Selasa, 27 Oktober 2026
08:16 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Paus Leo VIII

Paus Leo VIII

Kepala Gereja Katolik dari tahun 964 hingga 965

Bagikan:
Head of the Catholic Church from 964 to 965Templat:SHORTDESC:Head of the Catholic Church from 964 to 965

Leo VIII
Uskup Roma
250px-Depiction_of_Leo_VIII_from_the_Nuremberg_Chronicle._Published_in_1493.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
GerejaGereja Katolik
Awal masa kepausan
6 December 963 (sebagai antipaus); 23 Juni 964 (sebagai paus)
Akhir masa kepausan
26 Februari 964 (sebagai antipaus); 1 Maret 965 (sebagai paus)
PendahuluBenediktus V
PenerusYohanes XIII
Informasi pribadi
Nama lahirLeo
Lahirca 915
Roma, Negara Kepausan
Meninggal1 Maret 965 (umur c. 50 tahun)
Roma, Negara Kepausan
Orang tuaYohanes
Paus lainnya yang bernama Leo

Paus Leo VIII (ca 915 – 1 Maret 965) adalah seorang prelatus Romawi yang mengklaim Takhta Suci dari tahun 963 hingga 964 sebagai penentang Paus Yohanes XII dan Benediktus V, dan lagi dari tanggal 23 Juni 964 hingga kematiannya. Saat ini, ia dianggap oleh Gereja Katolik sebagai seorang antipaus pada periode pertama dan paus yang sah pada periode kedua. Sebagai orang yang ditunjuk oleh Kaisar Romawi Suci Otto I, masa kepausan Leo VIII terjadi setelah periode yang dikenal sebagai saeculum obscurum.

Latar Belakang Hidup

Sedikit sekali yang diketahui mengenai latar belakang pribadi Leo VIII sebelum ia diangkat menjadi Paus. Ia lahir di Roma, Italia, tetapi tahun kelahirannya tidak tercatat dalam dokumen sejarah. Berdasarkan sumber-sumber kontemporer, Leo VIII berasal dari keluarga bangsawan rendah, tetapi tidak ada catatan tentang pendidikan maupun pangkat gerejawi yang ia miliki sebelum keterlibatannya dalam konflik politik pada abad ke-10.

Konteks Sejarah

Pada masa itu, kepausan berada dalam tekanan besar akibat campur tangan kekuasaan sekuler, khususnya Kekaisaran Romawi Suci di bawah Kaisar Otto I. Ketegangan antara otoritas kepausan dan kekaisaran menjadi salah satu tema utama dalam sejarah kepausan abad pertengahan. Yohanes XII, pendahulu Leo VIII, digulingkan oleh Otto I pada tahun 963, setelah dinyatakan bersalah atas berbagai tuduhan, termasuk korupsi moral dan penyalahgunaan kekuasaan.

Pengangkatan sebagai Paus

Kaisar Otto I memanggil sebuah sinode di Roma pada bulan Desember 963 untuk menggulingkan Yohanes XII. Dalam sinode tersebut, Leo VIII, seorang pejabat duniawi dari Roma, dipilih sebagai Paus, meskipun ia sebelumnya tidak memiliki pangkat keuskupan. Penunjukan ini merupakan langkah politik Otto untuk memastikan pengaruhnya atas Gereja Roma.

Namun, pengangkatan Leo VIII memicu kontroversi, karena Yohanes XII, meskipun telah dilengserkan, tetap dianggap sebagai Paus yang sah oleh banyak pihak. Ketika Otto I meninggalkan Roma, Yohanes XII kembali merebut takhta kepausan, tetapi kematiannya yang mendadak pada tahun 964 membuka jalan bagi Leo VIII untuk kembali ke posisi tersebut.

Masa Kepausan

Kepausan Leo VIII ditandai oleh ketergantungannya pada Kaisar Otto I. Ia tidak hanya bertindak sebagai pemimpin spiritual tetapi juga sebagai alat politik kekaisaran. Pada tahun 964, Leo VIII menghadapi tantangan lain ketika Benediktus V diangkat sebagai Paus oleh rakyat Roma, yang menolak kendali Otto atas Gereja. Konflik ini berakhir dengan kemenangan Otto I, yang memaksa Benediktus V untuk menyerahkan gelarnya.

Sebagai Paus, Leo VIII berusaha memperkuat hubungan antara Gereja Roma dan Kekaisaran Romawi Suci. Ia mendukung reformasi administrasi gerejawi yang diajukan oleh Otto I dan berupaya menegakkan disiplin di kalangan klerus. Namun, kepemimpinannya tetap dipandang lemah oleh banyak pihak, terutama karena ia tidak sepenuhnya diterima oleh umat Kristen pada masanya.

Kematian dan Warisan

Paus Leo VIII wafat pada tanggal 1 Maret 965 di Roma. Masa kepausannya yang singkat dan penuh gejolak meninggalkan warisan yang ambigu dalam sejarah Gereja Katolik. Ia dikenang sebagai simbol dari perjuangan antara kekuasaan sekuler dan otoritas spiritual yang terus menjadi isu utama dalam hubungan antara Gereja dan negara selama berabad-abad berikutnya.

Beberapa sejarawan menyebut Leo VIII sebagai "Paus Anti-Paus" karena prosedur pengangkatannya yang dianggap tidak sah, sementara yang lain menganggapnya sebagai Paus yang sah setelah kematian Yohanes XII. Kontroversi ini menjadikan Leo VIII salah satu tokoh yang paling diperdebatkan dalam sejarah kepausan.

Didahului oleh:
Yohanes XII
Paus
964 – 965
Diteruskan oleh:
Benediktus V

Referensi

  1. Norwich, John Julius. The Popes: A History.
  2. Mann, Horace K. The Lives of the Popes in the Middle Ages.
  3. Kelly, J. N. D. The Oxford Dictionary of Popes.
Ikon rintisan

Artikel bertopik Paus dalam Gereja Katolik Roma ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Abad ke-1
s.d. ke-4
Abad ke-5
s.d. ke-8
Abad ke-9
s.d. ke-12
Abad ke-13
s.d. ke-16
Abad ke-17
s.d. ke-20
Abad ke-21
Sejarah
Zaman Klasik dan
Abad Pertengahan Awal
Abad Pertengahan
Puncak dan Akhir
Zaman Modern
Awal dan Puncak
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan