Senin, 19 Oktober 2026
22:36 WIB
TERKINI
Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global

Paus Adrianus III

Paus Gereja Katolik dari tahun 884 hingga 885

Bagikan:
Head of the Catholic Church from 884 to 885Templat:SHORTDESC:Head of the Catholic Church from 884 to 885

Adrianus III
Uskup Roma
GerejaGereja Katolik
Awal masa kepausan
17 Mei 884
Akhir masa kepausan
8 Juli 885
PendahuluMarinus I
PenerusStefanus V
Informasi pribadi
LahirRoma, Negara Kepausan
Meninggal8 Juli 885
Modena, Kekaisaran Carolingian
Orang kudus
Hari peringatan8 Juli
VenerasiGereja Katolik
Kanonisasi2 Juni 1891
Roma, Kerajaan Italia
oleh Leo XIII
Paus lainnya yang bernama Adrianus

Paus Adrianus III atau Hadrianus III (Latin: Adrianus; meninggal 8 Juli 885) adalah uskup Roma dan pemimpin Negara Kepausan dari tanggal 17 Mei 884 hingga kematiannya pada tanggal 8 Juli 885. Ia bertugas selama sedikit lebih dari satu tahun, di mana ia bekerja untuk membantu rakyat Italia di masa yang sangat sulit akibat kelaparan dan perang.

Latar Belakang Kehidupan

Adrianus lahir di Roma, kemungkinan besar dari keluarga Roma yang terhormat. Meskipun sedikit yang diketahui tentang masa mudanya, ia dipandang sebagai seorang pria yang berbudi luhur dan taat dalam menjalankan iman Kristiani. Sebagai seorang rohaniwan, Adrianus memiliki reputasi sebagai seorang yang bijaksana dan penuh belas kasih, sebuah karakter yang kelak memengaruhi kebijakannya sebagai paus.

Pemilihan sebagai Paus

Adrianus dipilih sebagai paus pada masa yang diliputi oleh krisis dalam Gereja dan masyarakat Eropa. Pemilihannya berlangsung setelah kematian Paus Marinus I, dan ia mewarisi Gereja yang menghadapi tantangan besar, termasuk konflik politik internal di Roma dan tekanan dari para penguasa duniawi di Kekaisaran Karoling. Pemilihannya mencerminkan keyakinan para kardinal bahwa Adrianus memiliki kekuatan moral untuk memimpin Gereja dalam masa sulit tersebut.

Kebijakan Kepausan

Selama masa kepausannya yang singkat, Adrianus III dikenal karena usahanya untuk memperbaiki hubungan antara Gereja dan kekuatan sekuler. Ia terlibat dalam berbagai upaya mediasi untuk meredakan ketegangan di antara para penguasa Eropa, termasuk di Kekaisaran Karoling, yang saat itu terpecah-belah akibat perebutan kekuasaan di antara para pewaris takhta.

Adrianus juga dikenal karena perhatiannya terhadap kaum miskin dan lemah. Dalam tradisi kepemimpinan yang diinspirasi oleh ajaran Kristus, ia mendorong distribusi bantuan kepada masyarakat yang menderita akibat konflik dan bencana alam. Saat terjadi bencana kelaparan yang diikuti wabah penyakit [1] di Roma, ia menyuplai makanan bagi mereka yang membutuhkan.

Ia juga memerintahkan perbaikan berbagai gereja di Roma, menunjukkan dedikasinya pada kelangsungan iman Kristiani di tengah kekacauan. Dikenal tegas terhadap gembala dan bangsawan, ia berkontribusi dalam perbaikan sikap disiplin di kalangan kleus. Siapa pun yang melanggar hukum Gereja, ia memberikan hukuman tanpa membedakan satu sama lain. [2]

Hubungan dengan Kekaisaran Karoling

Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi Adrianus adalah hubungan Gereja dengan kekuasaan sekuler di Kekaisaran Karoling. Pada tahun 885, ia diundang oleh Charles III ("Charles the Fat") untuk menghadiri pertemuan besar di Worms, dengan tujuan membahas pengangkatan ahli waris kekaisaran. Meskipun Adrianus berniat untuk menghadiri pertemuan ini, ia wafat dalam perjalanan, sehingga niat tersebut tidak terlaksana.

Kematian

Adrianus III wafat secara mendadak pada 8 Juli 885 di San Cesario, Italia, dalam perjalanan menuju Kekaisaran Karoling. Penyebab kematiannya tidak diketahui dengan pasti, tetapi beberapa sumber menyebutkan kemungkinan besar karena penyakit atau komplikasi perjalanan yang sulit. Jenazahnya dimakamkan di Basilika Santo Petrus di Roma.

Kanosisasi dan Penghormatan

Paus Adrianus III dihormati sebagai seorang santo karena kehidupan sucinya dan dedikasinya yang penuh kasih dalam memimpin Gereja selama masa penuh kesulitan. Ia dikanonisasi pada abad ke-10, dan namanya dimasukkan ke dalam kalender liturgi sebagai salah satu paus yang dihormati karena kebajikan dan kesetiaannya pada Kristus.

Hari peringatannya dirayakan setiap tanggal 8 Juli, dan ia dianggap sebagai pelindung umat yang menghadapi kesulitan politik atau sosial. Peringatannya terutama dihormati di Italia, khususnya di wilayah Roma.

Warisan

Meskipun masa kepausan Adrianus III sangat singkat, ia meninggalkan warisan sebagai pemimpin Gereja yang taat dan penuh kasih. Dedikasinya untuk memelihara hubungan damai antara Gereja dan negara serta perhatiannya kepada kaum miskin menjadikan kepemimpinannya sebagai teladan bagi para pemimpin Kristiani pada masa-masa mendatang.

Didahului oleh:
Marinus I
Paus
885 – 885
Diteruskan oleh:
Stefanus V

Referensi

  1. ↑ "Paus Penyelamat Kota Abadi". HIDUPKATOLIK.com. 2017-11-27. Diakses tanggal 2026-09-01.
  2. ↑ "Paus Penyelamat Kota Abadi". HIDUPKATOLIK.com. 2017-11-27. Diakses tanggal 2026-09-01.
  1. Mann, Horace K. The Lives of the Popes in the Early Middle Ages. Vol. IV. London: Kegan Paul, Trench, Trübner, 1910.
  2. Kelly, J.N.D. The Oxford Dictionary of Popes. Oxford: Oxford University Press, 1986.
  3. Duchesne, Louis. Liber Pontificalis. Paris: E. Thorin, 1892.
Abad ke-1
s.d. ke-4
Abad ke-5
s.d. ke-8
Abad ke-9
s.d. ke-12
Abad ke-13
s.d. ke-16
Abad ke-17
s.d. ke-20
Abad ke-21
Sejarah
Zaman Klasik dan
Abad Pertengahan Awal
Abad Pertengahan
Puncak dan Akhir
Zaman Modern
Awal dan Puncak
Ikon rintisan

Artikel bertopik Paus dalam Gereja Katolik Roma ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan