Selasa, 29 September 2026
18:25 WIB
TERKINI
Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Nasional Saksi Ungkap Penolakan Uang 1 Juta Dolar AS untuk Pansus Haji oleh Dua Tokoh Megapolitan Demo Buruh di DPR Lumpuhkan Gatot Subroto: Simak Jalur Alternatifnya Megapolitan Komunikasi Terputus Jadi Akar Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Regional KPU Batam Musnahkan Ribuan Surat Suara Rusak, Jaga Integritas Pemilu Regional Gagal Menulis Ulang: Konten Berita Tidak Memadai Way Kanan Kepala Toko Alfamart Way Kanan Diduga Gelapkan Rp141 Juta, Dua Pelaku Ditangkap Hiburan Lisa BLACKPINK Ukir Sejarah: Solois Asia Pertama Sabet Best Pop MTV VMAs 2026 Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam Turun Drastis Rp17 Ribu, Cek Daftar Lengkap 29 September 2026 Hiburan TXT Gegerkan Penggemar dengan Mini Album 'PERFECT STORM' dan Tur Dunia Termasuk Jakarta Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang
Paus Aleksander II

Paus Aleksander II

Paus Gereja Katolik dari tahun 1061 hingga 1073

Bagikan:
Head of the Catholic Church from 1061 to 1073Templat:SHORTDESC:Head of the Catholic Church from 1061 to 1073
Untuk Patriark Koptik, lihat Paus Aleksander II dari Aleksandria.
"Anselmus dari Baggio" beralih ke halaman ini. Untuk keponakannya yang menggantikannya sebagai uskup Lucca, lihat Anselmus dari Lucca.

Aleksander II
Uskup Roma
250px-Papaalessandroii-cena.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Penggambaran Aleksander II (tengah) pada zaman Abad Pertengahan bersama para kardinal
GerejaGereja Katolik
Pemilihan30 September 1061
Awal masa kepausan
1 Oktober 1061
Akhir masa kepausan
21 April 1073
PendahuluNikolaus II
PenerusGregorius VII
Jabatan lainUskup Lucca
Informasi pribadi
Nama lahirAnselmo da Baggio
Lahir1010/1015
Milan, Kekaisaran Romawi Suci
Meninggal21 April 1073
Roma, Negara Kepausan

Paus Aleksander II (1010/1015 – 21 April 1073), lahir Anselmus dari Baggio,[1] adalah kepala Gereja Katolik Roma dan penguasa Negara Kepausan dari tahun 1061 hingga kematiannya pada tahun 1073. Lahir di Milan, Anselmus sangat terlibat dalam gerakan reformasi Pataria. Terpilih sesuai dengan ketentuan bulla pendahulunya, In nomine Domini, Pemilihan Anselm adalah pemilihan kardinal pertama tanpa partisipasi rakyat dan pendeta kecil Roma. Ia juga mengesahkan Penaklukan Norman atas Inggris pada tahun 1066.

Kehidupan awal dan pendidikan

Anselmus dilahirkan sekitar tahun 1010 di Baggio, dekat Milan, Italia dari keluarga bangsawan lokal. Ia mendapatkan pendidikan yang mendalam dalam teologi dan hukum kanonik, yang membentuk dasar pemikirannya sebagai seorang reformator gereja. Anselmus dikenal karena kesalehannya, semangat pembaharuannya, serta dedikasinya kepada ajaran Kristus dan Gereja.

Karier awal

Sebelum menjadi paus, Anselmus menjabat sebagai Uskup Lucca. Ia dikenal sebagai Anselmus dari Baggio atau Anselmus dari Lucca di kalangan orang-orang sezamannya, merujuk pada kota kelahiran dan kota tempat ia bekerja. Dalam perannya sebagai uskup, ia mendukung reformasi yang dipelopori oleh biarawan Benediktin Cluny. Anselmus dikenal karena keberaniannya melawan praktik simoni (jual beli jabatan gerejawi) yang meluas di wilayah Italia Utara. Ia juga memainkan peran penting dalam upaya memperkuat moralitas di kalangan rohaniwan dan umat.

Pemilihan sebagai paus

Pada tahun 1061, setelah wafatnya Paus Nikolas II, Anselmus terpilih sebagai paus dan mengambil nama kepausan Aleksander II. Pemilihannya berlangsung di tengah persaingan antara kelompok reformis Gereja dan kaum sekuler yang dipimpin oleh Kekaisaran Romawi Suci. Pemilihannya dilakukan melalui ketentuan baru, yakni tanpa penobatan sekuler (lay investiture), sebuah kesalahan yang tidak luput dari perhatian kekaisaran. Meskipun mendapat dukungan dari kubu reformis, pemilihannya menghadapi tentangan dari Kaisar Heinrich IV, yang mengangkat seorang antipaus, Honorius II.[2]

Masa kepausan

Kepemimpinan dan reformasi

Selama empat tahun, Aleksander II bersaing dengan antipaus Honorius II. Ia mendapat dukungan dari Anno, Uskup Agung Koln, yang telah menggantikan Agnes sebagai wali Heinrich IV. Pada akhirnya, Aleksander II berhasil menegakkan dirinya sebagai pemimpin Gereja Katholik dalam 8 tahun berikutnya melalui serangkaian reformasi tanpa konflik serius dengan kekaisaran. Namun, hal ini juga menunjukkan posisi kaum reformis masih rapuh dibandingkan dengan otoritas kekaisaran.[2] Sebagai paus, Aleksander II menegaskan kembali pentingnya moralitas dan kesucian dalam pelayanan rohani. Ia melanjutkan reformasi yang dimulai oleh pendahulunya, termasuk:

  1. Melawan simoni: Aleksander II dengan tegas melarang praktik jual beli jabatan gerejawi, yang dianggap mencemari kesucian Gereja. Ia mengadakan sinode-sinode untuk menghukum mereka yang terbukti terlibat dalam simoni.
  2. Penegakan selibat imam: Paus Aleksander II memperkuat disiplin selibat di antara rohaniwan, dengan maksud menjaga kemurnian hidup mereka.
  3. Reformasi liturgi: Ia mempromosikan pembaruan dalam liturgi dan devosi, yang bertujuan untuk memurnikan praktik ibadah dan mendekatkan umat kepada Allah.

Hubungan dengan negara

Masa kepausan Aleksander II berlangsung di tengah konflik antara Gereja dan kekaisaran. Ia mendukung reformasi yang bertujuan untuk memisahkan otoritas sekuler dari urusan gerejawi. Aleksander II juga memberikan dukungannya kepada gerakan reformasi di Inggris, yang dimotori oleh Santo Lanfrancus, Uskup Agung Canterbury.

Selain itu, Aleksander II mendukung Reconquista di Spanyol yang dipimpin oleh Raja Ferdinand I dari León dan Kastilia. Ia memberikan dispensasi dan indulgensi bagi mereka yang berpartisipasi dalam perjuangan melawan kaum Muslim di wilayah Iberia.

Aleksander II juga mendukung Roger dari Sisilia dalam perang melawan kaum Muslim. Ia juga memberikan dukungan pada Erlembard dari Milan dan William dari Montreuil yang menghadapi pemberontakan terhadap kekuasaan kepausan. Dalam beberapa sumber, terutama yang merujuk William dari Poitiers, asisten William Sang Penakluk disebutkan bahwa Aleksander II turut mendukung Penaklukan Inggris oleh William sebagai penguasa Britania yang baru. Namun, bukti pendukung ini dibantah sejarawan Catherine Morton yang menelusuri sumber-sumber dari abad ke-11 dan ke-12 M. Morton tak menemukan ada catatan lain selain dari William dari Poitiers tentang dukungan Alexander II pada penaklukan Inggris. Surat dari Paus Gregorius VII pada 24 April 1080 kepada William Sang Penakluk juga bukan merupakan bukti yang kuat bahwa Aleksander II pernah mendukung upaya kudeta penguasa Britania.[3]

Kematian

Aleksander II wafat pada tanggal 21 April 1073 di Roma. Ia dimakamkan di Basilika Santo Petrus. Meskipun tidak secara resmi dikanonisasi, ia dikenang sebagai seorang pemimpin Gereja yang saleh dan berkomitmen terhadap pembaruan moral dan spiritual.

Warisan

Kepemimpinan Paus Aleksander II dianggap sebagai masa transisi penting menuju reformasi besar yang kemudian dipimpin oleh Paus Gregorius VII. Semangat pembaharuannya terus memengaruhi Gereja Katolik sepanjang abad-abad berikutnya. Aleksander II dikenang sebagai pemimpin yang dengan setia mengemban tugasnya sebagai gembala umat, menegakkan kebenaran, dan melayani Kristus dengan sepenuh hati.

Didahului oleh:
Nikolaus II
Paus
1061 – 1073
Diteruskan oleh:
Gregorius VII

Catatan

Catatan kaki

  1. ↑ Para cendekiawan modern terkadang menyebut Uskup Anselmus sebagai Anselmus yang Tua atau Anselmus I untuk membedakannya dari keponakannya Santo Anselmus yang menggantikan jabatannya sebagai Uskup Lucca.
  2. 1 2 O'Malley 2010, hlm. 96.
  3. ↑ Morton, Catherine (1975). "Pope Alexander II and the Norman Conquest". Latomus. 34 (2): 362–382. ISSN 0023-8856.

Daftar pustaka

Abad ke-1
s.d. ke-4
Abad ke-5
s.d. ke-8
Abad ke-9
s.d. ke-12
Abad ke-13
s.d. ke-16
Abad ke-17
s.d. ke-20
Abad ke-21
Sejarah
Zaman Klasik dan
Abad Pertengahan Awal
Abad Pertengahan
Puncak dan Akhir
Zaman Modern
Awal dan Puncak
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan