Rabu, 21 Oktober 2026
15:46 WIB
TERKINI
Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama

Paus Pelagius I

Paus Gereja Katolik dari tahun 556 hingga 561

Bagikan:
Head of the Catholic Church from 556 to 561Templat:SHORTDESC:Head of the Catholic Church from 556 to 561

Pelagius I
Uskup Roma
GerejaGereja Katolik
Awal masa kepausan
16 April 556
Akhir masa kepausan
3 Maret 561
PendahuluVigilius
PenerusYohanes III
Informasi pribadi
Lahirc. 500
Roma, Kerajaan Ostrogotik
Meninggal3 Maret 561
Roma, Kekaisaran Romawi Timur
Paus lainnya yang bernama Pelagius

Paus Pelagius I (meninggal 3 Maret 561) adalah uskup Roma dari tanggal 16 April 556 hingga kematiannya pada tanggal 3 Maret 561.[1] Pelagius I, mantan apocrisiarius untuk Konstantinopel, terpilih sebagai paus sebagai kandidat Kaisar Yustinianus I, sebutan yang tidak diterima dengan baik di Gereja Barat. Sebelum menjadi Paus, ia menentang upaya Justinian untuk mengutuk "Tiga Bab" guna mendamaikan faksi-faksi teologis di dalam Gereja, tetapi kemudian mengadopsi posisi Justinian.

Latar Belakang Kehidupan

Pelagius I adalah putra seorang bangsawan Romawi bernama Yohanes yang menjabat sebagai pejabat tinggi dalam pemerintahan Kekaisaran Romawi Timur. Berkat latar belakang keluarganya, Pelagius mendapatkan pendidikan yang luas, terutama dalam bidang hukum dan teologi. Ia menjadi seorang diakon di Roma pada masa pemerintahan Paus Agapitus I, dan reputasinya sebagai penasihat yang bijaksana segera menarik perhatian banyak pihak.

Pada tahun 536, Pelagius mengikuti Paus Agapitus I ke Konstantinopel. Di sana, ia memainkan peran penting dalam membela doktrin ortodoksi melawan ajaran sesat Monofisitisme yang berkembang di Timur.

Karier Sebelum Kepausan

Pelagius I adalah seorang diplomat yang berbakat. Ia ditunjuk sebagai nuncio (duta besar kepausan) untuk Konstantinopel, di mana ia menjalin hubungan dengan Kaisar Yustinianus I. Pada masa itu, ia membantu menegosiasikan berbagai masalah teologis dan politik antara Gereja Barat dan Gereja Timur.

Ketika Roma dikepung oleh pasukan Ostrogoth pada tahun 546, Pelagius bertindak sebagai mediator antara Raja Totila dan umat Kristen Roma. Ia berhasil mencegah penghancuran kota dan melindungi banyak penduduk dari kekerasan.

Pemilihan dan kontroversi kepausan

Pelagius I terpilih menjadi paus pada masa yang penuh gejolak. Setelah kematian Paus Vigilius, Pelagius dipilih dengan dukungan Kaisar Yustinianus I, meskipun tanpa proses pemilihan yang jelas.

Namun, pemilihannya menimbulkan kontroversi karena banyak pihak menuduhnya mendukung kebijakan Kaisar dalam Tiga Bab (Tiga Naskah). Tiga Bab adalah kumpulan tulisan yang dikutuk oleh Konsili Konstantinopel II (553) karena dianggap menyesatkan secara teologis. Sebagian besar uskup Barat menolak pengutukan ini, sehingga terjadi perpecahan gerejawi. Pelagius mencoba meredakan konflik dengan menyerukan persatuan, tetapi penolakannya untuk mengutuk secara tegas kebijakan kaisar membuatnya kehilangan dukungan dari beberapa wilayah di Barat, terutama di Afrika Utara dan Galia.

Ada jarak hampir setahun semenjak kematian Vigilius dengan diangkatnya Pelagius I sebagai paus pada April 556. Ketika ia tiba di Roma, ia kesulitan menemukan uskup yang akan mengangkatnya. Uskup Ostia, yang punya hak dan tanggungjawab untuk memimpin konsekrasi paus, menolak melakukannya. Ketika upacara pengangkatan akhirnya dilakukan, Uskup Ostia hanya diwakili oleh seorang presbiter. Pengangkatan paus yang tertunda ini menjadi hal yang wajar selama hampir 2 abad, hingga masa Gregorius III. Para paus yang terpilih pada masa ini berpikir perlu untuk mendapatkan persetujuan dari kaisar di Konstantinopel.[2]

Kepemimpinan Gereja

Sebagai paus, Pelagius I berusaha memperkuat otoritas kepausan dan menyelesaikan konflik yang terjadi di dalam Gereja. Beberapa kebijakannya meliputi:

  1. Reformasi Liturgi dan Administrasi: Pelagius memperbarui tata liturgi Gereja dan memperkuat disiplin di kalangan klerus. Ia menekankan pentingnya kehidupan suci di antara para imam dan memulihkan tatanan gerejawi yang rusak akibat perang dan konflik.
  2. Pemulihan Properti Gereja: Dalam upaya memperbaiki kondisi keuangan Gereja, Pelagius mengembalikan properti gerejawi yang dirampas selama invasi Ostrogoth. Ia juga mendukung pembangunan kembali gereja-gereja yang hancur.
  3. Upaya Menyelesaikan Skisma: Pelagius mengirim utusan ke berbagai wilayah untuk berdialog dengan para uskup yang menolak otoritasnya. Ia menyerukan kesetiaan kepada Roma sebagai pusat persatuan Gereja, tetapi upayanya tidak selalu berhasil.

Hubungan dengan Kekaisaran Bizantium

Pelagius memiliki hubungan yang kompleks dengan Kaisar Yustinianus I. Di satu sisi, ia berusaha mendukung kebijakan Kaisar untuk menjaga kesatuan Gereja. Di sisi lain, ia menghadapi tekanan politik yang besar karena ketidakpuasan uskup-uskup Barat terhadap kebijakan Bizantium. Meskipun demikian, ia tetap berusaha untuk mempertahankan keseimbangan antara ketaatan kepada Kaisar dan kemandirian Gereja Roma.

Kematian dan Warisan

Pelagius I meninggal pada tanggal 4 Maret 561 dan dimakamkan di Basilika Santo Petrus, Roma. Warisannya sebagai paus tetap kontroversial. Beberapa pihak memujinya karena dedikasi dan usahanya menjaga persatuan Gereja dalam masa yang sulit. Namun, yang lain mengkritiknya karena dianggap terlalu tunduk kepada Kekaisaran Bizantium.

Pelagius I dikenang sebagai seorang pemimpin yang penuh semangat, tetapi ia menghadapi tantangan besar yang membuat pemerintahannya dipenuhi konflik dan ketegangan. Ia adalah simbol dari pergumulan Gereja dengan otoritas kekaisaran dan konflik teologis pada abad ke-6.

Didahului oleh:
Vigilius
Paus
556 – 561
Diteruskan oleh:
Yohanes III

Referensi

  1. ↑ 20px-Wikisource-logo.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Herbermann, Charles, ed. (1911). Catholic Encyclopedia. New York: Robert Appleton Company.{{cite encyclopedia}}: |title= tidak ada atau kosong
  2. ↑ Walsh 2003, hlm. 28.

Daftar pustaka

Abad ke-1
s.d. ke-4
Abad ke-5
s.d. ke-8
Abad ke-9
s.d. ke-12
Abad ke-13
s.d. ke-16
Abad ke-17
s.d. ke-20
Abad ke-21
Sejarah
Zaman Klasik dan
Abad Pertengahan Awal
Abad Pertengahan
Puncak dan Akhir
Zaman Modern
Awal dan Puncak
Ikon rintisan

Artikel bertopik Paus dalam Gereja Katolik Roma ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan