Selasa, 06 Oktober 2026
17:06 WIB
TERKINI
Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Direktur RSUDAM Imam Ghozali Tanggapi Isu Mutasi: Siap Mengabdi Sesuai Kompetensi Lampung Timur Ceceran Minyak Misterius Kembali Cemari Pantai Cemara Lampung Timur Bandar Lampung Mendiktisaintek Brian Yuliarto Optimis Itera Jadi Institut Teknologi Terbaik Asia Tenggara Hukum Pengiriman 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Terbongkar di Tol Tulang Bawang Hiburan No Na Kibarkan Merah Putih: Video Musik 'Work' Tembus UK Music Video Awards 2026 Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Direktur RSUDAM Imam Ghozali Tanggapi Isu Mutasi: Siap Mengabdi Sesuai Kompetensi Lampung Timur Ceceran Minyak Misterius Kembali Cemari Pantai Cemara Lampung Timur Bandar Lampung Mendiktisaintek Brian Yuliarto Optimis Itera Jadi Institut Teknologi Terbaik Asia Tenggara Hukum Pengiriman 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Terbongkar di Tol Tulang Bawang Hiburan No Na Kibarkan Merah Putih: Video Musik 'Work' Tembus UK Music Video Awards 2026 Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan
Paus Lusius I

Paus Lusius I

Paus Gereja Katolik dari tahun 253 hingga 254

Bagikan:
Head of the Catholic Church from 253 to 254Templat:SHORTDESC:Head of the Catholic Church from 253 to 254

Lusius I
Uskup Roma
250px-Fresco_of_Pope_Lucius_I_-_Basilica_of_Saint_Paul_Outside_the_Walls_%28Before_1823%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Lukisan dinding yang awalnya terletak di Basilika Santo Paulus di Luar Tembok, sekitar tahun 450
GerejaGereja Katolik
Awal masa kepausan
25 Juni 253
Akhir masa kepausan
5 Maret 254
PendahuluKornelius
PenerusStefanus I
Informasi pribadi
LahirRoma, Italia, Kekaisaran Romawi
Meninggal5 Maret 254
Roma, Italia, Kekaisaran Romawi
Orang tuaPorphyrianus
Orang kudus
Hari peringatan5 Maret
VenerasiKatolik
Ortodoks Timur
Paus lainnya yang bernama Lusius

Paus Lusius I (meninggal 5 Maret 254) adalah uskup Roma dari tanggal 25 Juni 253 hingga kematiannya pada tanggal 5 Maret 254. Ia diasingkan segera setelah penahbisannya, tetapi memperoleh izin untuk kembali. Ia secara keliru diklasifikasikan sebagai martir dalam penganiayaan oleh Kaisar Valerian, yang baru dimulai setelah kematian Lusius.

Kehidupan Awal

Lusius lahir di Roma pada awal abad ke-3. Sedikit yang diketahui tentang masa mudanya, tetapi ia diperkirakan berasal dari keluarga Kristen yang saleh. Ia menerima pendidikan agama yang mendalam, sehingga dikenal karena kebijaksanaan dan keteguhan imannya. Sebelum menjadi Paus, Lusius adalah seorang imam yang melayani umat dengan penuh kasih dan ketekunan.

Pemilihan Sebagai Paus

Setelah wafatnya Paus Kornelius, Gereja berada dalam keadaan sulit akibat penganiayaan yang dilakukan oleh Kaisar Trebonianus Gallus dan kemudian Kaisar Valerianus. Lusius dipilih sebagai Paus dalam suasana penuh ketegangan, karena umat Kristen harus berkumpul secara diam-diam untuk menghindari penganiayaan. Pemilihannya sebagai Paus dianggap sebagai tanda persatuan dan harapan bagi Gereja yang menderita.

Kepemimpinan Gereja

Sebagai Paus, Lusius I dikenal karena kebijaksanaannya dalam menangani tantangan-tantangan besar yang dihadapi Gereja, termasuk:

Melawan Ajaran Sesat

Lusius melanjutkan perjuangan Paus Kornelius melawan ajaran Novatianisme, sebuah sekte yang menolak menerima kembali orang-orang yang telah meninggalkan iman selama penganiayaan. Dalam surat-suratnya kepada para uskup dan umat, Lusius menekankan pentingnya belas kasihan Allah serta panggilan Gereja untuk memulihkan mereka yang bertobat.

Mendukung Para Martir

Lusius memberikan perhatian besar kepada umat Kristen yang ditangkap dan dianiaya karena iman mereka. Ia mengirimkan dukungan rohani dan material kepada mereka yang dipenjara, serta menghibur keluarga-keluarga mereka.

Menjaga Kesatuan Gereja

Lusius dikenal sebagai seorang pemimpin yang mengutamakan persatuan di tengah ancaman perpecahan. Ia menulis banyak surat yang mendorong para uskup untuk tetap teguh dalam iman dan menghindari konflik internal.

Penganiayaan di Masa Pemerintahannya

Pada masa pemerintahan Kaisar Valerianus, penganiayaan terhadap umat Kristen semakin meningkat. Lusius sendiri sempat ditangkap dan diasingkan untuk waktu yang singkat. Namun, ia berhasil kembali ke Roma, di mana ia melanjutkan pelayanannya hingga akhir hayatnya.

Pengaruh Jangka Panjang

Meskipun kepausannya singkat, Lusius meninggalkan warisan yang berharga bagi Gereja, khususnya dalam hal belas kasihan kepada para pendosa dan dukungannya terhadap persatuan umat. Ajarannya menjadi landasan bagi penggembalaan para penerusnya, yang terus menghadapi tantangan besar selama abad-abad berikutnya.

Peninggalan

Relikui Paus Lusius I kini disimpan di Basilika Santo Petrus di Roma. Namanya terus dihormati sebagai teladan seorang gembala yang rendah hati tetapi penuh keberanian dalam menghadapi masa-masa sulit.

Referensi

  • Chapman, John. "The Early Popes." Oxford University Press, 1911.
  • Duffy, Eamon. "Saints and Sinners: A History of the Popes." Yale University Press, 1997.
  • Kelly, J.N.D. "The Oxford Dictionary of Popes." Oxford University Press, 1986.
Didahului oleh:
Kornelius
Paus
253 -254
Diteruskan oleh:
Stefanus I
Abad ke-1
s.d. ke-4
Abad ke-5
s.d. ke-8
Abad ke-9
s.d. ke-12
Abad ke-13
s.d. ke-16
Abad ke-17
s.d. ke-20
Abad ke-21
Sejarah
Zaman Klasik dan
Abad Pertengahan Awal
Abad Pertengahan
Puncak dan Akhir
Zaman Modern
Awal dan Puncak
Ikon rintisan

Artikel bertopik Paus dalam Gereja Katolik Roma ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan