Jumat, 30 Oktober 2026
02:57 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Paus Benediktus IV

Paus Gereja Katolik dari Tahun 900 hingga 903

Bagikan:
Head of the Catholic Church from 900 to 903Templat:SHORTDESC:Head of the Catholic Church from 900 to 903

Benediktus IV
Uskup Roma
250px-Coins_of_Pope_Benedict_IV_and_Emperor_Louis_III.PNG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Koin Paus Benediktus IV dan Louis si Buta
GerejaGereja Katolik
Awal masa kepausan
1 Februari 900
Akhir masa kepausan
Juli 903
PendahuluYohanes IX
PenerusLeo V
Informasi pribadi
Lahirca 840
Roma, Negara Kepausan
Meninggal30 Juli 903[1]
Roma, Negara Kepausan
Paus lainnya yang bernama Benediktus

Paus Benediktus IV (Latin: Benedictus IV; ca 840 – 30 Juli 903[2]) adalah uskup Roma dan penguasa Negara Kepausan dari tanggal 1 Februari 900 hingga kematiannya.[3] Sejarawan abad kesepuluh, Flodoard, yang memberinya julukan "Yang Agung", memuji kelahiran bangsawan dan kemurahan hatinya di depan umum.

Benediktus adalah penduduk asli Roma, putra dari seorang bernama Mammalus, dan ditahbiskan menjadi imam oleh Paus Formosus. Ia menggantikan Paus Yohanes IX. Pada tahun 900, ia mengucilkan Count Baldwin II dari Flanders karena membunuh Uskup Agung Fulk dari Reims.[4] Pada tahun 901, Benediktus menobatkan Louis si Buta sebagai kaisar. Pada tahun 902, Berengar dari Friuli mengalahkan Louis III dan memaksanya meninggalkan Italia.[5] Benedict meninggal di Roma pada musim panas tahun 903; ada kemungkinan Berengar terlibat dalam hal ini.[6] Benediktus dimakamkan di depan Basilika Santo Petrus, di dekat gerbang Guido. Ia digantikan oleh Paus Leo V.

Kehidupan Awal

Benediktus IV dilahirkan di Roma, Italia, namun informasi mengenai latar belakang keluarganya sangat terbatas. Ia dikenal sebagai putra Roma yang setia, dibesarkan dalam lingkungan yang terikat erat dengan Gereja. Kehidupan awalnya didedikasikan untuk pelayanan Allah, dan ia menunjukkan kesalehan serta kecerdasan yang luar biasa, sehingga menarik perhatian hierarki Gereja.

Dalam perkembangannya, Benediktus menjadi seorang imam yang dihormati karena pengabdian dan kebijaksanaannya. Ia menduduki jabatan penting dalam kuria Roma sebelum akhirnya dipilih sebagai paus.

Kepemimpinan sebagai Paus

Paus Benediktus IV terpilih pada tahun 900, menggantikan Paus Yohanes IX. Masa kepemimpinannya diwarnai oleh tantangan besar, termasuk ancaman dari bangsawan Roma yang berpengaruh dan ketegangan yang terus meningkat antara otoritas spiritual Gereja dan kekuasaan sekuler di Eropa.

Pengakuan terhadap Kekaisaran Romawi Suci

Salah satu tindakan penting Paus Benediktus IV adalah pengakuannya atas Ludwig III, yang dikenal sebagai Ludwig si Buta, sebagai Kaisar Romawi Suci. Dalam tradisi Katolik, pengakuan seorang kaisar oleh paus merupakan pengesahan ilahi atas otoritas duniawinya. Dengan langkah ini, Benediktus IV berusaha memperkuat hubungan antara Gereja dan Kekaisaran.

Melawan Penyimpangan Moral

Benediktus IV juga dikenal sebagai pemimpin yang tidak takut melawan penyimpangan moral dalam Gereja dan masyarakat. Ia menyerukan pembaruan dan disiplin di kalangan rohaniwan, meskipun upayanya sering kali terhambat oleh konflik internal di Roma dan lemahnya pengaruh paus dalam menghadapi kaum bangsawan.

Tantangan dan Konflik

Masa jabatannya penuh dengan intrik politik yang melibatkan keluarga-keluarga bangsawan Roma seperti keluarga Tusculum dan Crescentii, yang bersaing untuk mengendalikan takhta kepausan. Konflik ini sering kali menghambat upaya Benediktus IV untuk memulihkan stabilitas di Roma dan Gereja secara keseluruhan.

Wafat dan Warisan

Paus Benediktus IV wafat pada bulan Juni 903 di Roma. Sebagian besar sumber tidak mencatat rincian tentang penyebab kematiannya, tetapi diyakini ia meninggal secara alami.

Setelah kematiannya, situasi politik dan keagamaan di Roma tetap tidak stabil, dan penerusnya, Paus Leo V, menghadapi nasib tragis akibat intrik politik yang terus berlanjut.

Warisan Paus Benediktus IV adalah dedikasi dan keberaniannya untuk memimpin Gereja di tengah tantangan yang luar biasa. Meskipun ia tidak meninggalkan reformasi besar, masa kepemimpinannya mencerminkan tekad yang kuat untuk menjaga integritas Gereja dalam periode yang penuh dengan pergolakan.

Referensi

  1. ↑ Mann, Horace. "Pope Benedict IV." The Catholic Encyclopedia Vol. 2. New York: Robert Appleton Company, 1907. 21 September 2017
  2. ↑ "Pope Benedict IV (Benedict ) [Catholic-Hierarchy]". Diakses tanggal 19 April 2022.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Platina, Bartolomeo (1479), The Lives of the Popes From The Time Of Our Saviour Jesus Christ to the Accession of Gregory VII, vol. I, London: Griffith Farran & Co., hlm. 241–242, diakses tanggal 2013-04-25
  4. ↑ Collins, Paul (2013). The Birth of the West: Rome, Germany, France, and the Creation of Europe in the Tenth Century. Hachette. hlm. 161.
  5. ↑ Mann, Horace, K. The Lives of the Popes in the Early Middle Ages, Vol IV: The Popes in the Days of Feudal Anarchy, 891–999. 1925 p. 105
  6. ↑ "The 117th Pope", Spirituality.org., Diocese of Bridgeport
  • Mann, Horace K. The Lives of the Popes in the Early Middle Ages. Volume IV. London: Kegan Paul, Trench, Trübner, & Co., Ltd., 1910.
  • Kelly, J. N. D. The Oxford Dictionary of Popes. Oxford: Oxford University Press, 1986.
  • Duffy, Eamon. Saints and Sinners: A History of the Popes. New Haven: Yale University Press, 1997.

Pranala luar

Didahului oleh:
Yohanes IX
Paus
900 – 903
Diteruskan oleh:
Leo V
Ikon rintisan

Artikel bertopik Paus dalam Gereja Katolik Roma ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Abad ke-1
s.d. ke-4
Abad ke-5
s.d. ke-8
Abad ke-9
s.d. ke-12
Abad ke-13
s.d. ke-16
Abad ke-17
s.d. ke-20
Abad ke-21
Sejarah
Zaman Klasik dan
Abad Pertengahan Awal
Abad Pertengahan
Puncak dan Akhir
Zaman Modern
Awal dan Puncak
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan