Selasa, 22 September 2026
00:00 WIB
TERKINI
Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya
Paus Simplisius

Paus Simplisius

Paus Gereja Katolik dari tahun 468 hingga 483

Head of the Catholic Church from 468 to 483Templat:SHORTDESC:Head of the Catholic Church from 468 to 483

Simplisius
Uskup Roma
250px-St._Simplicius%2C_Pope_Met_DP890865.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Etsa Paus Simplisius, 1636
GerejaGereja Katolik
Awal masa kepausan
25 Februari 468
Akhir masa kepausan
2 atau 10 Maret 483
PendahuluHilarius
PenerusFeliks III
Informasi pribadi
Lahirantara 395 dan 433
Tivoli, Kekaisaran Romawi Barat
Meninggal2 atau 10 Maret 483
Roma, Kerajaan Odoacer
Orang kudus
Hari peringatan10 Maret
VenerasiOrtodoks, Katolik

Paus Simplisius (meninggal 2 atau 10 Maret 483) adalah uskup Roma dari tahun 468 hingga kematiannya pada 10 Maret 483. Ia memerangi bid'ah Eutikhia, mengakhiri praktik pentahbisan uskup hanya pada bulan Desember, dan berusaha untuk mengimbangi dampak invasi Jermanik. Masa kepausannya bertepatan dengan jatuhnya Kekaisaran Romawi Barat pada tahun 476, ketika Odoacer menggulingkan kaisar Romawi Barat terakhir, Romulus Augustulus, meskipun hal itu hanya berdampak kecil pada administrasi Gereja di Roma.

Kehidupan Awal

Simplisius lahir di Tivoli, sebuah kota kecil di Italia Tengah, pada abad ke-5, tepatnya sekitar tahun 430. Ia adalah putra dari seorang pria bernama Kastinus, yang dikenal sebagai seorang Kristen yang taat. Pendidikan agama dan pengajaran dalam iman Kristen diterima Simplisius sejak masa mudanya. Hal ini mempersiapkan dia untuk perjalanan panjang dalam pelayanan gereja.

Pemilihan sebagai Paus

Simplisius terpilih sebagai Paus pada 3 Maret 468, menggantikan Paus Hilarius. Masa kepausannya dimulai pada masa penuh gejolak, di mana Kekaisaran Romawi Barat mengalami tekanan dari luar oleh bangsa barbar dan dari dalam oleh konflik politik serta sosial. Sebagai pemimpin Gereja, Simplisius berkomitmen untuk menjaga kemurnian doktrin Kristen dan memberikan bimbingan kepada umat beriman dalam situasi yang sulit.

Masa Pontifikat

Tantangan Kekaisaran Romawi Barat

Selama pontifikatnya, Kekaisaran Romawi Barat berada di ambang keruntuhan. Pada tahun 476, Romulus Augustulus, kaisar terakhir Romawi Barat, digulingkan oleh Odoaker, seorang pemimpin barbar. Simplisius harus menavigasi hubungan kompleks dengan Odoaker, yang mendirikan pemerintahan baru di Italia. Sebagai pemimpin rohani, ia berusaha mempertahankan independensi gereja dari pengaruh politik, sembari bekerja untuk melindungi kepentingan umat Kristen di wilayah tersebut.

Pembelaan Terhadap Ortodoksi

Paus Simplisius dikenal sebagai pembela ortodoksi Kristen yang gigih, terutama terhadap ancaman ajaran sesat Monofisitisme. Dalam konsili dan surat-suratnya, ia dengan tegas menolak pandangan yang menyatakan bahwa Kristus hanya memiliki satu kodrat ilahi, dan bukannya dua kodrat—ilahi dan manusia—seperti yang diajarkan Gereja. Ia mendukung keputusan Konsili Kalsedon (451), yang menegaskan doktrin dua kodrat Kristus.

Hubungan dengan Gereja Timur

Salah satu tantangan besar dalam masa kepausan Simplisius adalah konflik dengan Gereja Timur, terutama Patriarkh Akasius dari Konstantinopel, yang mendukung ajaran Monofisitisme. Simplisius berusaha untuk menjaga persatuan Gereja, tetapi perpecahan antara Gereja Barat dan Timur semakin dalam selama pontifikatnya. Kendati demikian, ia terus menyerukan dialog dan rekonsiliasi, meski hasilnya terbatas.

Pembangunan dan Pelayanan Gereja

Simplisius juga dikenal atas upayanya membangun gereja-gereja baru dan memperbaiki gereja-gereja yang ada di Roma. Di tengah kehancuran politik dan sosial, ia berusaha menjadikan gereja sebagai tempat perlindungan spiritual dan fisik bagi umat Kristen yang menderita. Ia juga memperhatikan kesejahteraan masyarakat miskin, yang semakin banyak akibat keruntuhan kekaisaran.

Akhir Hidup dan Warisan

Paus Simplisius wafat pada 10 Maret 483 setelah memimpin Gereja selama 15 tahun. Ia dimakamkan di Basilika Santo Petrus, Roma. Warisannya meliputi pembelaan tegas terhadap doktrin ortodoksi, upaya menjaga stabilitas gereja di tengah krisis kekaisaran, dan kontribusinya terhadap pelayanan pastoral pada masa-masa sulit.

Kepemimpinan Paus Simplisius menjadi tonggak penting dalam sejarah Gereja Katolik. Di tengah keruntuhan Kekaisaran Romawi Barat, ia meneguhkan peran gereja sebagai pemimpin spiritual dan moral bagi masyarakat yang tengah kehilangan arah. Simplisius dihormati sebagai seorang gembala yang setia, yang menjalankan tugasnya dengan kebijaksanaan dan ketekunan.

Didahului oleh:
Hilarius
Paus
468483
Diteruskan oleh:
Felix III

Referensi

  1. J. P. Kirsch, "Simplicius, Pope St." Catholic Encyclopedia. Vol. XIV. New York: Appleton. 1912. pp. 2–3.
  2. Thiel, p. 174 §1. Jaffḗ, Regesta pontificum Romanorum, p. 77. The date is calculated, from his date of death and the length of his reign, fifteen years and seven days.
  3. Thiel, p. 174 §2. Loomis, pp. 97-99; 106 note 2.
  4. Karl Joseph von Hefele (1895). W. R. Clark (ed.). A History of the Councils of the Church, from the Original Documents. Vol. IV. Edinburgh: T. & T. Clark. pp. 26–29. In a letter which Thiel (pp. 189-192) dated to October 477, Pope Simplicius wrote to the Patriarch Acacius about what he thought should be done about the heretic bishops.
  5. Thiel, pp. 213-214.
Abad ke-1
s.d. ke-4
Abad ke-5
s.d. ke-8
Abad ke-9
s.d. ke-12
Abad ke-13
s.d. ke-16
Abad ke-17
s.d. ke-20
Abad ke-21
Sejarah
Zaman Klasik dan
Abad Pertengahan Awal
Abad Pertengahan
Puncak dan Akhir
Zaman Modern
Awal dan Puncak


Ikon rintisan

Artikel bertopik Paus dalam Gereja Katolik Roma ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan