Kamis, 08 Oktober 2026
04:54 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya
Paus Sergius I

Paus Sergius I

Paus Gereja Katolik dari tahun 687 hingga 701

Bagikan:
Head of the Catholic Church from 687 to 701Templat:SHORTDESC:Head of the Catholic Church from 687 to 701

Sergius I
Uskup Roma
250px-Workshop_of_Rogier_van_der_Weyden_%28Netherlandish_-_The_Dream_of_Pope_Sergius_-_Google_Art_Project.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
The Dream of Pope Sergius dari tahun 1430-an Altar Santo Hubert karya Rogier van der Weyden dan studionya
GerejaGereja Katolik
Awal masa kepausan
15 Desember 687
Akhir masa kepausan
8 September 701
PendahuluKonon
PenerusYohanes VI
Imamat
Pelantikan kardinal
27 Juni 683
oleh Leo II
Informasi pribadi
Lahirca 650
Panormus, Sisilia, Kekaisaran Bizantium
Meninggal8 September 701 (umur sekitar 51 tahun)
Roma, Kekaisaran Bizantium
Jabatan sebelumnya
Kardinal-Imam Santa Susanna (683–687)
Paus lainnya yang bernama Sergius

Paus Sergius I (ca 650 –8 September 701) adalah uskup Roma dari tanggal 15 Desember 687 hingga kematiannya pada tanggal 8 September 701, dan dihormati sebagai santo oleh Gereja Katolik Roma. Ia terpilih sebagai Paus sebelum tahun 1059 pada saat dua rival, Paskalis and Teodorus, terlibat dalam perselisihan mengenai siapa di antara mereka yang seharusnya menjadi paus. Masa kepausannya didominasi oleh tanggapannya terhadap Konsili Quinisext, yang kanon-kanonnya dengan teguh ia tolak untuk diterima. Kemudian Kaisar Yustinianus II memerintahkan penangkapan Sergius, tetapi rakyat Romawi dan milisi Italia dari eksark Ravenna menolak untuk mengizinkan eksark membawa Sergius ke Konstantinopel.

Kehidupan Awal

Sergius lahir pada sekitar tahun 650 di Palermo, Sisilia, dari keluarga Kristen yang taat. Orang tuanya, Tiberius dan Placidia, dikenal sebagai orang-orang yang beriman dan memberikan pendidikan rohani yang kuat kepada putra mereka. Dalam masa mudanya, Sergius menunjukkan ketertarikan yang mendalam terhadap kehidupan spiritual dan ajaran Gereja. Ia belajar di Roma dan dikenal karena kecerdasan serta kelembutannya dalam berkomunikasi dengan sesama.

Pemilihan Sebagai Paus

Setelah wafatnya Paus Konon pada tahun 687, Gereja Roma mengalami perselisihan dalam pemilihan penggantinya. Dua kelompok utama di Gereja masing-masing mendukung kandidat berbeda, yaitu Paschal dan Teodor. Ketegangan ini membuat proses pemilihan berlangsung dalam kebingungan. Namun, para pemimpin Gereja akhirnya sepakat untuk memilih Sergius sebagai kompromi, karena ia dianggap sebagai sosok yang tidak memihak dan berkepribadian mulia. Pemilihannya diterima dengan penuh sukacita oleh umat.

Kepemimpinan dan Pelayanan

Sebagai paus, Sergius I menghadapi berbagai tantangan, baik dari dalam Gereja maupun dari luar. Salah satu isu utama pada masa kepemimpinannya adalah kontroversi mengenai Monotelitisme, sebuah ajaran sesat yang mengajarkan bahwa Kristus hanya memiliki satu kehendak ilahi, tanpa adanya kehendak manusiawi. Sergius meneguhkan ajaran Gereja yang benar, yaitu bahwa Kristus memiliki dua kehendak, ilahi dan manusiawi, sebagaimana dinyatakan dalam Konsili Konstantinopel III.

Selain itu, Sergius juga menentang campur tangan kekaisaran Bizantium dalam urusan Gereja. Ketika Kaisar Yustinianus II mencoba memaksakan keputusan Konsili Quinisextum (692) kepada Gereja Roma, Sergius menolak menerima beberapa kanon yang bertentangan dengan tradisi Gereja Barat. Penolakan ini menunjukkan keberanian Sergius dalam mempertahankan otonomi Gereja dari campur tangan politik.

Karya dan Tradisi Liturgi

Paus Sergius I dikenal karena kontribusinya dalam memperkaya liturgi Gereja. Salah satu warisan utamanya adalah pengenalan Lamb of God (Agnus Dei) dalam Misa Kudus. Doa ini, yang diambil dari Injil Yohanes 1:29, menjadi bagian integral dari liturgi dan terus digunakan hingga hari ini. Sergius juga mendorong perayaan beberapa pesta liturgis baru, termasuk pesta Kelahiran Perawan Maria, yang dirayakan pada tanggal 8 September.

Hubungan dengan Wilayah Gerejawi

Dalam masa kepemimpinannya, Sergius menunjukkan perhatian besar terhadap wilayah-wilayah Gerejawi yang jauh dari Roma. Ia menjalin hubungan yang baik dengan Gereja di Inggris, khususnya melalui komunikasi dengan Santo Wilfrid, uskup York. Sergius memberikan dukungan moral dan spiritual kepada umat Kristen di wilayah tersebut, yang saat itu sedang mengalami pertumbuhan iman yang pesat.

Kematian dan Warisan

Sergius I wafat pada tanggal 8 September 701 setelah menjabat selama 14 tahun. Ia dimakamkan di Basilika Santo Petrus di Roma. Kehidupan dan pelayanannya dikenang sebagai teladan kepemimpinan yang berakar pada iman dan kasih. Sergius dihormati sebagai seorang paus yang setia mempertahankan kebenaran Injil di tengah tantangan zaman.

Penghormatan dan Kanonisasi

Paus Sergius I dihormati sebagai santo oleh Gereja Katolik. Hari pestanya dirayakan pada tanggal 8 September, bersamaan dengan pesta Kelahiran Perawan Maria, sebagai tanda penghormatan atas dedikasinya kepada Bunda Maria. Kehidupannya menginspirasi banyak umat untuk hidup dalam kebenaran dan kasih Kristus.

Didahului oleh:
Conon
Paus
687 – 701
Diteruskan oleh:
Yohanes VI

Referensi

  1. Duffy, Eamon. Saints and Sinners: A History of the Popes. New Haven: Yale University Press, 2006.
  2. Kelly, J. N. D. The Oxford Dictionary of Popes. Oxford: Oxford University Press, 1986.
  3. Mann, Horace K. The Lives of the Popes in the Early Middle Ages. London: Kegan Paul, 1912.

Pustaka tambahan

  • Ekonomou, Andrew J. 2007. Byzantine Rome and the Greek Popes: Eastern influences on Rome and the papacy from Gregory the Great to Zacharias, A.D. 590–752. Lexington Books.
Abad ke-1
s.d. ke-4
Abad ke-5
s.d. ke-8
Abad ke-9
s.d. ke-12
Abad ke-13
s.d. ke-16
Abad ke-17
s.d. ke-20
Abad ke-21
Sejarah
Zaman Klasik dan
Abad Pertengahan Awal
Abad Pertengahan
Puncak dan Akhir
Zaman Modern
Awal dan Puncak


Ikon rintisan

Artikel bertopik Paus dalam Gereja Katolik Roma ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan