Senin, 28 September 2026
11:52 WIB
TERKINI
Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Hukum Sorotan Tajam: Hunian Mewah di Area Asimilasi Lapas Cibinong Jadi Perdebatan Kolom Mahkamah Konstitusi Kubur Ambang Batas Pilpres, Desakan Tak Menghidupkan Kembali Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Hukum Sorotan Tajam: Hunian Mewah di Area Asimilasi Lapas Cibinong Jadi Perdebatan Kolom Mahkamah Konstitusi Kubur Ambang Batas Pilpres, Desakan Tak Menghidupkan Kembali Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan
Arupadhatu

Arupadhatu

Terjemahan dari
330px-Stupa_Borobudur.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Stupa-stupa di tingkat Arūpadhātu Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah
Daftar Istilah Buddhis

Arūpadhātu (Arūpadhātu, bahasa Sansakerta: अरूपधातु, artinya "dunia tanpa bentuk") adalah salah satu dari tiga tingkatan eksistensi dalam kosmologi Buddha dan juga merupakan tingkatan tertinggi dari alam samsara. Tingkatan ini dihuni oleh makhluk-makhluk yang telah mengatasi bentuk fisik dan hanya eksis dalam bentuk kesadaran murni, sebagai hasil dari pencapaian meditatif yang mendalam.

Dalam struktur Candi Borobudur di Indonesia, Arupadhatu direpresentasikan oleh tiga tingkat teratas yang terdiri dari stupa-stupa melingkar, mencerminkan pencapaian pencerahan di mana bentuk dan keinginan telah ditinggalkan sepenuhnya.

Tiga dunia dalam kosmologi Buddhis

Dalam kosmologi Buddhis, dunia keberadaan terbagi menjadi tiga tingkatan:

  1. Kāmadhātu – dunia hasrat dan nafsu (dunia manusia dan makhluk rendah)
  2. Rūpadhātu – dunia bentuk (makhluk-makhluk halus, para dewa)
  3. Arūpadhātu – dunia tanpa bentuk (makhluk yang terbebas dari bentuk materi)

Ciri-ciri Arūpadhātu

  • Tidak memiliki bentuk fisik atau tubuh jasmani.
  • Eksistensi ditentukan oleh kekuatan meditasi tingkat tinggi.
  • Terdiri dari empat tingkatan meditatif (arūpajhāna):
    • Ruang tanpa batas (ākāsānañcāyatana)
    • Kesadaran tanpa batas (viññāṇañcāyatana)
    • Ketiadaan (ākiñcaññāyatana)
    • Bukan persepsi maupun bukan bukan-persepsi (nevasaññānāsaññāyatana)

Arupadhatu dalam Borobudur

Dalam struktur vertikal Candi Borobudur, pembagian kosmologi Buddhis tecermin sebagai berikut:

  • Kamadhatu – bagian dasar candi (dunia hasrat)
  • Rupadhatu – empat tingkat teras persegi di tengah (dunia bentuk)
  • Arupadhatu – tiga teras melingkar di puncak (dunia tanpa bentuk)

Di tingkat Arupadhatu, tidak ada relief atau hiasan dinding seperti di tingkatan sebelumnya. Hal ini melambangkan transendensi dari bentuk dan dunia material, menuju pencerahan total. Stupa-stupa di tingkat ini, termasuk stupa utama di puncak, merupakan simbol kesunyataan dan kebuddhaan yang telah melampaui dualitas duniawi.

Makna spiritual

Arupadhatu merepresentasikan tahapan tertinggi dalam perjalanan spiritual seorang praktisi Buddha Mahayana menuju nirwana. Di tahap ini, individu telah sepenuhnya terbebas dari kelekatan, nafsu, dan bentuk.

Lihat pula

Referensi

  • Snodgrass, Adrian. (1985). *The Symbolism of the Stupa*. Cornell University Southeast Asia Program. ISBN 978-0877277002.
  • Coedès, George. (1968). *The Indianized States of Southeast Asia*. University of Hawaii Press.
  • Fontein, Jan. (1970). *The Sculpture of Indonesia*. Washington: National Gallery of Art.
  • Woodward, F. L. (1921). *The Buddhist Sects and Sectarianism*. Oxford University Press.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan