Kamis, 22 Oktober 2026
01:43 WIB
TERKINI
Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Tuba Barat Tulangbawang Barat Unggul dalam Penanggulangan TBC, Lampaui Target Provinsi Bandar Lampung Prioritas Keselamatan Terabaikan: Akses Rumah Aman Korban KDRT di Lampung Lampung Tengah Gerebek Dua Lokasi, Polres Lampung Tengah Tangkap Pengedar Sabu 7,40 Gram Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama
Paus Bonifasius I

Paus Bonifasius I

Paus Gereja Katolik dari tahun 418 hingga 422

Bagikan:
Head of the Catholic Church from 418 to 422Templat:SHORTDESC:Head of the Catholic Church from 418 to 422
"Bonifasius I" beralih ke halaman ini. Untuk kegunaan lain, lihat Bonifasius I (disambiguasi).

Bonifasius I
Uskup Roma
250px-H._Augustinus_met_brandend_hart_Titelpagina_voor_Cornelius_Jansenius%2C_Augustinus%2C_Leuven%2C_1640%2C_RP-P-OB-6932%28cropped2%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ukiran karya Cornelis Galle yang Tua, sekitar tahun 1640.
GerejaGereja Katolik
Awal masa kepausan
29 Desember 418
Akhir masa kepausan
4 September 422
PendahuluZosimus
PenerusSelestinus I
Informasi pribadi
LahirRoma, Italia, Kekaisaran Romawi
Meninggal4 September 422
Roma, Italia, Kekaisaran Romawi Barat
Pasangan hidup
nama tidak diketahui
Orang kudus
Hari peringatan25 Oktober
VenerasiGereja Katolik, Gereja Ortodoks Timur, Ortodoks Oriental
Paus lainnya yang bernama Bonifasius

Paus Bonifasius I (Latin: Bonifatius I; 4 September 422) adalah uskup Roma dari tanggal 28 Desember 418 hingga kematiannya pada tanggal 4 September 422. Pemilihannya sebagai Paus sebelum tahun 1059 diperselisihkan oleh para pendukung Antipaus Eulalius hingga perselisihan tersebut diselesaikan oleh Kaisar Honorius. Bonifasius aktif dalam menjaga disiplin gereja, dan ia mengembalikan hak istimewa tertentu kepada keuskupan-keuskupan metropolit Narbonne dan Vienne, membebaskan mereka dari segala bentuk ketundukan pada kekuasaan utama Arles. Ia adalah seorang sezaman dengan Agustinus dari Hippo, yang mendedikasikan beberapa karyanya kepadanya.

Kehidupan Awal

Bonifasius dilahirkan di Roma, Italia, pada tahun yang tidak tercatat secara pasti, namun diyakini sebelum pertengahan abad ke-4. Ia adalah putra dari seorang imam bernama Jocundus, yang mendidiknya dalam iman yang kudus. Bonifasius dikenal sejak masa mudanya sebagai seorang yang rendah hati, bijaksana, dan penuh kasih terhadap orang-orang miskin dan tertindas. Ia melayani Gereja dalam berbagai kapasitas, menunjukkan kesetiaannya kepada Kristus dan panggilan pelayanan-Nya.

Terpilih Menjadi Paus

Setelah wafatnya Paus Zosimus pada tanggal 26 Desember 418, Gereja mengalami perpecahan dalam pemilihan pengganti. Dua pihak yang bersaing mendukung calon yang berbeda: Bonifasius dan Eulalius. Meskipun Eulalius sempat dinyatakan sebagai Paus oleh sebagian kelompok, Kaisar Honorius, yang saat itu memerintah Kekaisaran Romawi Barat, akhirnya menetapkan Bonifasius sebagai Paus yang sah. Pemilihan ini mengakhiri skisma singkat yang mengguncang Gereja.

Bonifasius kemudian ditahbiskan secara resmi pada tanggal 28 Desember 418. Ia segera berupaya memulihkan kesatuan Gereja dan memperbaiki hubungan dengan komunitas-komunitas Kristen yang sempat terguncang akibat konflik tersebut.

Kepemimpinan dan Pelayanan

Sebagai Paus, Bonifasius menghadapi tantangan besar dalam menjaga kemurnian ajaran iman di tengah-tengah munculnya ajaran-ajaran sesat, seperti Pelagianisme. Pelagianisme adalah sebuah ajaran yang menyangkal kebutuhan akan rahmat Allah untuk keselamatan, dan Bonifasius dengan tegas menolaknya.

Ia mendukung keputusan Konsili Kartago (418), yang mengutuk Pelagianisme dan menegaskan doktrin tentang dosa asal serta pentingnya rahmat Allah dalam keselamatan umat manusia. Dalam kepemimpinannya, Bonifasius menunjukkan keberanian untuk menegakkan kebenaran, meskipun menghadapi perlawanan dari pihak-pihak tertentu.

Selain itu, Bonifasius juga dikenal sebagai seorang gembala yang penuh kasih. Ia memberikan perhatian besar terhadap kesejahteraan umat, terutama mereka yang miskin dan terpinggirkan. Ia menginstruksikan para imam untuk melayani dengan hati yang tulus dan mengarahkan umat kepada Kristus, Sang Gembala Agung.

Wafat dan Warisan

Paus Bonifasius I wafat pada tanggal 4 September 422 di Roma. Ia dimakamkan di pemakaman Santo Feliks dan Santo Adauktus di Via Ostiensis, dekat makam Santo Paulus. Warisannya tetap hidup melalui komitmennya untuk menjaga kesatuan Gereja dan melindungi ajaran iman dari ancaman ajaran sesat.

Kehidupan dan pelayanan Bonifasius I mencerminkan panggilan Kristus kepada para pemimpin Gereja untuk menjadi gembala yang baik, yang memberikan hidupnya bagi domba-domba-Nya (Yohanes 10:11). Gereja mengenang Bonifasius sebagai seorang Paus yang setia kepada Kristus dan umat-Nya, bahkan di tengah-tengah badai perpecahan dan tantangan iman

Pengakuan dalam Gereja

Paus Bonifasius I dihormati sebagai seorang pemimpin yang saleh dan penuh integritas. Ia tidak secara resmi dikanonisasi sebagai santo, tetapi ia dikenang dengan hormat sebagai seorang gembala yang setia dalam tradisi Gereja Katolik.

Didahului oleh:
Zosimus
Paus
418 - 422
Diteruskan oleh:
Selestinus I
Abad ke-1
s.d. ke-4
Abad ke-5
s.d. ke-8
Abad ke-9
s.d. ke-12
Abad ke-13
s.d. ke-16
Abad ke-17
s.d. ke-20
Abad ke-21
Sejarah
Zaman Klasik dan
Abad Pertengahan Awal
Abad Pertengahan
Puncak dan Akhir
Zaman Modern
Awal dan Puncak

Referensi

  • Brown, Peter. The Rise of Western Christendom: Triumph and Diversity, A.D. 200-1000.
  • Kelly, J. N. D. The Oxford Dictionary of Popes.
  • Mann, Horace K. The Lives of the Popes in the Early Middle Ages.
  • Schaff, Philip. History of the Christian Church, Volume III.
Ikon rintisan

Artikel bertopik Paus dalam Gereja Katolik Roma ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan