Yohanes VIII | |
|---|---|
| Uskup Roma | |
Miniatur (manuskrip berhias) anumerta Yohanes VIII, abad ke-14 | |
| Gereja | Gereja Katolik |
Awal masa kepausan | 14 Desember 872 |
Akhir masa kepausan | 16 Desember 882 |
| Pendahulu | Adrianus II |
| Penerus | Marinus I |
| Informasi pribadi | |
| Lahir | Roma, Negara Kepausan |
| Meninggal | 16 Desember 882 Roma, Negara Kepausan |
| Paus lainnya yang bernama Yohanes | |
Paus Yohanes VIII (Latin: Ioannes VIII; meninggal 16 Desember 882) adalah uskup Roma dan penguasa Negara Kepausan dari tanggal 14 Desember 872 hingga kematiannya. Ia sering dianggap sebagai salah satu paus paling cakap di abad ke-9.[1]
Yohanes mencurahkan sebagian besar masa kepausannya untuk mencoba menghentikan dan membalikkan penaklukan Sisilia oleh Muslim dan kemajuan Muslim di Italia selatan. Ketika usahanya untuk mendapatkan bantuan dari bangsa Frank atau Bizantium gagal, Yohanes memperkuat pertahanan Roma. Ia mendukung Methodius dari Tesalonika dalam misinya kepada bangsa Slavia, membelanya melawan penguasa Carolingian dan imam Bavaria, dan mengizinkan penerjemahan Alkitab ke dalam Bahasa Slavonik Gereja Kuno. Yohanes juga memperluas pengakuan diplomatik kepada Kadipaten Kroasia dan menyelesaikan skisma Photian. Masa kepausan Yohanes berakhir dengan pembunuhannya, dan kepausan menjadi jauh lebih lemah setelah kejadian tersebut.
Masa Awal Kehidupan dan Kenaikan ke Kepausan
Yohanes lahir di Roma, namun detail tentang keluarga dan pendidikan awalnya tidak tercatat secara rinci. Ia dikenal sebagai seorang ulama yang sangat terpelajar, fasih dalam bahasa Latin dan Yunani, serta memahami filsafat dan teologi. Kariernya dalam Gereja dimulai sebagai diakon di Roma, di mana ia menunjukkan kecakapannya dalam diplomasi dan administrasi.
Pada tahun 872, setelah wafatnya Paus Adrianus II, Yohanes dipilih sebagai Paus. Pemilihannya menandai dimulainya periode kepemimpinan yang penuh tantangan bagi Gereja.
Kepemimpinan Spiritual dan Politik
Pertahanan Roma dari Ancaman Saracen
Pada masa Yohanes VIII, ancaman bangsa Saracen terhadap Roma mencapai puncaknya. Mereka sering melakukan serangan ke wilayah Italia, merampok desa, dan bahkan mendekati tembok kota Roma. Yohanes VIII memimpin upaya pertahanan dengan mengorganisasi pasukan, memperkuat benteng kota, dan memanggil bantuan dari para penguasa Kristen lainnya. Paus juga melakukan negosiasi dengan Saracen, termasuk membayar upeti untuk mencegah serangan lebih lanjut, meskipun langkah ini menuai kritik.
Hubungan dengan Kekaisaran Karoling
Masa kepemimpinan Yohanes VIII bertepatan dengan pecahnya Kekaisaran Karoling menjadi beberapa kerajaan kecil. Ia berusaha menjaga hubungan baik dengan para penguasa, termasuk Karl III yang dikenal sebagai Karl yang Gendut, dan menggunakan pengaruhnya untuk mendukung calon-calon tertentu dalam politik Kekaisaran. Yohanes bahkan mengupayakan penobatan Karl III sebagai Kaisar Romawi Suci pada tahun 881.
Namun, konflik internal di Kekaisaran melemahkan otoritas Gereja, memaksa Yohanes untuk bertindak sebagai mediator antara para penguasa yang berseteru. Ia juga menghadapi perlawanan dari para uskup yang menolak otoritas kepausan.
Reformasi Gereja dan Kontroversi
Penegakan Otoritas Kepausan
Yohanes VIII sangat berkomitmen untuk mempertahankan supremasi kepausan. Ia menegur para uskup yang dianggap melanggar aturan kanonik, serta mencabut jabatan beberapa uskup yang tidak patuh. Paus juga mengadakan sinode untuk membahas masalah-masalah penting, termasuk disiplin klerus dan pelanggaran moral di kalangan rohaniwan.
Hubungan dengan Gereja Timur
Yohanes VIII berusaha menjembatani perpecahan antara Gereja Barat dan Timur yang semakin nyata sejak Skisma Fotius. Ia mengupayakan rekonsiliasi dengan Patriark Konstantinopel, tetapi perselisihan doktrinal dan politis membuat usaha ini tidak sepenuhnya berhasil.
Akhir Kehidupan dan Pembunuhan
Yohanes VIII meninggal pada 16 Desember 882 dalam keadaan tragis. Sumber-sumber sejarah mencatat bahwa ia kemungkinan dibunuh, menjadikannya salah satu Paus pertama yang wafat akibat kekerasan. Beberapa catatan menyebutkan bahwa ia diracun, sementara yang lain mengatakan bahwa ia dipukul hingga tewas setelah racunnya gagal bekerja. Motif di balik pembunuhan ini tetap menjadi misteri, tetapi diduga berkaitan dengan intrik politik dan konflik internal Gereja.
Warisan dan Signifikansi
Meskipun menghadapi berbagai tantangan, Yohanes VIII dikenang sebagai seorang Paus yang teguh dalam memimpin Gereja pada masa krisis. Ia menunjukkan keberanian dalam melindungi Roma, kebijaksanaan dalam diplomasi, dan ketegasan dalam menegakkan hukum Gereja. Masa kepemimpinannya menjadi pengingat akan pentingnya kesetiaan kepada Allah di tengah ancaman duniawi.
Sebagai salah satu Paus pertama yang wafat akibat pembunuhan, Yohanes VIII juga menjadi simbol perjuangan Gereja untuk mempertahankan eksistensinya di tengah ketidakpastian. Gereja Katolik mengenangnya sebagai seorang gembala yang setia, meskipun hidupnya berakhir dengan cara yang tragis.
Bibliografi
- ↑ Mann, Horace. "Pope John VIII." The Catholic Encyclopedia Vol. 8. New York: Robert Appleton Company, 1910. retrieved 10 June 2007.
- Balan, Pietro (1880). Il pontificato di Giovanni VIII (dalam bahasa Italia). Roma: Tip. di Roma.
- Cariello, Nicola (2002). Giovanni VIII: papa medioevale (872-882). Studi e documenti, 19 (dalam bahasa Italia). Roma: Edilazio. ISBN 978-88-87485-34-9.
- Dvornik, Francis (1948). The Photian Schism: History and Legend. Cambridge, UK: Cambridge University Press.
- Ostrogorsky, George (1956). History of the Byzantine State. Oxford: Basil Blackwell.
- Siecienski, Anthony Edward (2010). The Filioque: History of a Doctrinal Controversy. Oxford University Press. ISBN 9780195372045.
- O'Malley, John W. (2009). A History of the Popes: From Peter to the Present. Government Institutes. ISBN 9781580512299.
- Goldberg, Eric Joseph (2006). Struggle for Empire: Kingship and Conflict Under Louis the German, 817-876. Cornell University Press. ISBN 080143890X.
- Curta, Florin (2006). Southeastern Europe in the Middle Ages, 500-1250. Cambridge University Press. ISBN 0521815398.
- Kreutz, Barbara M. (1996). Before the Normans: Southern Italy in the Ninth and Tenth Centuries. University of Pennsylvania Press.
Bacaan dan Referensi
- Fred E. Engreen, "Pope John the Eighth and the Arabs," Speculum, 20 (1945), pp. 318–30
- Mann, Horace. "Pope John VIII." The Catholic Encyclopedia Vol. 8. New York: Robert Appleton Company, 1910. retrieved 10 June 2007.
- Goldberg 2006, pp. 300, 319.
- Kreutz 1996, p. 57.
- Goldberg 2006, p. 319.
- O'Malley 2009, p. 79.
Pranala luar
- (Inggris)Paus Yohanes VIII di Find a Grave
- Opera Omnia by Migne Patrologia Latina with analytical indexes
- Templat:Geschichtsquellen Person
- (Jerman)Paus Yohanes VIII dalam katalog Perpustakaan Nasional Jerman
- Profile, Enciclopedia dei Papi; accessed 27 August 2016.(dalam bahasa Italia)
| Didahului oleh: Adrianus II |
Paus 872 – 882 |
Diteruskan oleh: Marinus I |
Artikel bertopik Paus dalam Gereja Katolik Roma ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya. |