Rabu, 28 Oktober 2026
20:04 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK

Paus Silvester III

Kepala Gereja Katolik pada tahun 1045

Bagikan:

Silvester III
Uskup Roma
GerejaGereja Katolik
Awal masa kepausan
20 Januari 1045
Akhir masa kepausan
10 Maret 1045
PendahuluBenediktus IX
PenerusBenediktus IX
Informasi pribadi
Nama lahirGiovanni dei Crescenzi Ottaviani
Lahirc. 1000
Roma, Negara Kepausan, Kekaisaran Romawi Suci
MeninggalOktober 1063 (umur 63 tahun)
Sabina, Negara Kepausan, Kekaisaran Romawi Suci
Paus lainnya yang bernama Silvester

Paus Silvester III (c. 1000 – Oktober 1063), lahir Yohanes (Italia: Giovanni) di Roma, menjabat sebagai uskup Roma dan penguasa Negara Kepausan dari 20 Januari hingga 10 Maret 1045.

Latar Belakang

Giovanni dei Crescenzi–Ottaviani berasal dari keluarga bangsawan Romawi yang memiliki pengaruh besar di dalam politik lokal. Sebagai seorang uskup, ia dikenal memiliki hubungan erat dengan keluarga Crescenzi, yang sering terlibat dalam persaingan kekuasaan dengan keluarga Tusculum dan kelompok-kelompok lainnya.

Pada awal abad ke-11, Roma mengalami ketidakstabilan politik yang luar biasa. Paus Benediktus IX, pendahulunya, dikenal sebagai pemimpin yang korup dan tidak bermoral. Pada tahun 1044, Benediktus IX menghadapi perlawanan yang meningkat dari penduduk Roma dan faksi-faksi bangsawan, sehingga ia dipaksa meninggalkan kota tersebut. Dalam kekosongan kekuasaan itu, Giovanni diangkat sebagai Paus dengan nama Silvester III.

Masa Kepausan

Masa jabatan Silvester III sangat singkat, hanya berlangsung selama 49 hari. Ketika ia dilantik sebagai Paus, Benediktus IX tidak sepenuhnya menyerahkan klaimnya atas Tahta Suci. Pada bulan Maret 1045, Benediktus IX kembali ke Roma dengan dukungan militer dan berhasil merebut kembali kendali atas Tahta Suci. Silvester III kemudian dipaksa mundur, dan Benediktus IX kembali menjabat sebagai Paus.

Pasca-Penggulingan

Setelah digulingkan, Silvester III kembali ke wilayah keuskupannya di Sabina. Namun, ia tetap dianggap sebagai salah satu dari tiga paus yang bersaing pada masa itu, bersama Benediktus IX dan Paus Gregorius VI. Dalam konsili-konsili berikutnya, kepausannya dianggap sebagai tidak sah (antipaus) oleh beberapa pihak. Meski demikian, beberapa catatan menyebutkan bahwa ia tetap mempertahankan gelarnya sebagai Uskup Sabina hingga akhir hayatnya.

Kontroversi dan Warisan

Masa kepausan Silvester III mencerminkan ketegangan besar antara kekuatan politik dan spiritual di Gereja Katolik pada abad ke-11. Ia sering dianggap sebagai korban dari intrik-intrik politik yang melibatkan keluarga-keluarga bangsawan Roma. Meski ia tidak meninggalkan warisan teologis atau administratif yang signifikan, namanya tetap tercatat dalam daftar resmi Paus.

Gelar Silvester III sering diperdebatkan oleh para sejarawan gereja. Sebagian melihatnya sebagai seorang paus sah yang masa jabatannya terlalu singkat untuk meninggalkan dampak, sementara yang lain menganggapnya sebagai antipaus karena ia diangkat melalui campur tangan politik.

Kematian

Tidak ada catatan pasti mengenai tanggal kematian Silvester III. Ia diperkirakan meninggal beberapa tahun setelah digulingkan, kemungkinan besar pada sekitar tahun 1062. Kehidupan pasca-kepausannya lebih banyak dihabiskan sebagai Uskup Sabina.

Didahului oleh:
Benediktus IX
Paus
1045 – 1045
Diteruskan oleh:
Benediktus IX

Referensi

  • Kelly, J.N.D., The Oxford Dictionary of Popes.
  • Mann, Horace K., The Lives of the Popes in the Early Middle Ages.
  • Schaff, Philip, History of the Christian Church.
Abad ke-1
s.d. ke-4
Abad ke-5
s.d. ke-8
Abad ke-9
s.d. ke-12
Abad ke-13
s.d. ke-16
Abad ke-17
s.d. ke-20
Abad ke-21
Sejarah
Zaman Klasik dan
Abad Pertengahan Awal
Abad Pertengahan
Puncak dan Akhir
Zaman Modern
Awal dan Puncak
Ikon rintisan

Artikel bertopik Paus dalam Gereja Katolik Roma ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan