Sabtu, 10 Oktober 2026
20:00 WIB
TERKINI
Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober
Paus Honorius I

Paus Honorius I

Paus Gereja Katolik dari tahun 625 hingga 638

Bagikan:
Head of the Catholic Church from 625 to 638Templat:SHORTDESC:Head of the Catholic Church from 625 to 638

Honorius I
Uskup Roma
250px-Pope_Honorius_I_%E2%80%93_Apse_mosaic_of_Sant%27Agnese_fuori_le_mura_%E2%80%93_Rome_%282016%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
GerejaGereja Katolik
Awal masa kepausan
27 Oktober 625
Akhir masa kepausan
12 Oktober 638
PendahuluBonifasius V
PenerusSeverinus
Informasi pribadi
LahirCampania, Kekaisaran Bizantium
Meninggal12 Oktober 638
Paus lainnya yang bernama Honorius

Paus Honorius I (lahir di Campania; meninggal 12 Oktober 638)[1] adalah uskup Roma sejak penahbisannya pada 27 Oktober 625 hingga kematiannya. Ia secara aktif mendukung Kristenisasi orang-orang Anglo-Saxon, terutama dengan mengirimkan Santo Birinus untuk mengkonversi West Saxon dan menganugerahkan pallium kepada para uskup agung York and Canterbury, dan berupaya membujuk gereja-gereja Irlandia dan Inggris untuk mengadopsi Paskah Romawi computus. Ia paling dikenal karena surat-menyuratnya mengenai Patriark Sergius I dari Konstantinopel, di mana ia terlibat dengan kontroversi Monoenergisme dan doktrin Monothelitisme yang terkait. Honorius dikutuk secara anumerta oleh Konsili Konstantinopel Ketiga (681) karena mengikuti kaum Monotelit dan menguatkan doktrin mereka. Kecaman ini dikonfirmasi oleh Paus Leo II, yang menuduhnya gagal memadamkan ajaran sesat tersebut. Anathema terhadap Honorius I menjadi argumen utama yang dikutip oleh para penentang definisi Infalibilitas Paus selama Konsili Vatikan Pertama (1870).

Kehidupan Awal

Honorius I lahir di Campania, Italia, sekitar tahun 585. Ia berasal dari keluarga bangsawan Romawi yang saleh dan mendukung Gereja. Sejak muda, Honorius menunjukkan ketekunan dalam mempelajari Kitab Suci, tradisi Gereja, dan bahasa Yunani, yang saat itu penting dalam interaksi Gereja dengan Kekaisaran Bizantium. Sebelum terpilih menjadi Paus, ia menjabat sebagai seorang imam di Roma, di mana ia dikenal sebagai seorang teolog yang bijaksana dan pemimpin yang rendah hati.

Pemilihan Sebagai Paus

Setelah wafatnya Paus Bonifasius V pada tahun 625, Honorius I terpilih sebagai penerusnya melalui proses pemilihan yang berlangsung cepat. Ia diangkat pada tanggal 27 Oktober 625 dan segera mulai bekerja untuk memperkuat persatuan Gereja dalam menghadapi tantangan dari dalam dan luar.

Kepemimpinan

Reformasi Gerejawi

Honorius I memprioritaskan penguatan administrasi gereja. Ia memperbarui tata kelola keuskupan dan memastikan bahwa para uskup menjalankan tugas mereka sesuai dengan doktrin Gereja. Dalam surat-surat pastoralnya, ia menekankan pentingnya kesetiaan kepada ajaran Kristus dan pengajaran para rasul.

Ia juga mendukung pembangunan gereja-gereja baru dan restorasi tempat ibadah yang rusak akibat serangan bangsa barbar. Di Roma, ia memerintahkan renovasi sejumlah basilika dan mendukung seni religius sebagai sarana memperdalam iman umat.

Hubungan dengan Kekaisaran Bizantium

Selama masa kepemimpinannya, Honorius bekerja sama erat dengan Kekaisaran Bizantium untuk menjaga stabilitas politik dan agama di wilayah Kristen. Ia berusaha menjembatani perbedaan antara Gereja Barat dan Gereja Timur, terutama dalam menghadapi tantangan ajaran Monotelitisme, yang menjadi isu teologis utama pada masanya.

Kontroversi Doktrinal

Monotelitisme

Monotelitisme adalah ajaran yang menyatakan bahwa Kristus memiliki dua kodrat (ilahi dan manusiawi) tetapi hanya satu kehendak ilahi. Honorius terlibat dalam kontroversi ini ketika ia mengirimkan surat kepada Patriark Sergius I dari Konstantinopel, di mana ia menyatakan bahwa tidak perlu mendiskusikan jumlah kehendak dalam diri Kristus demi menghindari perpecahan.

Namun, surat-surat Honorius kemudian disalahartikan sebagai dukungan terhadap Monotelitisme. Pada Konsili Konstantinopel III (680–681), beberapa dekade setelah kematiannya, Honorius dikecam sebagai "bidah" karena dianggap telah mendukung ajaran yang bertentangan dengan doktrin Gereja.

Reaksi Gereja

Meski dikecam oleh konsili, Gereja Katolik kemudian menegaskan bahwa Honorius tidak secara pribadi sesat, melainkan bersalah karena kelalaian dalam menjalankan tugasnya untuk menjaga kemurnian doktrin. Kasus Honorius menjadi salah satu peristiwa penting dalam diskusi tentang infalibilitas Paus.

Kematian dan Warisan

Paus Honorius I wafat pada tanggal 12 Oktober 638 dan dimakamkan di Basilika Santo Petrus di Roma. Meski kontroversi doktrinal mencoreng reputasinya, ia tetap dikenang sebagai seorang pemimpin yang setia kepada Kristus dan berkomitmen untuk memajukan Gereja. Reformasi administratifnya memberikan fondasi yang kokoh bagi Gereja Roma dalam menghadapi tantangan pada abad-abad berikutnya.

Kanonisasi dan Pandangan Gereja

Honorius I tidak pernah dikanonisasi sebagai santo, tetapi Gereja Katolik tetap mengenang kontribusinya terhadap penguatan struktur Gereja dan hubungan dengan Kekaisaran Bizantium. Pandangan terhadap Honorius mengalami perubahan dari waktu ke waktu, dengan berbagai sejarawan Gereja menilai kepemimpinannya dari sudut pandang historis dan teologis.

Didahului oleh:
Bonifasius V
Paus
625 – 638
Diteruskan oleh:
Severinus

Referensi

  1. Davis, Raymond. *The Book of Pontiffs (Liber Pontificalis)*. Liverpool University Press, 1989.
  2. Duffy, Eamon. *Saints and Sinners: A History of the Popes*. Yale University Press, 1997.
  3. Hefele, Karl Joseph von. *A History of the Councils of the Church*. Edinburgh: T. & T. Clark, 1896.
Abad ke-1
s.d. ke-4
Abad ke-5
s.d. ke-8
Abad ke-9
s.d. ke-12
Abad ke-13
s.d. ke-16
Abad ke-17
s.d. ke-20
Abad ke-21
Sejarah
Zaman Klasik dan
Abad Pertengahan Awal
Abad Pertengahan
Puncak dan Akhir
Zaman Modern
Awal dan Puncak


Ikon rintisan

Artikel bertopik Paus dalam Gereja Katolik Roma ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan