Minggu, 20 September 2026
17:06 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Yohanes dari Damaskus

Yohanes dari Damaskus

Santo Yohanes dari Damaskus
250px-John_Damascus_%28arabic_icon%29.gif?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
John Damascene (ikon arabia)
Pujangga Gereja
Lahirc. 676
Damaskus
Meninggal4 Desember 749
Mar Saba, Yerusalem
Dihormati diGereja Katolik Roma, Gereja Ortodoks Timur, Gereja Lutheran, Gereja Katolik Timur
Pesta4 Desember
27 Maret (Kalender Romawi Umum, 1890-1969)

Santo Yohanes dari Damaskus (Bahasa Arab: يوحنا الدمشقي Yuḥannā Al Dimasyqi; Bahasa Yunani: Ιωάννης Δαμασκήνος/Iôannês Damaskênos; Bahasa Latin: Iohannes Damascenus atau Johannes Damascenus juga dikenal sebagai John Damascene, Χρυσορρόας/Chrysorrhoas, "mengalir dengan emas"—yaitu, "Sang Pembicara yang Keemasan") (c. 676 – 4 Desember 4 749) adalah seorang biarawan dan imam Gereja Orthodox yang berasal dari Syria. Ia lahir dan dibesarkan di kota Damaskus dan meninggal (kemungkinan terbesarnya) di biaranya Mar Saba, sebelah tenggara kota Yerusalem.

Ia adalah seorang yang memiliki pengetahuan mendalam dalam banyak bidang. Bidang-bidang yang ia memiliki ketertarikan dan pernah memberikan kontribusi antara lain bidang hukum, teologi, filosofi dan musik. Ia adalah kepala administrasi penguasa Damaskus, menulis karya-karya yang menguraikan secara terperinci iman Kristiani, dan menggubah himne-himne yang masih digunakan secara umum di biara-biara Kristen Timur di seluruh dunia. Ia adalah seorang Pujangga Gereja, sering kali dirujuk sebagai Doktor Pengangkatan Tubuh dan Jiwa atas dasar tulisan-tulisannya mengenai Maria Diangkat ke Surga.[1]

Keluarga

Yohanes lahir dari keluarga terkemuka di Damaskus pada 675 atau 676. [2] Ayahnya adalah Sarjun ibn Mansur, pejabat pada masa Kekhalifahan Umayyah dan kakeknya, Mansur ibn Sarjun adalah pejabat Bizantium di urusan perpajakan di bawah pemerintahan Kaisar Heraklius dan Maurikius. [3]

Terkait latar belakang kakeknya, penulis biografi Daniel Sahas menduga bahwa Mansur adalah keturunan suku Kristen Arab Kalb atau Taghlib. Hal ini didasarkan pada nama yang dimilikinya, yang umum dipakai kalangan umat Kristen Suriah berdarah Arab. Meski pada buku yang sama, Sahas mengungkapkan kemungkinan bahwa nama tersebut bisa jadi dipakai orang Suriah penutur bahasa Semit yang bukan beretnis Arab. [4] Mendukung kemungkinan Sahas, penulis lainnya, Raymond le Coz meyakini bahwa nama tersebut digunakan oleh orang Suriah. [5]

Sementara itu, Ayah dari Yohanes, Sarjun memilih mengabdi kepada khalifah di Dinasti Umayyah. Yohanes disebut pernah bekerja sebagai pejabat senior keuangan di bawah pemerintahan Abd al-Malik sebelum meninggalkan Damaskus pada sekitar tahun 705 untuk pergi ke Yerusalem dan menjadi biarawan. Hanya saja, klaim ini diperdebatkan karena tidak ada bukti arsip Bani Umayyah yang mendukungnya, berbeda dari Ayah dan kakeknya. Tulisan yang lahir dari tangannya pun tidak menyinggung sekalipun soal kehidupan di istana Umayyah.

Daftar karya

lossy-page1-250px-Ioannis_Damasceni_Opera.tif.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ioannis Damasceni Opera, 1603

Karya awal

  • Tiga "Risalah Apologetik menentang mereka yang mencela Gambar-gambar Suci"; Risalah-risalah ini adalah beberapa di antara penjelasan-penjelasan terperinci awalnya sebagai tanggapan atas maklumat Kaisar Byzantium Leo III yang melarang penyembahan atau pemajangan gambar-gambar suci.[6]

Ajaran dan Karya Dogmatis

  • "Sumber Air Pengetahuan" or "Sumber Air Kebijaksanaan", dibagi menjadi tiga bagian:
    1. "Bab-bab Filosofis" (Kephalaia philosophika) – Umumnya dinamai 'Dialectic', sebagian besar membahas masalah logika, tujuan utamanya adalah untuk menyiapkan para pembaca supaya bisa mengerti lebih baik lagi dari isi buku ini.
    2. "Mengenai Penyimpangan Terhadap Ajaran Gereja" (peri haireseon) – Bab terakhir bagian ini (Bab 101) membahas Penyimpangan Kaum Ishmael dari Ajaran Gereja. Berbeda dengan bab-bab sebelumnya yang membahas mengenai penyimpangan terhadap ajaran gereja yang biasanya hanya beberapa baris panjangnya, bab ini memakan tempat beberapa halaman dalam karya tulisnya ini. Dokumen ini menjadi salah satu karya tulis polemik Kristiani pertama menentang Islam, dan yang pertama ditulis oleh seorang yang beragama Ortodoks Yunani/Melkite. Dialah yang mengatakan bahwa Islam mengajarkan anti Kristus, dan merepresentasikan sang Nabi dalam Islam itu sebagai "Nabi palsu" kepada bangsa Barat. Dengan tulisan bantahan dari Kristiani Ortodoks itulah, itulah yang memengaruhi pandangan kalangan Gereja Kristen Barat terhadap Islam.[7][8]
    3. "Sebuah Penjelasan Terperinci yang Tepat mengenai Iman Ortodoks" (Ekdosis akribes tes orthodoxou pisteos) – Bagian ketiga buku ini dikenal sebagai bagian yang paling penting dari John de Damascene, dan merupakan sebuah peninggalan Kristiani yang sangat berharga.
  • "Paralel-paralel suci"

Referensi

  1. Christopher Rengers The 33 Doctors Of The Church Tan Books & Publishers, 200, ISBN 0-89555-440-2
  2. Bowersock, Glen Warren (1999). Late Antiquity: A Guide to the Postclassical World (dalam bahasa Inggris). Harvard University Press. ISBN 978-0-674-51173-6.
  3. Brown, Peter (2003-01-08). The Rise of Western Christendom: Triumph and Diversity 200-1000 AD (dalam bahasa Inggris). Wiley. ISBN 978-0-631-22138-8.
  4. Sahas, Daniel J. (1972). John of Damascus on Islam: The "Heresy of the Ishmaelites." (dalam bahasa Inggris). BRILL. ISBN 978-90-04-03495-2.
  5. Janosik, Daniel J. (2016-11-08). John of Damascus, First Apologist to the Muslims: The Trinity and Christian Apologetics in the Early Islamic Period (dalam bahasa Inggris). Wipf and Stock Publishers. ISBN 978-1-4982-8982-5.
    • "St. John Damascene on Holy Images, Followed by Three Sermons on the Assumption" – Eng. transl. by Mary H. Allies, London, 1899.
  6. Husaini, Adian (2005). Wajah Peradaban Barat. Hlm.xxx. Jakarta: Gema Insani Press. ISBN 979-561-992-6.
  7. Sbaihat, Ahlam (2015), "Stereotypes associated with real prototypes of the prophet of Islam's name till the 19th century". Jordan Journal of Modern Languages and Literature Vol. 7, No. 1, 2015, pp. 21–38. http://journals.yu.edu.jo/jjmll/Issues/vol7no12015/Nom2.pdf

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan