Rabu, 28 Oktober 2026
08:02 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Paus Feliks III

Paus Feliks III

Paus Gereja Katolik dari tahun 483 hingga 492 M

Bagikan:
Head of the Catholic Church from 483 to 492Templat:SHORTDESC:Head of the Catholic Church from 483 to 492

Felix III
Uskup Roma
250px-Portret_van_paus_Felix_III_%28IV%29%2C_RP-P-1874-12-111-1.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ukiran kayu Feliks III, ca 1549-1573
GerejaGereja Katolik
Awal masa kepausan
13 Maret 483
Akhir masa kepausan
1 Maret 492
PendahuluSimplisius
PenerusGelasius I
Informasi pribadi
LahirRoma, Italia, Kekaisaran Romawi Barat
Meninggal1 Maret 492
Roma, Kerajaan Odoacer
Pasangan hidup
nama tidak diketahui
Orang kudus
VenerasiGereja Katolik
Gereja Ortodoks Timur
Paus lainnya yang bernama Feliks

Paus Feliks III (meninggal 1 Maret 492) adalah uskup Roma dari tanggal 13 Maret 483 hingga kematiannya pada tanggal 1 Maret 492. Penolakannya terhadap Henotikon dianggap sebagai awal dari skisma Akasia. Ia diperingati pada tanggal 1 Maret.

Latar Belakang

Feliks III lahir sekitar tahun 440 M di Roma, Kekaisaran Romawi Barat. Ia berasal dari keluarga Kristen yang terhormat, dan beberapa sumber menyebutkan bahwa ia adalah leluhur langsung dari Paus Gregorius I yang kemudian dikenal sebagai Gregorius Agung. Feliks tumbuh dalam lingkungan yang sarat dengan nilai-nilai kekristenan, dan sejak usia muda ia dikenal karena kesalehan serta kebijaksanaannya.

Sebelum menjadi paus, Feliks III melayani Gereja sebagai seorang imam di Roma. Ia dikenal sebagai seorang teolog yang teguh dan sangat peka terhadap ajaran iman yang murni. Dedikasinya dalam pelayanan membuatnya dihormati oleh para pemimpin gereja dan umat beriman.

Pemilihan sebagai Paus

Setelah wafatnya Paus Simplisius pada 10 Maret 483 M, Gereja Roma menghadapi tantangan besar. Perselisihan dengan Gereja Timur akibat ajaran Monofisitisme semakin memperlebar jurang perpecahan. Feliks III terpilih sebagai paus pada 13 Maret 483 M melalui proses pemilihan yang dipimpin oleh para klerus Roma. Pemilihannya didasarkan pada reputasinya sebagai seorang imam yang bijaksana, ortodoks, dan penuh dedikasi.

Kepemimpinan dan Tantangan

Selama masa kepemimpinannya, Feliks III menghadapi konflik serius dengan Patriark Akakios dari Konstantinopel. Konflik ini berakar pada penerimaan Henotikon oleh Akakios, sebuah dokumen yang dikeluarkan oleh Kaisar Zeno dengan tujuan untuk menyatukan kembali Gereja yang terpecah akibat kontroversi Monofisitisme. Namun, Henotikon dianggap oleh Gereja Barat sebagai penyimpangan dari ajaran Konsili Kalsedon tahun 451 M.

Pada tahun 484 M, Feliks III mengadakan sinode di Roma yang menghasilkan keputusan untuk mengutuk dan mengekskomunikasi Akakios. Keputusan ini menandai dimulainya Skisma Akakian, sebuah perpecahan yang berlangsung hingga tahun 519 M. Feliks menegaskan bahwa kebenaran iman tidak boleh dikorbankan demi kesatuan semu. Ia berkata, "Lebih baik kita memiliki perpecahan yang benar daripada kesatuan yang sesat."

Hubungan dengan Kekaisaran Romawi Barat

Masa kepemimpinan Feliks III juga berlangsung di tengah-tengah kemunduran Kekaisaran Romawi Barat. Setelah jatuhnya Roma pada tahun 476 M, Gereja semakin menjadi pusat kekuatan moral dan spiritual di wilayah Barat. Feliks III bekerja sama dengan para pemimpin bangsa barbar yang memeluk Kristen, seperti raja Ostrogoth, Theoderikus Agung. Meskipun hubungan ini tidak selalu mulus, Feliks terus berusaha memastikan bahwa iman Katolik tetap menjadi landasan kehidupan masyarakat.

Ajaran dan Warisan

Feliks III dikenal sebagai seorang paus yang setia kepada ajaran Gereja dan Konsili Kalsedon. Ia menegaskan pentingnya Kristus sebagai satu Pribadi dengan dua kodrat, yaitu kodrat ilahi dan kodrat manusia, tanpa tercampur, berubah, terbagi, atau terpisah. Dalam surat-suratnya, ia sering mengutip Kitab Suci untuk meneguhkan iman umat dan memperingatkan mereka terhadap ajaran sesat.

Salah satu warisan penting Feliks III adalah upayanya memperkokoh otoritas paus sebagai penggembala universal Gereja. Ia menegaskan bahwa paus Roma memiliki tanggung jawab untuk menjaga kemurnian ajaran iman di seluruh dunia.

Wafat dan Kanonisasi

Feliks III wafat pada 1 Maret 492 M di Roma. Ia dimakamkan di Basilika Santo Paulus di Luar Tembok. Gereja menghormatinya sebagai seorang santo atas kontribusinya dalam mempertahankan iman yang benar dan memperkokoh Gereja pada masa-masa sulit. Hari peringatannya dirayakan setiap tanggal 1 Maret.

Didahului oleh:
Simplisius
Paus
483 – 492
Diteruskan oleh:
Gelasius I

Referensi

  1. "CATHOLIC ENCYCLOPEDIA: Pope St. Felix III". www.newadvent.org. Retrieved 2024-01-04.
  2. R.A. Markus, Gregory the Great and his world (Cambridge: University Press, 1997), p. 8
  3. Herbermann, Charles, ed. (1913). "Sts. Trasilla and Emiliana" . Catholic Encyclopedia. New York: Robert Appleton Company.
  4. This article incorporates text from a publication now in the public domain: Coleman, Ambrose (1909). "Pope St. Felix III". In Herbermann, Charles (ed.). Catholic Encyclopedia. Vol. 6. New York: Robert Appleton Company.
  5. Victor of Vita, History of the Vandal Persecution, 2.3-6 (John Moorhead, trans.), Liverpool: University Press, 1992, p. 25
Ikon rintisan

Artikel bertopik Paus dalam Gereja Katolik Roma ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Abad ke-1
s.d. ke-4
Abad ke-5
s.d. ke-8
Abad ke-9
s.d. ke-12
Abad ke-13
s.d. ke-16
Abad ke-17
s.d. ke-20
Abad ke-21
Sejarah
Zaman Klasik dan
Abad Pertengahan Awal
Abad Pertengahan
Puncak dan Akhir
Zaman Modern
Awal dan Puncak
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan