semarang–Surakarta–Yogyakarta yang sebelumnya diresmikan pada tahun 1873. Hal ini terjadi karena Stasiun Samarang NIS yang telah ditutup enam tahun sebelumnya sudah tidak memungkinkan dioperasikan kembali sebagai stasiun pusat NIS apabila Semarang dilanda banjir rob.

Dalam melaksanakan rencana induk tersebut, NIS mulai membangun stasiun kereta api baru di wilayah Tawang yang mulai dibangun pada 29 April 1911.[8] Stasiun ini telah selesai dibangun dan diresmikan pada 1 Juni 1914.[9]

Namun, seiring waktu, Stasiun Semarang Tawang juga mengalami banjir rob. Hal ini terjadi karena Laut Jawa sering mengalami pasang dan bercampur dengan air hujan dan air limbah yang berasal dari beberapa saluran air sehingga ketinggian stasiun turun menjadi 0 m. Sebagai upaya mengatasi masalah ini, maka Pemerintah Kota Semarang membangun polder di depan stasiun pada tahun 1998.[10][11]

Bangunan dan tata letak

250px-COLLECTIE_TROPENMUSEUM_Wachtkamer_van_spoorwegstation_te_Semarang_Tawang_TMnr_10013984.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ruang tunggu VIP stasiun (ca 1910–1920)

Stasiun Semarang Tawang pada awalnya memiliki lima jalur kereta api dengan jalur 4 merupakan sepur lurus. Setelah jalur ganda menuju Stasiun Alastua resmi beroperasi pada 5 Desember 2013[12] dan menuju Stasiun Semarang Poncol pada 7 Februari 2014,[13] jumlah jalur bertambah menjadi delapan dan jalur 5 juga dijadikan sebagai sepur lurus. Jalur 1 dan 2 digunakan sebagai jalur pemberhentian kereta api antarkota untuk menaikturunkan penumpang, jalur 3 digunakan sebagai tempat kedatangan maupun keberangkatan kereta api antarkota yang memulai perjalanan dari stasiun ini dan digunakan untuk parkir rangkaian kereta, jalur 6 digunakan sebagai tempat persilangan maupun penyusulan kereta api, serta jalur 7 dan 8 juga digunakan sebagai tempat parkir rangkaian kereta sekaligus tempat cuci rangkaian kereta. Di ujung timur jalur 6 dan 7—dekat dengan Jalan Ronggowarsito—terdapat tempat bongkar muat peti kemas.

330px-PapanKeretaApi_2020.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

40px-KAJJ_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail BL02KS02KD01JS22BB01 120px-PapanNamaStasiunKomuter_SMT.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Jalur 8 Sepur badug
Jalur 7 Sepur simpan
Jalur 6 Sepur simpan
Jalur 5 Sepur lurus arah Jakarta Kota
Peron pulau
Jalur 4 Sepur lurus arah Surabaya Pasarturi
Jalur 3 Kereta Api Indonesia Keberangkatan kereta api antarkota, aglomerasi, dan lokal
Peron pulau
Jalur 2 Kereta Api Indonesia Pemberhentian dan kedatangan kereta api antarkota, aglomerasi, dan lokal
Jalur 1 Kereta Api Indonesia Pemberhentian dan kedatangan kereta api antarkota, aglomerasi, dan lokal
Peron sisi
Bangunan utama stasiun

Meskipun stasiun ini merupakan stasiun besar, stasiun ini masih menggunakan peron berukuran rendah, sementara peron panjang dan tinggi hanya tersedia di jalur 1 yang digunakan untuk mempermudah naik-turun penumpang dan mengakomodasi penumpang difabel.[14]

Pada tahun 2019, tata letak jalur di stasiun ini mengalami sedikit perombakan dan sistem persinyalan elektrik yang lama telah diganti dengan yang terbaru produksi Len Industri.

Bangunan stasiun yang bergaya Hindia ini diarsiteki oleh Ir. Louis Cornelis Lambertus Willem Sloth-Blaauboer.[15] Stasiun ini tergolong stasiun sisi; memanjang mengikuti sumbu jalur kereta api. Bentuk massa bangunan adalah perpaduan kubus dan balok, dan atapnya berbentuk limas segiempat pada lobi utama serta prisma segitiga pada kedua sisi sampingnya. Atap pada bangunan lobi dimahkotai kubah sehingga memberi kesan megah, tegas, dan kokoh yang menjadi ciri khas arsitektur Hindia. Atap bangunan utama stasiun yang menjadi fokus utama stasiun ini terbuat dari genting, sedangkan kanopi peron stasiun menggunakan atap seng yang ditopang tiang-tiang baja. Tebal dinding stasiun 30 cm dan pada penopangnya mendapatkan penebalan 50 cm untuk memperkukuh konstruksi. Pada pintu dan jendelanya diberi ornamen berupa konstruksi bata rolaag, yang disambungkan dengan hiasan keramik glazur, memberikan kesan artistik bangunan.[16]

Fasilitas

Sejak 6 Juni 2023, Stasiun Semarang Tawang telah memiliki layanan boarding mandiri dengan sistem pengenalan wajah yang memudahkan penumpang saat akan menaiki kereta api.[17][18] Hingga September 2024, layanan tersebut telah tersedia di 19 stasiun di Pulau Sumatra dan Jawa.

Pada tanggal 17 Agustus 2023, bertepatan dengan peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-78, Daerah Operasi IV Semarang meresmikan ruang tunggu VIP bagi penumpang kelas luxury bernama Premiere Lounge.[19]

Ciri khas

250px-Stasiun_Tawang_Complex_%282021%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Stasiun dari seberang polder Tawang (kolam Tawang). Terlihat lokomotif D301 59 dipajang di depan stasiun.

Melodi penyambutan

Stasiun Semarang Tawang memiliki melodi penyambutan kereta api berupa lagu instrumental berjudul "Gambang Semarang" karya Oey Yok Siang dan Sidik Pramono[20] yang dimainkan dalam bentuk genre keroncong. Melodi ini mulai digunakan pada bulan Februari 2022, dan merupakan versi penuh dari melodi penyambutan kereta api di Stasiun Tegal yang terakhir diputar tahun 2018.

Monumen lokomotif

Pada bagian depan bangunan stasiun, tepatnya di sebelah polder terdapat monumen lokomotif D301 59 yang dihiasi lampu berwarna serta air mancur menari di sekelilingnya.[21][22] Pada bagian tengah polder tersebut terdapat patung Ir. Soekarno setinggi 17 m yang dipahat oleh seniman Bali yang tinggal di Bandung, Ketut Winata.[23]

Hak penamaan

Berbeda dengan stasiun kereta api lainnya yang hak penamaannya ditentukan melalui penawaran langsung oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI), hak penamaan untuk Stasiun Semarang Tawang diperoleh melalui perjanjian antara PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan pihak ketiga, yaitu PT Berlian Promosindo, sebuah perusahaan periklanan yang berasal dari Yogyakarta. Bank Jateng, yang merupakan penaja hak penamaan stasiun ini, menunjuk PT Berlian Promosindo untuk menetapkan hak penamaan stasiun ini.

Hak penamaan ini ditetapkan pada 11 April 2023 dan berlaku hingga 16 April 2026. Jenama "Bank Jateng" ditambahkan setelah nama resmi stasiun ("Semarang Tawang Bank Jateng"), baik secara visual pada papan nama (kereta dan stasiun), huruf timbul, aplikasi pemesanan tiket (termasuk Access by KAI), maupun secara audio dalam pengumuman kereta api, serta informasi yang bersifat publik.[24] Per 20 September 2025, hak penamaan dari Jenama "Bank Jateng" telah berakhir dengan nama resmi stasiun ("Semarang Tawang Bank Jateng") menjadi ("Semarang Tawang"), baik secara visual pada aplikasi pemesanan tiket kereta (termasuk Access by KAI), papan nama (kereta dan stasiun), huruf timbul maupun secara audio dalam pengumuman kereta api perlahan menghilang.

Meskipun hanya berupa penambahan nama setelah nama resmi, seorang pemerhati sejarah Kota Semarang mengkritik penetapan hak penamaan untuk stasiun bersejarah. Pemerhati tersebut berpendapat bahwa pengubahan nama karena perjanjian hak penamaan untuk bangunan bersejarah ataupun cagar budaya belum memiliki payung hukum yang jelas sehingga ia menginginkan pemerintah untuk membuat peraturan khusus yang mengatur pengubahan nama objek yang berstatus cagar budaya.[25]

Layanan kereta api

Hampir semua layanan kereta api yang melintas di Kota Semarang berhenti di Stasiun Semarang Tawang, kecuali Kertajaya, Jayabaya, Airlangga, Dharmawangsa Ekspres, Matarmaja, dan layanan kereta api barang selain angkutan logistik Parcel ONS dan angkutan peti kemas.

Berikut ini adalah layanan kereta api yang berhenti di stasiun ini sesuai Gapeka 2025 revisi per 18 Juni 2026.[26]

Penumpang

Antarkota

Lintas utara Jawa
Nama kereta api Kelas Relasi perjalanan Keterangan
Eksekutif
Muria Eksekutif Semarang Tawang Gambir Via Tegal–Cirebon
Anggrek Compartment Suite Gambir Surabaya Pasarturi Via Cirebon–Semarang Tawang
Eksekutif
Sembrani Luxury
Eksekutif
Sembrani Tambahan Priority
Eksekutif
Argo Anjasmoro Eksekutif
Brawijaya Priority Malang Via Semarang Tawang–Solo Jebres
Eksekutif
Pandalungan Priority Jember Via Semarang Tawang–Surabaya Pasarturi

Kelas Priority tidak tersedia pada jadwal pagi.

Eksekutif
Campuran
Tawang Jaya Premium Eksekutif Semarang Tawang Pasar Senen Via Tegal–Cirebon

Perjalanan ke Jakarta pada jadwal siang, sedangkan sebaliknya pada jadwal pagi dan malam.

Ekonomi
Menoreh Eksekutif Via Tegal–Cirebon Prujakan

Perjalanan ke Jakarta pada jadwal pagi dan malam, sedangkan sebaliknya pada jadwal siang.

Ekonomi
Gunungjati Eksekutif Gambir Via Tegal–Cirebon
Ekonomi
Ciremai Eksekutif Bandung Via Cirebon–Cikampek
Ekonomi
Gumarang Eksekutif Pasar Senen Surabaya Pasarturi Via Cirebon–Semarang Tawang
Ekonomi
Harina Eksekutif Bandung Via Cikampek–Semarang Tawang
Ekonomi Premium
Brantas (reguler & tambahan) Eksekutif Pasar Senen Blitar Via Semarang Tawang–Solo Jebres
Ekonomi
Blambangan Ekspres Eksekutif Ketapang Via Semarang Tawang–Surabaya Pasarturi
Ekonomi
Ekonomi
Ambarawa Ekspres Ekonomi Premium Semarang Poncol Surabaya Pasarturi Perjalanan menuju Surabaya pada jadwal siang, sedangkan sebaliknya pada jadwal pagi.
Ekonomi Perjalanan menuju Surabaya pada jadwal pagi, sedangkan sebaliknya pada jadwal siang.
Majapahit Ekonomi Pasar Senen Malang Via Semarang Tawang–Solo Jebres

Aglomerasi

Nama kereta api Kelas Relasi perjalanan Keterangan
JS Joglosemarkerto Eksekutif-Ekonomi Solo Balapan Semarang Tawang Perjalanan berlawanan arah jarum jam mulai dari pagi hari via Semarang Tawang–Tegal–Purwokerto–Yogyakarta hingga Solo Balapan pada sore hari, kemudian berlanjut lagi hingga berakhir di Semarang Tawang pada petang hari.
Solo Balapan Perjalanan searah jarum jam mulai dari pagi hari via Yogyakarta–Purwokerto–Tegal–Semarang Tawang hingga berakhir di Solo Balapan pada sore hari.
Purwokerto Perjalanan searah jarum jam mulai dari petang hari via Tegal hingga berakhir di Solo Balapan pada tengah malam.
Banyubiru Ekspres Semarang Tawang Perjalanan menuju Solo pada jadwal malam, sedangkan sebaliknya pada jadwal petang.
Banyubiru Ekonomi Perjalanan menuju Solo dan Semarang (2 arah) hanya pada jadwal pagi.
KD Kamandaka Eksekutif-Ekonomi Purwokerto Perjalanan menuju Purwokerto pada jadwal siang dan malam, sedangkan sebaliknya pada jadwal pagi.
Cilacap Perjalanan menuju Cilacap pada jadwal pagi, sedangkan sebaliknya pada jadwal siang.

Lokal

Nama kereta api Relasi perjalanan Keterangan
KS Kedung Sepur Semarang Poncol Ngrombo Komuter komersial non KAI Commuter
BL Blora Jaya Cepu Perjalanan ke Cepu pada jadwal malam, sedangkan sebaliknya pada jadwal pagi.

Barang

Nama kereta api Relasi perjalanan Keterangan
Lintas utara Jawa
Angkutan peti kemas Terminal Peti Kemas Semarang Tawang Tanjung Priuk Kegiatan bongkar muat dan langsiran hanya dilakukan di Stasiun Pasoso.
Angkutan logistik ONS Parcel Utara Kampung Bandan Surabaya Pasarturi Via Cirebon Prujakan–Semarang Tawang

Kegiatan bongkar muat dan langsiran hanya dilakukan di Jakarta Gudang

Antarmoda pendukung

Angkutan pendukung yang tersedia di Stasiun Semarang Tawang antara lain:

Jenis Angkutan Umum No. Trayek Trayek Tujuan Akhir
Trans Semarang[27] 40px-TransSemarang_Corridor_2_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Terboyo — Sisemut Terboyo
40px-TransSemarang_Corridor_4_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Mpu Tantular — Cangkiran Cangkiran
Trans Jateng[28] 40px-TransJateng_Corridor_K1_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail TIC Pemuda — Bawen TIC Pemuda

Galeri

  • Peron Stasiun Semarang Tawang, sekitar 1920-1940
    Peron Stasiun Semarang Tawang, sekitar 1920-1940
  • Stasiun Semarang Tawang pada 1910-an
    Stasiun Semarang Tawang pada 1910-an
  • Kereta api Argo Muria ditarik lokomotif CC203 29 (CC 203 98 17) saat menunggu keberangkatan di Stasiun Semarang Tawang, 2006
    Kereta api Argo Muria ditarik lokomotif CC203 29 (CC 203 98 17) saat menunggu keberangkatan di Stasiun Semarang Tawang, 2006
  • Stasiun Semarang Tawang pada malam hari, 2017
    Stasiun Semarang Tawang pada malam hari, 2017
  • Stasiun Semarang Tawang pada saat masih pagi buta
    Stasiun Semarang Tawang pada saat masih pagi buta
  • Tampak depan Stasiun Semarang Tawang, 2018
    Tampak depan Stasiun Semarang Tawang, 2018
  • Tampak depan Stasiun Semarang Tawang dari sisi barat pada sore hari, 2019
    Tampak depan Stasiun Semarang Tawang dari sisi barat pada sore hari, 2019
  • Tampak depan Stasiun Semarang Tawang, 2020
    Tampak depan Stasiun Semarang Tawang, 2020

Lihat pula

Catatan kaki

  1. ↑ Tidak sama dengan Stasiun Samarang yang dibangun sejak 1864-1867
  2. 1 2 Data penumpang harian diperoleh dari menjumlahkan angka penumpang naik dan turun, kemudian dibagi 305.[7]

Referensi

  1. ↑ Grafik Perjalanan Kereta Api pada Jaringan Jalur Kereta Api Nasional di Jawa Tahun 2025 (PDF). Bandung: Kereta Api Indonesia (Persero). 2024-12-30. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2025-01-27 – via Direktorat Jenderal Perkeretaapian.
  2. 1 2 Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 1 Januari 2020.
  3. ↑ Sugiana, A.; Lee, Key-Seo; Lee, Kang-Soo; Hwang, Kyeong-Hwan; Kwak, Won-Kyu (2015). "Study on Interlocking System in Indonesia" (PDF) (46). Korean Society for Railways. {{cite journal}}: Kutipan journal memerlukan |journal=
  4. ↑ "NEW SEMARANG TAWANG STATION | LAB". LAB (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2024-10-07.
  5. ↑ "Stasiun Tawang Semarang Dikepung Banjir". detiknews. 2013-02-23.
  6. ↑ "Stasiun Tawang-Semarang Banjir, Rute KA Dialihkan". VIVA. 23 Februari 2013.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. ↑ Bahfein, Suhaela (2024-11-14). "Pasar Senen Jadi Stasiun KA Terpadat Sepanjang 2024". Kompas.com. Jakarta: KG Media. Diakses tanggal 2024-11-14.
  8. ↑ Kompas., Penerbit Buku ([2008]). Ekspedisi Anjer-Panaroekan : laporan jurnalistik Kompas : 200 tahun Anjer-Panaroekan, jalan untuk perubahan. Jakarta: Penerbit Buku Kompas. ISBN 9797093913. OCLC 298706775.{{cite book}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  9. ↑ 1895-1963., Liem, Thian Joe, (2004). Riwayat Semarang (Edisi Cet. 2). Jakarta: Hasta Wahana. ISBN 9789799695215. OCLC 60326750.{{cite book}}: |last= memiliki nama numerikPemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Tanda baca tambahan (link)
  10. ↑ Lida., Schelwald-van der Kley, (2009). Water, a way of life : sustainable water management in a cultural context. Boca Raton [Fla.]: CRC Press. ISBN 0203872363. OCLC 316028315.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Tanda baca tambahan (link)
  11. ↑ "Bernostalgia dengan Semarang Tempo Dulu di Stasiun dan Polder Tawang | Hello SEMARANG". Hello SEMARANG. 6 Juli 2015. Diarsipkan dari asli tanggal 2018-01-03. Diakses tanggal 3 Januari 2018.
  12. ↑ Budiasto, Bakti Buwono (2013-12-15). "Jalur Rel Ganda Alastuwo-Tawang Sepanjang Delapan Km Dioperasikan". Tribunnews.com. Diakses tanggal 2020-04-11.
  13. ↑ A., Zaenal (2014-02-07). "Jalur Ganda KA Stasiun Poncol-Tawang Dioperasikan". ANTARA News. Diakses tanggal 2020-04-18.
  14. ↑ Syamsuddin, M. (2011-10-26). Aspek Yuridis Pembangunan Peron Tinggi di Stasiun sebagai Sarana Perlindungan Hukum Konsumen (PDF). Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat. 1. Vol. 2. Badan Perlindungan Konsumen Nasional. hlm. 345–352. id. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2020-01-03. Diakses tanggal 2020-01-03.
  15. ↑ "Stasiun Tawang, Stasiun yang Terindah di Hindia Belanda". Balai Pelestarian Cagar Budaya Provinsi Jawa Tengah. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. Diakses tanggal 2020-11-04.
  16. ↑ Santoso, Beni Adi; Fauzy, Bachtiar (2017). "Pengaruh fungsi, bentuk, dan struktur terhadap hierarki ruang pada Stasiun Semarang Tawang di Semarang". Jurnal Riset Arsitektur. 01 (03): 267–285. ISSN 2548-8074.
  17. ↑ Prass, Ary. "Stasiun Semarang Tawang Terapkan Face Recognition untuk Boarding - Krjogja". Kedaulatan Rakyat. Yogyakarta. Diakses tanggal 2024-12-20.{{cite news}}: |website= and |newspaper= ditentukan lebih dari satu kali
  18. ↑ Sri Rahayu, Isna (9 Juni 2023). "Boarding Kereta Api Hanya dengan "Face Recognition", Registrasinya Kurang dari 1 Menit". Kompas.com. Jakarta: KG Media. Diakses tanggal 10 Juli 2023.
  19. ↑ Budi, Taufik (17 Agustus 2023). "Premiere Heritage Lounge Stasiun Semarang Tawang, Nikmati Layanan Eksklusif Tanpa Antre". Semarang: iNews Media Group.
  20. ↑ Dewanto (2010-09-09). Margianto, Heru (ed.). "Kisah "Empat Penari" di Tawang". Kompas.com. Jakarta: KG Media. Diakses tanggal 2021-10-13.
  21. ↑ "Monumen Lokomotif D 301 59 dan Dancing Fountain Percantik Kota Lama Semarang" (Rilis pers). Semarang: PT Kereta Api Indonesia (Persero). Diakses tanggal 2019-03-31.
  22. ↑ nugroho (2019-03-27). "Lokomotif D 301 59 Telah Purna Tugas, Monumen Dibuat di Semarang". Semaranginside.com (dalam bahasa American English). Diarsipkan dari asli tanggal 2019-03-31. Diakses tanggal 2019-03-31.
  23. ↑ Farasonalia, R. (2021-09-30). "Patung Bung Karno Setinggi 18,5 Meter Berdiri Kokoh di Polder Stasiun Semarang Tawang Halaman all". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2023-07-16.
  24. ↑ Takhrodjie, ed. (2023-06-05). "Perubahan Nama Stasiun Tawang Semarang, PT KAI DAOP IV Sebut Ada Perjanjian dengan Perusahaan Periklanan". RMOLJATENG. Diakses tanggal 2024-11-22.
  25. ↑ Husni, M. (2023-6-6). "Budayawan Semarang Kritisi Penamaan Baru Stasiun Tawang Diberi Embel-embel Bank Jateng". Akurat. Diakses tanggal 2024-11-23.{{cite news}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  26. ↑ Grafik Perjalanan Kereta Api pada Jaringan Jalur Kereta Api Nasional di Jawa Tahun 2025 (PDF). Bandung: Kereta Api Indonesia (Persero). 2024-12-30. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2025-01-27 – via Direktorat Jenderal Perkeretaapian.
  27. ↑ "Transportasi - Dinas Koperasi dan UKM Kota Semarang". Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Kota Semarang. Pemerintah Kota Semarang. Diakses tanggal 2018-06-26.
  28. ↑ Purbaya, Angling Adhitya (7 Juli 2017). "Ayo Naik Bus Trans Jateng, 3 Hari Gratis". detikcom. Trans Media. Diakses tanggal 2020-09-07.

Pranala luar

(Indonesia) Situs resmi KAI dan jadwal kereta api

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Semarang Tawang Station.
Stasiun sebelumnya Piktogram dari KA Jarak Jauh Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Terminus Semarang–Vorstenlanden Semarang Gudang
Semarang Poncol
menuju Cirebon
Cirebon–Semarang Terminus
Terminus Semarang–Vorstenlanden
Percabangan menuju Pelabuhan Tanjung Emas
Semarang Tanjung Emas
Terminus
Semarang SJS
menuju Jurnatan
Jurnatan–Rembang
Transfer SJS/NIS
Kemijen
menuju Rembang
Untuk melihat daftar stasiun secara lengkap, dapat mengklik "(Kategori/Daftar)" pada masing-masing daerah atau pranala artikel.
Templat ini meringkas daftar stasiun yang dioperasikan oleh KAI (hanya stasiun utama yang diswakelola oleh perusahaan induk) dan operator KA lainnya (hanya pranala).
Jawa
I - Jakarta
(Kategori)
II - Bandung
(Kategori)
III - Cirebon
(Kategori)
IV - Semarang
(Kategori)
V - Purwokerto
(Kategori)
VI - Yogyakarta
(Kategori)
VII - Madiun
(Kategori)
VIII - Surabaya
(Kategori)
IX - Jember
(Kategori)
Komuter Jabodetabek
Komuter Yogyakarta dan Solo
Kereta Cepat Indonesia-China
120px-Jakarta_Kota_Station.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
120px-Stasiun_Bandung_Utara_2021.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
120px-Cirebon_station.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
120px-Semarang_Tawang_2019.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
120px-Stasiun_Purwokerto_2020.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
120px-Yogyakarta_Tugu_Station.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
120px-Stasiun_Madiun_2020.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
120px-Stasiun_SGU_Baru_2020.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
120px-StasiunJR_2017.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sumatra
I - Sumatera Utara
(Kategori)
II - Sumatera Barat
(Kategori)
III – Palembang
(Kategori)
IV – Tanjungkarang
(Kategori)
Komuter Palembang
KAI Bandara
Sulawesi
BPKA Sulsel
(Daftar)
  • * = Stasiun khusus bandara.
  • ** = Stasiun/daftar stasiun dalam pembangunan.
  • Tebal: Stasiun kelas besar.
  • Reguler: Stasiun kelas I.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan