Senin, 28 September 2026
14:36 WIB
TERKINI
Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Hukum Sorotan Tajam: Hunian Mewah di Area Asimilasi Lapas Cibinong Jadi Perdebatan Kolom Mahkamah Konstitusi Kubur Ambang Batas Pilpres, Desakan Tak Menghidupkan Kembali Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Hukum Sorotan Tajam: Hunian Mewah di Area Asimilasi Lapas Cibinong Jadi Perdebatan Kolom Mahkamah Konstitusi Kubur Ambang Batas Pilpres, Desakan Tak Menghidupkan Kembali Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan
Paus Leo I

Paus Leo I

Paus Gereja Katolik dari tahun 440 hingga 461

Head of the Catholic Church from 440 to 461Templat:SHORTDESC:Head of the Catholic Church from 440 to 461
"Leo yang Agung" beralih ke halaman ini. Untuk kaisar, lihat Leo I (kaisar).

Leo I
Uskup Roma
Pope_St._Leo_I_the_Great.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Leo seperti yang digambarkan dalam Menologion Basil II , ca 985
GerejaKristen Kalsedon
Awal masa kepausan
29 September 440
Akhir masa kepausan
10 November 461
PendahuluSistus III
PenerusHilarius
Informasi pribadi
Lahirca 391
Toscana, Italia, Kekaisaran Romawi Barat
Meninggal10 November 461 (umur 69–70 tahun)
Roma, Italia, Kekaisaran Romawi Barat
Orang tuaQuintianus atau Quintilianus
Orang kudus
Hari peringatan
  • 10 November
  • 11 April (kalender sebelum tahun 1969)
  • 18 Februari - Perayaan tambahan dalam (Ortodoks Timur), (Ortodoks Barat) dan (Ortodoks Yunani Sejati)
Venerasi
Gelar orang kudus
Paus dan Doktor
Atribut
Kiprah di bidang teologi
EraPasca-Nicea
BahasaLatin
Tradisi atau gerakanKalsedonisme
Minat utamaKristologi
Gagasan terkenalDefinisi Kalsedonia
Paus lainnya yang bernama Leo

Paus Leo I (Italia: Leone I) (ca 391 – 10 November 461), juga dikenal sebagai Leo yang Agung (Latin: Leo Magnus; Italia: Leone Magno),[1] adalah Uskup Roma[2] dari tanggal 29 September 440 hingga kematiannya pada tanggal 10 November 461. Dia adalah Paus pertama dari tiga Paus yang tercantum dalam Annuario Pontificio dengan gelar "Yang Agung",[3] bersama Paus Gregorius I dan Nikolaus I.

Leo adalah seorang aristokrat Romawi. Ia mungkin paling dikenal karena bertemu dengan Attila sang Hun pada tahun 452 dan membujuknya untuk membatalkan invasinya ke Italia, meskipun seberapa besar peran otoritas pribadinya masih diperdebatkan, dan sebagian orang berpendapat bahwa Attila sudah siap untuk mengakhiri kampanyenya.[butuh rujukan] Ia juga seorang Pujangga Gereja, yang paling dikenal secara teologis karena menerbitkan Kitab Leo, sebuah dokumen yang menjadi landasan utama perdebatan Konsili Chalcedon, konsili ekumenis keempat. Pertemuan itu terutama membahas Kristologi dan menjelaskan definisi keberadaan Kristus sebagai persatuan hipostatik dari dua kodrat, ilahi dan manusiawi, yang bersatu dalam satu pribadi, "tanpa kebingungan maupun perpecahan". Hal ini diikuti oleh perpecahan besar (peragama) yang terkait dengan Monofisitisme, Miafisitisme, dan Diofisitisme.[4] Ia juga memberikan kontribusi signifikan dalam mengembangkan gagasan tentang otoritas kepausan.

Kehidupan Awal dan Pelayanan Awal

Paus Leo I dilahirkan di Toskana, Italia, sekitar tahun 400. Tidak banyak yang diketahui mengenai masa mudanya, tetapi ia dikenal memiliki pendidikan yang mendalam dalam bidang teologi dan filsafat. Sebelum menjadi paus, ia melayani sebagai diakon di bawah Paus Selestinus I dan Paus Sistus III. Jabatan tersebut memberinya pengalaman dalam mengelola administrasi gereja dan menangani tantangan teologis yang kompleks.

Leo juga dikenal sebagai seorang mediator ulung, sebagaimana terlihat ketika ia diutus oleh Kaisar Valentinianus III untuk menyelesaikan konflik antara dua jenderal Romawi, Aetius dan Albinus.

Kepemimpinan sebagai Paus

Pembelaan Iman

Masa kepausan Leo I terjadi pada saat gereja menghadapi banyak tantangan teologis, termasuk ajaran sesat seperti Nestorianisme, Eutikhianisme, dan Monofisitisme. Leo dengan tegas membela iman ortodoks yang diajarkan oleh para rasul.

Salah satu pencapaiannya yang terbesar adalah penulisan Tome of Leo, sebuah dokumen penting yang menjelaskan secara rinci doktrin tentang sifat ganda Kristus—sepenuhnya Allah dan sepenuhnya manusia. Tome ini menjadi dasar utama dalam Konsili Kalsedon (451), yang menetapkan definisi dogma Kristologi yang diterima secara universal.

Konsili Kalsedon (451)

Sebagai pemimpin spiritual, Leo tidak hadir secara langsung di Konsili Kalsedon, tetapi pandangan teologisnya, sebagaimana dituangkan dalam Tome, memainkan peran utama dalam perdebatan. Para uskup yang hadir di konsili mengakui ajaran Leo sebagai "suara Petrus yang berbicara."

Perlindungan Roma

Selain masalah teologis, Leo juga menghadapi ancaman fisik terhadap kota Roma. Pada tahun 452, ketika Attila sang Hun mengancam Roma, Leo secara pribadi menemui Attila di sungai Mincius (dekat Mantova) untuk memohon belas kasihan. Menurut tradisi, pertemuan ini berhasil karena Attila, terinspirasi oleh wibawa Leo, memilih untuk mundur tanpa menyerang.

Beberapa tahun kemudian, pada tahun 455, ketika suku Vandal di bawah Genserik menyerbu Roma, Leo sekali lagi bertindak sebagai pelindung kota. Meskipun tidak dapat mencegah penjarahan, ia berhasil meyakinkan Genserik untuk tidak membakar kota atau membunuh penduduknya.

Karya Teologi dan Tulisan

Paus Leo meninggalkan sejumlah khotbah dan surat yang berisi ajaran mendalam tentang berbagai aspek iman Kristen. Khotbah-khotbahnya menekankan pentingnya kasih karunia, sakramen, dan peran Gereja sebagai tubuh Kristus.

Ia juga dikenal karena memperkuat otoritas Takhta Suci Roma, menegaskan bahwa paus adalah penerus langsung Rasul Petrus, yang diberi wewenang oleh Kristus untuk menggembalakan kawanan domba-Nya.

Kematian dan Kanonisasi

Paus Leo I wafat pada tanggal 10 November 461 dan dimakamkan di Basilika Santo Petrus di Roma. Gereja Katolik menghormatinya sebagai seorang santo, dan harinya dirayakan setiap tanggal 10 November.

Sebagai pengakuan atas kontribusinya yang luar biasa, Paus Benediktus XIV pada abad ke-18 memberinya gelar Doktor Gereja. Ia juga dianggap sebagai pelindung para teolog dan pemimpin gereja.

Warisan dan Pengaruh

Warisan Paus Leo I tetap abadi dalam sejarah Gereja. Ia dikenang sebagai pembela iman yang gigih, penjaga umat yang berani, dan gembala yang bijaksana. Gelar "Agung" yang melekat pada namanya mencerminkan pengakuan Gereja atas perannya yang luar biasa dalam membentuk doktrin dan tradisi kekristenan.

Paus Leo I meninggalkan jejak yang tak terhapuskan sebagai pemimpin yang memadukan hikmat teologis dengan keberanian pastoral, membimbing Gereja melewati masa yang penuh tantangan dengan tangan yang kuat dan hati yang penuh kasih.

Referensi

  1. ↑ Neil 2009, hlm. 50.
  2. ↑ "Martyrologium Romanum - November". www.liturgialatina.org. Diakses tanggal 2021-04-10.
  3. ↑ Annuario Pontificio. Holy See.
  4. ↑ Davis, SJ, Leo Donald (1990). The First Seven Ecumenical Councils (325–787): Their History and Theology (Theology and Life Series 21). Collegeville, MN: Michael Glazier/Liturgical Press. hlm. 342. ISBN 978-0-8146-5616-7.
  1. Neil 2009, p. 50.
  2. "Martyrologium Romanum - November". www.liturgialatina.org. Retrieved 2021-04-10.
  3. Annuario Pontificio. Holy See.
  4. Davis, SJ, Leo Donald (1990). The First Seven Ecumenical Councils (325–787): Their History and Theology (Theology and Life Series 21). Collegeville, MN: Michael Glazier/Liturgical Press. pp. 342. ISBN 978-0-8146-5616-7.
  5. Butler, Alban. "St. Leo the Great, Pope", Butler's Lives of the Saints, vol. IV, 1866
  6. Kirsch, Johann Peter (1910). "Pope St. Leo I (the Great)" . In Herbermann, Charles (ed.). Catholic Encyclopedia. Vol. 9. New York: Robert Appleton Company.
  7. Cohen 2020, p. 156.
  8. Cohen 2020, p. 139.
  9. Cohen 2020, p. 152.
  10. Cohen 2020, p. 153.

Pranala luar

Didahului oleh:
Sistus III
Paus
440 – 461
Diteruskan oleh:
Hilarius
Abad ke-1
s.d. ke-4
Abad ke-5
s.d. ke-8
Abad ke-9
s.d. ke-12
Abad ke-13
s.d. ke-16
Abad ke-17
s.d. ke-20
Abad ke-21
Sejarah
Zaman Klasik dan
Abad Pertengahan Awal
Abad Pertengahan
Puncak dan Akhir
Zaman Modern
Awal dan Puncak
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan