Kamis, 29 Oktober 2026
07:33 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Paus Yohanes VIII

Paus Yohanes VIII

Paus Gereja Katolik dari tahun 872 hingga 882

Bagikan:
Head of the Catholic Church from 872 to 882Templat:SHORTDESC:Head of the Catholic Church from 872 to 882
Artikel ini berisi tentang Paus Katolik. Untuk Paus Koptik, lihat Paus Yohanes VIII dari Aleksandria. Untuk Paus perempuan legendaris, lihat Paus Yohana.

Yohanes VIII
Uskup Roma
250px-Jan-VIII.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Miniatur (manuskrip berhias) anumerta Yohanes VIII, abad ke-14
GerejaGereja Katolik
Awal masa kepausan
14 Desember 872
Akhir masa kepausan
16 Desember 882
PendahuluAdrianus II
PenerusMarinus I
Informasi pribadi
LahirRoma, Negara Kepausan
Meninggal16 Desember 882
Roma, Negara Kepausan
Paus lainnya yang bernama Yohanes

Paus Yohanes VIII (Latin: Ioannes VIII; meninggal 16 Desember 882) adalah uskup Roma dan penguasa Negara Kepausan dari tanggal 14 Desember 872 hingga kematiannya. Ia sering dianggap sebagai salah satu paus paling cakap di abad ke-9.[1]

Yohanes mencurahkan sebagian besar masa kepausannya untuk mencoba menghentikan dan membalikkan penaklukan Sisilia oleh Muslim dan kemajuan Muslim di Italia selatan. Ketika usahanya untuk mendapatkan bantuan dari bangsa Frank atau Bizantium gagal, Yohanes memperkuat pertahanan Roma. Ia mendukung Methodius dari Tesalonika dalam misinya kepada bangsa Slavia, membelanya melawan penguasa Carolingian dan imam Bavaria, dan mengizinkan penerjemahan Alkitab ke dalam Bahasa Slavonik Gereja Kuno. Yohanes juga memperluas pengakuan diplomatik kepada Kadipaten Kroasia dan menyelesaikan skisma Photian. Masa kepausan Yohanes berakhir dengan pembunuhannya, dan kepausan menjadi jauh lebih lemah setelah kejadian tersebut.

Masa Awal Kehidupan dan Kenaikan ke Kepausan

Yohanes lahir di Roma, namun detail tentang keluarga dan pendidikan awalnya tidak tercatat secara rinci. Ia dikenal sebagai seorang ulama yang sangat terpelajar, fasih dalam bahasa Latin dan Yunani, serta memahami filsafat dan teologi. Kariernya dalam Gereja dimulai sebagai diakon di Roma, di mana ia menunjukkan kecakapannya dalam diplomasi dan administrasi.

Pada tahun 872, setelah wafatnya Paus Adrianus II, Yohanes dipilih sebagai Paus. Pemilihannya menandai dimulainya periode kepemimpinan yang penuh tantangan bagi Gereja.

Kepemimpinan Spiritual dan Politik

Pertahanan Roma dari Ancaman Saracen

Pada masa Yohanes VIII, ancaman bangsa Saracen terhadap Roma mencapai puncaknya. Mereka sering melakukan serangan ke wilayah Italia, merampok desa, dan bahkan mendekati tembok kota Roma. Yohanes VIII memimpin upaya pertahanan dengan mengorganisasi pasukan, memperkuat benteng kota, dan memanggil bantuan dari para penguasa Kristen lainnya. Paus juga melakukan negosiasi dengan Saracen, termasuk membayar upeti untuk mencegah serangan lebih lanjut, meskipun langkah ini menuai kritik.

Hubungan dengan Kekaisaran Karoling

Masa kepemimpinan Yohanes VIII bertepatan dengan pecahnya Kekaisaran Karoling menjadi beberapa kerajaan kecil. Ia berusaha menjaga hubungan baik dengan para penguasa, termasuk Karl III yang dikenal sebagai Karl yang Gendut, dan menggunakan pengaruhnya untuk mendukung calon-calon tertentu dalam politik Kekaisaran. Yohanes bahkan mengupayakan penobatan Karl III sebagai Kaisar Romawi Suci pada tahun 881.

Namun, konflik internal di Kekaisaran melemahkan otoritas Gereja, memaksa Yohanes untuk bertindak sebagai mediator antara para penguasa yang berseteru. Ia juga menghadapi perlawanan dari para uskup yang menolak otoritas kepausan.

Reformasi Gereja dan Kontroversi

Penegakan Otoritas Kepausan

Yohanes VIII sangat berkomitmen untuk mempertahankan supremasi kepausan. Ia menegur para uskup yang dianggap melanggar aturan kanonik, serta mencabut jabatan beberapa uskup yang tidak patuh. Paus juga mengadakan sinode untuk membahas masalah-masalah penting, termasuk disiplin klerus dan pelanggaran moral di kalangan rohaniwan.

Hubungan dengan Gereja Timur

Yohanes VIII berusaha menjembatani perpecahan antara Gereja Barat dan Timur yang semakin nyata sejak Skisma Fotius. Ia mengupayakan rekonsiliasi dengan Patriark Konstantinopel, tetapi perselisihan doktrinal dan politis membuat usaha ini tidak sepenuhnya berhasil.

Akhir Kehidupan dan Pembunuhan

Yohanes VIII meninggal pada 16 Desember 882 dalam keadaan tragis. Sumber-sumber sejarah mencatat bahwa ia kemungkinan dibunuh, menjadikannya salah satu Paus pertama yang wafat akibat kekerasan. Beberapa catatan menyebutkan bahwa ia diracun, sementara yang lain mengatakan bahwa ia dipukul hingga tewas setelah racunnya gagal bekerja. Motif di balik pembunuhan ini tetap menjadi misteri, tetapi diduga berkaitan dengan intrik politik dan konflik internal Gereja.

Warisan dan Signifikansi

Meskipun menghadapi berbagai tantangan, Yohanes VIII dikenang sebagai seorang Paus yang teguh dalam memimpin Gereja pada masa krisis. Ia menunjukkan keberanian dalam melindungi Roma, kebijaksanaan dalam diplomasi, dan ketegasan dalam menegakkan hukum Gereja. Masa kepemimpinannya menjadi pengingat akan pentingnya kesetiaan kepada Allah di tengah ancaman duniawi.

Sebagai salah satu Paus pertama yang wafat akibat pembunuhan, Yohanes VIII juga menjadi simbol perjuangan Gereja untuk mempertahankan eksistensinya di tengah ketidakpastian. Gereja Katolik mengenangnya sebagai seorang gembala yang setia, meskipun hidupnya berakhir dengan cara yang tragis.

Bibliografi

  1. ↑ Mann, Horace. "Pope John VIII." The Catholic Encyclopedia Vol. 8. New York: Robert Appleton Company, 1910. retrieved 10 June 2007.

Bacaan dan Referensi

  • Fred E. Engreen, "Pope John the Eighth and the Arabs," Speculum, 20 (1945), pp. 318–30
  • Mann, Horace. "Pope John VIII." The Catholic Encyclopedia Vol. 8. New York: Robert Appleton Company, 1910. retrieved 10 June 2007.
  • Goldberg 2006, pp. 300, 319.
  • Kreutz 1996, p. 57.
  • Goldberg 2006, p. 319.
  • O'Malley 2009, p. 79.

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Pope John VIII.
Didahului oleh:
Adrianus II
Paus
872 – 882
Diteruskan oleh:
Marinus I
Ikon rintisan

Artikel bertopik Paus dalam Gereja Katolik Roma ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Abad ke-1
s.d. ke-4
Abad ke-5
s.d. ke-8
Abad ke-9
s.d. ke-12
Abad ke-13
s.d. ke-16
Abad ke-17
s.d. ke-20
Abad ke-21
Sejarah
Zaman Klasik dan
Abad Pertengahan Awal
Abad Pertengahan
Puncak dan Akhir
Zaman Modern
Awal dan Puncak
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan