Kamis, 29 Oktober 2026
10:41 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Paus Yohanes XIII

Paus Gereja Katolik dari tahun 965 hingga 972

Bagikan:
Head of the Catholic Church from 965 to 972Templat:SHORTDESC:Head of the Catholic Church from 965 to 972
Artikel ini berisi tentang Paus Katolik Roma. Untuk Paus Ortodoks Koptik, lihat Paus Yohanes XIII dari Aleksandria.

Yohanes XIII
Uskup Roma
GerejaGereja Katolik
Awal masa kepausan
1 Oktober 965
Akhir masa kepausan
6 September 972
PendahuluLeo VIII
PenerusBenediktus VI
Imamat
Tahbisan uskup
962
Pelantikan kardinal
964
oleh Benediktus V
Informasi pribadi
Nama lahirYohanes Kresensius (Italia: Giovanni Crescenzio)
Lahirca. 930
Roma, Negara Kepausan
Meninggal6 September 972 (umur 42 tahun)
Roma, Negara Kepausan
Jabatan sebelumnya
Kardinal-Imam Santa Maria di Domnica (944–965)
Paus lainnya yang bernama Yohanes

Paus Yohanes XIII (Latin: Ioannes XIII; ca 930 – 6 September 972) adalah uskup Roma dan penguasa Negara Kepausan dari tanggal 1 Oktober 965 hingga kematiannya.[1] Masa kepausannya terperangkap dalam konflik berkelanjutan antara Kaisar Romawi Suci, Otto I, dan kaum bangsawan Romawi. Setelah negosiasi yang panjang dan sulit, ia berhasil mengatur pernikahan Bizantium untuk Otto II, dalam upaya untuk melegitimasi klaim Ottonian atas martabat kekaisaran. Ia juga menetapkan hierarki gereja di Polandia dan Bohemia.

Kehidupan Awal

Yohanes XIII, yang nama lahirnya adalah Giovanni Crescenzi, dilahirkan di Roma sekitar tahun 930. Ia berasal dari keluarga bangsawan Crescenzi, salah satu keluarga paling berpengaruh di kota Roma pada abad ke-10. Ayahnya, Teodorus, adalah seorang bangsawan yang setia kepada Gereja, dan keluarganya dikenal memiliki hubungan erat dengan kepemimpinan gerejawi.

Sejak muda, Yohanes menunjukkan minat besar dalam kehidupan rohani dan pendidikan. Ia menerima pendidikan teologi dan filsafat di Roma, yang menjadikannya seorang pemuda terpelajar dan berwibawa. Ia mulai melayani Gereja dalam berbagai kapasitas, termasuk sebagai diakon dan kemudian uskup. Kehidupan pribadinya dikenal sebagai teladan kesalehan dan pengabdian kepada Kristus.

Kepemimpinan sebagai Paus

Setelah wafatnya Paus Leo VIII pada 1 Maret 965, Yohanes terpilih sebagai Paus pada 1 Oktober 965 dengan dukungan kuat dari Kaisar Otto I, kaisar Kekaisaran Romawi Suci. Dukungan ini mencerminkan hubungan erat antara Tahta Suci dan kekaisaran, yang menjadi landasan penting dalam kepemimpinannya.

Hubungan dengan Kekaisaran Romawi Suci

Yohanes XIII memiliki hubungan dekat dengan Kaisar Otto I. Ia berusaha menjaga harmoni antara Gereja dan negara, dengan tujuan menguatkan persatuan umat Kristiani di Eropa. Pada masa kepausannya, Yohanes mendukung pengangkatan Otto II sebagai rekan-kaisar, sebuah langkah strategis untuk memastikan stabilitas politik di Kekaisaran Romawi Suci.

Reformasi Gereja

Yohanes XIII dikenal atas usahanya untuk memperbaharui kehidupan rohani umat Kristiani. Ia mengadakan sinode-sinode untuk menegakkan disiplin gerejawi dan mengurangi pengaruh negatif nepotisme dan simoni yang melanda Gereja. Yohanes juga mendorong pembaruan liturgi dan mendukung pendidikan imam serta biarawan.

Misi dan Ekspansi Kekristenan

Di bawah kepemimpinannya, misi-misi penginjilan di Eropa Tengah dan Utara semakin berkembang. Yohanes XIII memberikan dukungan kepada para misionaris yang bekerja untuk menyebarkan Injil ke wilayah-wilayah yang belum tersentuh oleh Kekristenan.

Pergolakan dan Tantangan

Masa kepausan Yohanes XIII tidak bebas dari tantangan. Ia menghadapi konflik dengan keluarga-keluarga bangsawan Roma yang menentang reformasi dan pengaruh kekaisaran dalam Gereja. Pada tahun 966, ia sempat ditangkap dan dipenjara oleh para bangsawan yang memberontak, tetapi berhasil dibebaskan berkat bantuan Kaisar Otto I. Pengalaman ini semakin memperkuat tekad Yohanes untuk memperjuangkan integritas Gereja dan melawan korupsi.

Wafat dan Warisan

Paus Yohanes XIII wafat pada 6 September 972 dan dimakamkan di Basilika Santo Yohanes Lateran di Roma. Kepemimpinannya dikenang sebagai masa pemulihan dan penguatan Tahta Suci, baik secara spiritual maupun politis. Yohanes XIII dihormati sebagai seorang pemimpin yang rendah hati dan tegas, yang melayani Gereja dengan iman yang kokoh dan cinta kepada Kristus.

Pranala luar

  1. ↑ 20px-Wikisource-logo.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Herbermann, Charles, ed. (1913). Catholic Encyclopedia. New York: Robert Appleton Company.{{cite encyclopedia}}: |title= tidak ada atau kosong

Sapientiae et litterarium bulgari servitori exegirund monumentum Primi Johanni XIII locando in prior oppidum Bulgarii Sophia ibidem priscusi monumentum Lenini erat. „...Видимыимъ и Невидимыимъ..” $Abecedarii Sermo Bulgarorum$, Constantin Preslavski, IX-X s. PJC.

Jabatan Gereja Katolik
Didahului oleh:
Leo VIII
Paus
965–972
Diteruskan oleh:
Benediktus VI

Referensi

  1. Mann, Horace K. The Lives of the Popes in the Early Middle Ages. Kegan Paul, Trench, Trübner & Co., Ltd.
  2. Kelly, J. N. D. The Oxford Dictionary of Popes. Oxford University Press.
  3. Norwich, John Julius. The Popes: A History. Chatto & Windus.
Abad ke-1
s.d. ke-4
Abad ke-5
s.d. ke-8
Abad ke-9
s.d. ke-12
Abad ke-13
s.d. ke-16
Abad ke-17
s.d. ke-20
Abad ke-21
Sejarah
Zaman Klasik dan
Abad Pertengahan Awal
Abad Pertengahan
Puncak dan Akhir
Zaman Modern
Awal dan Puncak
Ikon rintisan

Artikel bertopik Paus dalam Gereja Katolik Roma ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan