Sabtu, 10 Oktober 2026
09:23 WIB
TERKINI
Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Hukum Pujianto Divonis 8 Bulan Penjara: Perdagangan Ajinomoto Palsu Merugikan Konsumen Lampung Lampung Diprediksi Cerah Berawan, Hujan Lokal Sambangi Beberapa Wilayah

Paus Anastasius II

Paus Gereja Katolik dari tahun 496 hingga 498

Bagikan:
Head of the Catholic Church from 496 to 498Templat:SHORTDESC:Head of the Catholic Church from 496 to 498
Untuk Kaisar Bizantium, lihat Anastasios II.

Anastasius II
Uskup Roma
GerejaGereja Katolik
Awal masa kepausan
24 November 496
Akhir masa kepausan
16 November 498
PendahuluGelasius I
PenerusSimakhus
Informasi pribadi
LahirRoma, Italia
Meninggal19 November 498
Roma, Kerajaan Ostrogotik
Paus lainnya yang bernama Anastasius

Paus Anastasius II (meninggal 19 November 498) adalah uskup Roma dari tanggal 24 November 496 hingga kematiannya pada tanggal 19 November 498.[1] Ia adalah tokoh penting dalam upaya mengakhiri skisma Akasia, tetapi usahanya justru menghasilkan skisma Laurentian, yang terjadi setelah kematiannya. Anastasius lahir di Roma, putra seorang imam,[2] dan dimakamkan di Basilika Santo Petrus.[3]

Paus Anastasius II adalah salah satu dari hanya dua paus dalam 500 tahun pertama sejarah gereja yang tidak dikanonisasi sebagai santo dalam Gereja Katolik. Paus Liberius juga tidak diangkat menjadi santo di Gereja Katolik, meskipun ia dianggap sebagai santo di Gereja Ortodoks Timur.

Kehidupan Awal

Anastasius II lahir di Roma pada abad ke-5. Meskipun detail awal kehidupannya tidak banyak diketahui, ia berasal dari keluarga yang dikenal setia kepada Gereja. Nama ayahnya tercatat sebagai Petrus, tetapi tidak banyak informasi lain yang tersedia tentang latar belakang keluarganya. Sebelum diangkat menjadi paus, Anastasius memiliki reputasi sebagai imam yang saleh dan terpelajar.

Pontifikat

Anastasius II diangkat sebagai paus pada masa yang penuh tantangan bagi Gereja. Pendahulunya, Paus Gelasius I, menghadapi tekanan dari Kaisar Bizantium dan berusaha mempertahankan otoritas Gereja Roma di tengah konflik doktrinal yang melibatkan Patriark Konstantinopel, Akasius.

Selama masa kepausannya, Anastasius dikenal karena usahanya untuk mendamaikan perselisihan antara Gereja Barat dan Timur. Ia mengambil langkah yang dianggap oleh sebagian pihak sebagai tindakan kontroversial, yaitu membuka dialog dengan Kaisar Anastasius I dan pendukung Akasius. Tindakannya ini dianggap oleh beberapa kalangan sebagai bentuk kompromi terhadap keputusan pendahulunya yang ekskomunikasi Akasius.

Kontroversi Skisma Akasian

Skisma Akasian terjadi pada tahun 484 akibat penolakan Akasius terhadap Konsili Kalsedon (451) dan dukungannya terhadap Henotikon, sebuah dokumen yang mencoba menyatukan Gereja Timur dan Barat tetapi menimbulkan ketegangan teologis. Paus Gelasius I mengekskomunikasi Akasius, memperburuk hubungan antara Roma dan Konstantinopel.

Anastasius II dianggap terlalu lunak dalam menangani isu ini. Ia menerima utusan dari kaisar Bizantium dan menunjukkan niat untuk berdamai dengan Patriark Konstantinopel. Meskipun Anastasius II tidak secara langsung mencabut ekskomunikasi terhadap Akasius, sikapnya yang kooperatif memicu kritik keras dari sejumlah uskup dan kaum awam di Barat.

Para sejarawan mencatat bahwa kebijakan Anastasius ini menimbulkan perpecahan di antara para klerus Roma, dengan beberapa pihak bahkan menganggapnya sebagai bidah. Tuduhan ini kemudian memengaruhi reputasinya dalam sejarah Gereja.

Wafat dan Warisan

Paus Anastasius II meninggal dunia pada 19 November 498 setelah menjabat selama hampir dua tahun. Ia dimakamkan di Basilika Santo Petrus, Roma. Kepemimpinannya yang singkat dikenang sebagai salah satu masa yang paling kontroversial dalam sejarah kepausan, meskipun ia tetap dihormati sebagai pemimpin Gereja Katolik.

Setelah kematiannya, Gereja mengalami krisis lebih lanjut dengan munculnya skisma antara pengikut Paus Simakhus dan Antipaus Laurensius. Pandangan negatif terhadap Anastasius II terus berlanjut selama berabad-abad, bahkan disebutkan dalam Divine Comedy karya Dante Alighieri, di mana ia ditempatkan dalam Neraka sebagai simbol pengkhianatan terhadap Gereja.

Pandangan Historis

Pandangan mengenai Anastasius II sangat beragam. Beberapa sejarawan modern berpendapat bahwa tindakannya merupakan upaya diplomatik yang gagal dipahami oleh sezamannya. Namun, banyak yang tetap memandangnya sebagai tokoh yang kurang tegas dalam mempertahankan ortodoksi.

Kepausan Anastasius II menjadi pelajaran bagi para penerusnya mengenai pentingnya keseimbangan antara diplomasi dan pertahanan terhadap ajaran iman. Ia menjadi pengingat bahwa bahkan dalam kepemimpinan Gereja, keputusan yang diambil dengan niat baik dapat menghasilkan dampak yang tidak terduga.

Pranala luar

  1. ↑ 20px-Wikisource-logo.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Herbermann, Charles, ed. (1913). Catholic Encyclopedia. New York: Robert Appleton Company.{{cite encyclopedia}}: |title= tidak ada atau kosong
  2. ↑ George L. Williams (2004). Papal Genealogy: The Families And Descendants Of The Popes. McFarland. ISBN 978-0-7864-2071-1. Diakses tanggal 8 Maret 2013.
  3. ↑
  4. ↑ "CATHOLIC ENCYCLOPEDIA: Pope Anastasius II". www.newadvent.org. Diakses tanggal 7 Desember 2020.
Didahului oleh:
Gelasius I
Paus
496 – 498
Diteruskan oleh:
Symnakus

Referensi

  1. Kelly, J. N. D. The Oxford Dictionary of Popes. Oxford University Press, 1986.
  2. Richards, Jeffrey. The Popes and the Papacy in the Early Middle Ages. Routledge, 1979.
  3. Duffy, Eamon. Saints and Sinners: A History of the Popes. Yale University Press, 1997.
Abad ke-1
s.d. ke-4
Abad ke-5
s.d. ke-8
Abad ke-9
s.d. ke-12
Abad ke-13
s.d. ke-16
Abad ke-17
s.d. ke-20
Abad ke-21
Sejarah
Zaman Klasik dan
Abad Pertengahan Awal
Abad Pertengahan
Puncak dan Akhir
Zaman Modern
Awal dan Puncak


Ikon rintisan

Artikel bertopik Paus dalam Gereja Katolik Roma ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan