Jumat, 09 Oktober 2026
08:58 WIB
TERKINI
Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah

Rūpadhātu

Bagikan:
Bagian dari seri tentang
Buddhisme
120px-Dharma_Wheel_%282%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Keyakinan
Tiga corak
Gugusan
Faktor mental
Meditasi
Bakti
Praktik lainnya

Rūpadhātu, Rūpaloka (Pāli dan Sanskerta; Tib: gzugs kyi khams; Jpn: 色界 Shiki-kai) atau Ranah Wujud adalah salah satu dari tiga ranah (Sanskerta: dhātu) atau tiga dunia (Sanskerta: triloka) dalam kosmologi (konsep alam semesta) Buddhisme, di mana jiwa berkelana dari satu tubuh ke tubuh lain dalam rangkaian kelahiran kembali dalam lingkaran Saṁsara. Dua ranah lainnya adalah Kāmadhātu (alam nafsu indrawi), Arūpadhātu (alam tanpa wujud).[1]

Sesuai namanya ranah ini adalah ranah fisik yang utama; seluruh penghuninya memiliki lokasi dan tubuh, akan tetapi tubuh ini terdiri atas kandungan zat halus yang tidak terlihat oleh penghuni Kāmadhātu. Menurut Janavasabha Sutta, ketika seorang brahma (makhluk dari dunia Brahma pada Rūpadhātu) ingin mengunjungi seorang dewa dari Trāyastriṃśa (di ranah Kāmadhātu), ia harus mengubah wujudnya menjadi "wujud kasar" agar dapat tampak pada pandangan mereka. Terdapat 17-22 Rūpadhātu menurut naskah Buddha, akan tetapi kebanyakan menyebutkan 18.[2][3]

Makhluk dari ranah wujud tidak tunduk pada ujung ekstrem kesenangan dan rasa sakit, atau diatur oleh keinginan untuk hal-hal menyenangkan secara indrawi, sebagaimana makhluk dari Kamadhatu yang terikat nafsu dan kesenangan indrawi. Tubuh makhluk ranah wujud tidak memiliki perbedaan jenis kelamin.

Seperti makhluk penghuni Ārūpyadhātu, para penghuni Rūpadhātu memiliki pemikiran sesuai dengan dhyāna (Pāli: jhāna). Dalam kasus ini adalah empat tingkatan terendah dhyāna atau rūpadhyāna. Akan tetapi, meskipun makhluk penghuni Rūpadhātu dapat dibagi ke dalam empat tingkatan umum sesuai empat dhyānas, masing-masing terbagi lagi ke dalam tingkatan lebih jauh, masing-masing tiga tingkatan untuk empat dhyāna dam lima tingkatan untuk dewata Śuddhāvāsa, maka total adalah tujuhbelas tingkatan (tradisi Therawada menghitung menghitung kurang satu di dhyāna tertinggi sehingga hanya 16 tingkatan).

Secara fisik, Rūpadhātu terdiri atas serangkaian alam yang bertumpuk satu diatas yang lain, masing-masing tingkatan berukuran separuh lebih kecil ketika memasuki ranah yang lebih rendah. Dalam hal ini maka dewa dianggap secara fisik berukuran lebih besar di alam yang lebih tinggi. Alam yang lebih tinggi lebih luas daripada alam yang lebih rendah, sebagaimana disebutkan dalam kosmologi Buddha. Tinggi alam-alam ini dihitung dalam satuan yojana, sebuah unit ukuran panjang yang kurang jelas, tetapi biasanya ditafsirkan sekitar 4000 kali tinggi manusia, sekitar 454 mil (731 km) atau 7.32 kilometer.

Referensi

  1. ↑ http://www.berzinarchives.com/web/en/about/glossary/glossary_tibetan.html_80737389.html
  2. ↑ "三界劫". Diarsipkan dari asli tanggal 2012-07-10. Diakses tanggal 2014-01-27.
  3. ↑ "佛教对于彼岸世界的想像及其对中土的影响——王青". Diarsipkan dari asli tanggal 2011-07-25. Diakses tanggal 2014-01-27.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan