Rabu, 21 Oktober 2026
18:15 WIB
TERKINI
Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama
Basilius dari Kaisarea

Basilius dari Kaisarea

Bagikan:
Santo Basilius yang Agung
250px-Basil_of_Caesarea.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Uskup, Teolog, Bapa Gereja, Hierark Kudus
LahirKaisarea, Kapadokia
Meninggal379
Kaisarea, Kapadokia
Dihormati diKekristenan Barat dan Timur
KanonisasiPra-kongregasional (sebelum ada Dikasteri untuk Penyebab Penganugerahan Gelar Santo-Santa)
Pesta1 Januari dan 30 Januari
lossy-page1-250px-Basilii_Magni_Opera.tif.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Basilii Magni Opera, 1540

Basilius dari Kaisarea (bahasa Yunani:Άγιος Βασίλειος ο Μέγας; kadang disebut Basil), yang juga dijuluki Santo Basilius Agung dalam Gereja Katolik, adalah seorang teolog, Bapa Gereja sekaligus Pujangga Gereja pada abad ke-4.[1][2] Salah satu sumbangan darinya adalah melakukan integrasi kebudayaan klasik ke dalam agama Kristen.[2]

Basilius dilahirkan di Kaisarea, Kapadokia dalam sebuah keluarga yang kaya dan saleh pada tahun 329.[1] Ia adalah anak sulung dalam keluarga dan memiliki kondisi fisik yang lemah.[1] Seluruh keluarganya giat dalam bidang kegerejaan.[1] Bahkan, ia dan dua saudara laki-lakinya, yakni Gregorius dari Nyssa dan Petrus dari Sebaste menjadi uskup.[1]

Basilius menerima pendidikan dasarnya dari ayahnya sendiri karena ayahnya adalah seorang guru retorika.[1] Kemudian, ia pergi ke Konstantinopel dan belajar pada Libanus, seorang guru retorika yang terkemuka pada masa itu.[1] Setelah itu, ia pergi ke Athena untuk mempelajari retorika, matematika, dan filsafat.[1] Ia belajar filsafat pada kelompok Sofis, yakni kepada Himerius dan Proaeresius.[1] Setelah itu, ia kembali ke Kappadokia dan mengajar retorika selama beberapa waktu.[1][3]

Karena kecerdasannya sebagai guru retorika, ia menjadi sombong.[1] Setelah saudara perempuannya mengingatkan dia mengenai kesombongannya, ia bertobat dan dibaptiskan.[1]

Demikianlah kutipan pernyataan spiritualitasnya dalam sebuah surat:

Aku telah menyia-nyiakan banyak waktu pada kebodohan dan menghabiskan hampir semua tenaga kerja muda saya pada kesia-siaan, dan pengabdian kepada kearifan yang telah dibuat bodoh oleh Allah. Tiba-tiba, aku terbangun dari tidur nyenyak. Aku melihat cahaya indah dari kebenaran Injil, dan aku mengenali kehampaan kebijaksanaan para pangeran di dunia ini.[4]

Setelah itu, ia meninggalkan pekerjaannya sebagai guru retorika dan melakukan perjalanan ke Mesir, Siria dan Palestina untuk belajar kehidupan bertapa.[1] Kemudian, ia kembali ke negerinya dan membagi-bagikan kekayaannya pada orang miskin karena merasa tertarik dengan kehidupan para pertapa.[1] Ia lalu pergi ke tempat yang sunyi di Pontus dan mengajar di sana.[1] Dalam khotbah-khotbahnya, ia selalu menegaskan prinsip-prinsip sosial.[1] Ia berpendapat bahwa semua orang diciptakan Allah dan dikasihi Allah.[1] Oleh karena itu, semua orang pada dasarnya sama dan memiliki martabat yang sama.[1]

Pada tahun 364, ia diangkat menjadi seorang presbiter di Kaisarea[1] dan ditahbiskan menjadi uskup di tempat yang sama pada tahun 370.[5] Pada masa ini, Basilius terus berjuang untuk melawan Arianisme yang mencoba mengambil alih Kappadokia sebagai salah satu dari wilayah mereka.[1]

Kondisi fisiknya yang kurang baik diperparah dengan cara hidup asketis yang keras.[1] Makanannya hanyalah roti, garam, dan sayuran.[1] Dalam hidup asketisnya, ia menekankan keseimbangan antara bekerja dan berdoa.[6] Selain itu, ia juga memberikan perhatian yang sangat besar bagi orang miskin dan menderita.[1][3] Salah satu bentuk perhatiannya adalah dengan membangun sebuah rumah sakit besar yang ditujukan untuk merawat orang-orang yang sakit kusta.[1]

Ia meninggal pada tahun 379.[1] Salah satu peninggalannya bagi Gereja Timur adalah liturgi yang masih dipergunakan oleh Krisostomus.[1][meragukan]

Lihat pula

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 (Indonesia)F.D. Wellen.1993.Riwayat Hidup Singkat Tokoh-Tokoh Gereja.Jakarta:PT BPK Gunung Mulia. hlm 37-39.
  2. 1 2 (Indonesia)Tony Lane. 1990. Runtut Pijar. Jakarta: BPK Gunung Mulia. Hal. 29.
  3. 1 2 (Inggris)Paul Burns.1995.Butler's Lives of the Saints: New Full Edition.Collegeville:The Liturgical Press.
  4. ↑ (Inggris)Johannes Quastin.1986.Patrology, V.3.Westminster:Christian Classics.
  5. ↑ (Inggris)Anthony Meredith.1995.The Cappadocians.Crestwood, New York: St. Vladimir's Seminar Press.
  6. ↑ (Inggris)Margaret Gertrude Murphy.1930.St. Basil and Monasticism: Catholic University of America Series on Patristic Studies, Vol. XXV. New York: AMS Press.

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Basil of Caesarea.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan