Selasa, 03 November 2026
02:59 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Yohanes Krisostomus

Yohanes Krisostomus

Bagikan:

Yohanes Krisostomus
250px-Johnchrysostom.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sebuah mosaik Byzantium Santo Yohanes Krisostomus berusia satu milenium
Lahir347
Antiokhia, Suriah (provinsi Romawi), Kekaisaran Romawi
Meninggal14 September 407
Comana, Pontus, Kekaisaran Romawi
Dihormati diGereja Katolik
Gereja Ortodoks
Gereja-Gereja Ortodoks Oriental
Gereja Anglikan
Gereja di Timur
Gereja Lutheran
KanonisasiPra-kongregasional (sebelum ada Dikasteri untuk Penyebab Penganugerahan Gelar Santo-Santa)
PestaRitus Bizantin

Gereja Ortodoks Koptik Aleksandria

  • 17 Hathor (Departure)
  • 16 Thout (Translocation of relics)
  • 12 Pashons (Commemoration of relocation of relics from Comana to Constantinople 437)

Kekristenan Barat

  • 13 September; 27 Januari
PelindungKonstantinopel, pendidikan, epilepsi, dosen, pembicara, pengkhotbah

Yohanes Krisostomus (bahasa Yunani Ιωάννης ο Χρυσόστομος, Ioannes Chrysostomos), 347-407, adalah Uskup Agung Konstantinopel. Dia tersohor karena kefasihannya dalam berkhotbah dan berpidato di muka umum, penentangannya terhadap penyalahgunaan wewenang baik oleh para pemimpin gereja maupun para pemimpin politik, Liturgi Santo Yohanes Krisostomus, dan sensibilitas asketiknya. Sesudah kematiannya, dia diberi julukan Chrysostomos, kata Yunani yang berarti "Si Mulut Emas", ditransliterasi ke dalam Bahasa Indonesia menjadi Krisostomus.[1][2]

Gereja Ortodoks dan Gereja-Gereja Katolik Timur menghormatinya sebagai seorang santo (hari peringatan, 13 November) dan menempatkannya sebagai salah satu dari Tiga Hierark Kudus (hari peringatan, 30 Januari), bersama Santo Basil Agung dan Santo Gregorius sang Teolog. Dia diakui oleh Gereja Katolik Roma sebagai seorang santo dan Pujangga Gereja. Gereja-Gereja Barat, termasuk Gereja Katolik Roma, Gereja Inggris, dan Gereja Lutheran memperingatinya tiap tanggal 13 September. Relikui Yohanes Krisostomus diambil dari Konstantinopel oleh para prajurit Perang Salib IV pada tahun 1204 dan dibawa ke Roma, tetapi dikembalikan pada tanggal 27 November 2004 oleh Paus Yohanes Paulus II.[3]

Krisostomus dikenal dalam Kekristenan terutama sebagai seorang pengkhotbah dan pakar liturgi, khususnya dalam Gereja Ortodoks Timur. Di luar tradisi Kristiani, Krisostomus dikenal karena delapan khotbahnya yang cukup berperan dalam sejarah Antisemitisme Kristiani, dan digunakan secara ekstensif oleh Nazi dalam kampanye ideologis mereka menentang kaum Yahudi.[4][5]

Dia kadang kala disebut Yohanes dari Antiokhia, akan tetapi nama itu lebih tepat digunakan untuk menyebut uskup Antiokhia yang bernama Yohanes (429-441), yang memimpin sekelompok uskup Timur moderat dalam kontroversi Nestorianisme. Yohanes Krisostomus juga secara keliru dikira adalah orang yang sama dengan Dio Chrysostom.

Kehidupan Awal

Yohanes lahir di Antiokhia, Suriah Romawi pada 347.[6] Sebagian sumber menyatakan bahwa ibunya adalah seorang penganut Paganisme, sementara yang lain menyebutnya sebagai seorang Kristen yang taat. Ayahnya berasal dari kalangan militer yang meninggal dunia tidak lama setelah Yohanes lahir. Setelah kematian ayahnya, Yohanes dibesarkan oleh ibunya dan kemudian dibaptis pada tahun 368 atau 373. Yohanes ditahbiskan sebagai seorang pembaca di salah satu ordo kecil di Gereja.

Referensi

  1. ↑ Paus Vigilius, Konstitusi Paus Vigilius, 553
  2. ↑ "St. John Chrysostom" dalam Catholic Encyclopedia, tersedia pada online; diakses 20 Maret, 2007.
  3. ↑ Lihat Surat-Surat Paus Yohanes Paulus II, tersedia pada online; diakses 20 Maret, 2007.
  4. ↑ Walter Laqueur, The Changing Face of Antisemitism: From Ancient Times To The Present Day, (Oxford University Press: 2006), hal.48. ISBN 0-19-530429-2. 48
  5. ↑ Yohanan [Hans] Lewy, "John Chrysostom" dalam Encyclopedia Judaica (CD-ROM Edition Version 1.0), Ed. Cecil Roth (Keter Publishing House: 1997). ISBN 965-07-0665-8.
  6. ↑ "Saint John Chrysostom | Biography, Writings, Influence, Feast Day, & Facts | Britannica". www.britannica.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-08-31.
Umum
Gereja Purba
Abad Pertengahan Awal
Abad Pertengahan Madya
Kebatinan dan pembaruan
Abad ke-19
Abad ke-20
Abad ke-21
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan