Selasa, 20 Oktober 2026
17:24 WIB
TERKINI
Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari
Trebonianus Gallus

Trebonianus Gallus

Kaisar Romawi yang memerintah dari Juni 251 M hingga Agustus 253 M

Bagikan:
Trebonianus Gallus
250px-Ritratto_di_trebonianno_gallo_III_sec._dc._01.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bust of Trebonianus Gallus
Joint 36th Emperor of the Roman Empire
Berkuasa251 (bersama Hostilian);
251–53 (bersama Volusianus)
PendahuluDecius and Herennius Etruscus
PenerusAemilianus
Lahir206
Italy
MeninggalAgustus 253 (umur 47)
Interamna
Istri
KeturunanGaius Vibius Volusianus, Vibia Galla
Nama lengkap
Gaius Vibius Afinius Trebonianus Gallus
(Dari nama lahirnya);
Caesar Gaius Vibius Afinius Trebonianus Gallus Augustus (Sebagai keluarga kerajaan)
DinastiSenatorial family

Trebonianus Gallus (Lahir: 206 M, Perugia, Italia - Meninggal: Agustus 253 M, Interamna Nahars, Italia) adalah seorang Kaisar Romawi yang memerintah dari Juni 251 M hingga Agustus 253 M. Ia naik takhta setelah kematian Kaisar Decius dalam pertempuran melawan bangsa Goth, tetapi pemerintahannya diwarnai oleh serangkaian krisis internal dan eksternal yang melemahkan Kekaisaran Romawi.

Kehidupan Awal

Trebonianus Gallus dilahirkan dengan nama lengkap Gaius Vibius Trebonianus Gallus di kota Perugia (Italia modern) pada tahun 206 M. Ia berasal dari keluarga bangsawan lokal Etruria, dan kariernya dalam pemerintahan dimulai dengan berbagai jabatan administratif dan militer di provinsi-provinsi Romawi.

Gallus menikah dengan Afinia Gemina Baebiana, seorang wanita dari keluarga bangsawan Romawi. Dari pernikahan ini, lahir dua anak: Gaius Vibius Volusianus, yang kemudian menjadi rekan-kaisar, dan seorang anak perempuan yang namanya tidak tercatat dalam sejarah.

Karier Militer dan Politik

Sebelum menjadi kaisar, Gallus dikenal sebagai gubernur yang kompeten di berbagai provinsi, termasuk Moesia dan Germania Inferior. Ia memiliki reputasi sebagai pemimpin militer yang tangguh, meskipun tidak memiliki bakat strategis seperti beberapa pendahulunya. Kariernya mendapat sorotan ketika ia diangkat menjadi gubernur Moesia Superior, provinsi yang berhadapan langsung dengan ancaman suku-suku barbar.

Pada masa pemerintahan Kaisar Decius, Gallus bertugas menjaga perbatasan Danube dari invasi Goth. Kinerjanya di wilayah ini menarik perhatian kaisar, meskipun akhirnya justru menjadi pemicu kenaikannya ke takhta setelah kematian Decius.

Pemerintahan

Kenaikan Takhta

Trebonianus Gallus naik takhta setelah Decius dan putranya, Herennius Etruscus, tewas dalam Pertempuran Abrittus melawan bangsa Goth pada tahun 251 M. Para prajurit di medan perang mengangkat Gallus sebagai kaisar karena keputusannya yang dianggap pragmatis dalam menghadapi krisis.

Sebagai kaisar, langkah pertama Gallus adalah berdamai dengan bangsa Goth. Ia menyetujui perjanjian yang kontroversial, memberikan mereka penghormatan tahunan (tributum) dan izin untuk kembali ke wilayah Romawi. Keputusan ini dikritik oleh senat dan rakyat Roma, tetapi Gallus menganggapnya sebagai langkah untuk menjaga stabilitas.

330px-MMA_bronze_03.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bronze Gallus berasal dari waktu pemerintahannya sebagai Kaisar Romawi , satu-satunya yang masih ada dengan ukuran penuh dekat lengkap perunggu Romawi abad ke 3 (Metropolitan Museum of Art)[1]

Krisis Wabah dan Ketidakstabilan Internal

Salah satu tantangan terbesar selama pemerintahannya adalah wabah penyakit yang dikenal sebagai Wabah Cyprianus. Wabah ini menyebabkan kehancuran besar di seluruh Kekaisaran Romawi, melemahkan ekonomi, dan memicu kerusuhan sosial. Gallus mencoba mengatasi krisis ini dengan mendirikan tempat perawatan dan memberikan bantuan pangan, tetapi upayanya tidak cukup untuk meredakan kemarahan rakyat.

Di sisi politik, Gallus menunjuk putranya, Volusianus, sebagai rekan-kaisar untuk memperkuat legitimasinya. Namun, pemerintahannya terus diguncang oleh ancaman pemberontakan di berbagai wilayah, termasuk pemberontakan Aemilianus, gubernur Moesia Superior.

Kematian

Pada tahun 253 M, Aemilianus memproklamirkan dirinya sebagai kaisar setelah berhasil meraih kemenangan militer melawan bangsa Goth. Pasukan Gallus yang tidak puas dengan pemerintahannya beralih kesetiaan kepada Aemilianus. Dalam pertempuran di dekat Interamna Nahars, Gallus dan Volusianus dibunuh oleh prajurit mereka sendiri.

Referensi

  1. Aurelius Victor, De Caesaribus
  2. Zosimus, Historia Nova
  3. Jones, A. H. M., The Later Roman Empire
  4. "Trebonianus Gallus." Encyclopaedia Britannica.
  5. Grant, Michael, The Roman Emperors: A Biographical Guide to the Rulers of Imperial Rome.

Catatan

Bray, John. Gallienus: A Study in Reformist and Sexual Politics, Wakefield Press, 1997. ISBN 1-86254-337-2

  • Bowman Alan K., Garnsey Peter, Cameron Averil (ed.). The Cambridge Ancient History: The Crisis of Empire, A.D. 193–337, Cambridge University Press, 2005. ISBN 0-521-30199-8.
  • Potter, David S. The Roman Empire at Bay AD 180–395, Routledge, 2004. ISBN 0-415-10058-5.

Pranala luar

Gelar kebangsawanan
Didahului oleh:
Decius
Roman Emperor
251–253
Menjabat bersama dengan: Hostilian (251) and Volusianus (251–253)
Diteruskan oleh:
Aemilianus
Jabatan politik
Didahului oleh:
Decius,
Herennius Etruscus
Consul of the Roman Empire
252
bersama dengan Volusianus
Diteruskan oleh:
Volusianus,
Lucius Valerius Poplicola Balbinus Maximus
Principatus
27 SM – 235 M
Krisis
235–284
Dominatus
284–395
Romawi Barat
395–480
Romawi Timur
Bizantium

395–1204
Kekaisaran Nicea
1204–1261
Romawi Timur
Bizantium

1261–1453
Huruf cetak miring menunjukkan seorang rekan-kaisar, sedangkan yang digaris bawahi menunjukkan seorang perampas kekuasaan. Lihat pula: Kerajaan Romawi
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan