Selasa, 27 Oktober 2026
00:49 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung
Flavius Claudius Julianus

Flavius Claudius Julianus

Kaisar Romawi yang memerintah dari tahun 361 hingga 363

Bagikan:
Infobox orangFlavius Claudius Julianus
330px-Gold_Solidus_of_Julian_the_Apostate%2C_Sirmium.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Suntingan nilai di Wikidata
Biografi
Kelahiran17 November 331 Suntingan nilai di Wikidata
Konstantinopel Suntingan nilai di Wikidata
Kematian26 Juni 363 Suntingan nilai di Wikidata (31 tahun)
Mesopotamia Suntingan nilai di Wikidata
Tempat pemakamanTarsus Suntingan nilai di Wikidata
Konsul Romawi
363 – Juni 363 (kematian)
Bersama dengan: Flavius Sallustius (en) Terjemahkan
Tribunus plebis
Februari 360 – Juni 363 (masa kerja)
Pontifex Maximus
Februari 360 – Juni 363
Augustus
Februari 360 – Juni 363
40px-Vexilloid_of_the_Roman_Empire.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Kaisar Romawi
Februari 360 (Kalender Masehi Gregorius) – Juni 363
← Konstantius II – Yovianus →
Konsul Romawi
360 – 360 (masa kerja)
Bersama dengan: Konstantius II
Konsul Romawi
357 – 357 (masa kerja)
Bersama dengan: Konstantius II
Konsul Romawi
356 – 356 (masa kerja)
Bersama dengan: Konstantius II
Caesar
6 November 355 – Juni 363
Ancient Roman senator (en) Terjemahkan
Suntingan nilai di Wikidata
Kegiatan
Pekerjaanpolitikus,filsuf,penulis Suntingan nilai di Wikidata
PeriodeLow Roman Empire (en) Terjemahkan dan Byzantine Egypt (en) Terjemahkan Suntingan nilai di Wikidata
Murid dariMaximus of Ephesus (en) Terjemahkan dan Nicocles (en) Terjemahkan Suntingan nilai di Wikidata
KonflikBattle of Strasbourg (en) Terjemahkan dan Julian's Persian expedition (en) Terjemahkan Suntingan nilai di Wikidata
Karya kreatif
Karya terkenal
Lain-lain
Gelar bangsawanAugustus Kesalahan: waktu tidak sah. – Kesalahan: waktu tidak sah. (Kesalahan: waktu tidak sah. – Kesalahan: waktu tidak sah.)
Caesar Kesalahan: waktu tidak sah. – Kesalahan: waktu tidak sah. (Kesalahan: waktu tidak sah. – Kesalahan: waktu tidak sah.) Suntingan nilai di Wikidata
KeluargaDinasti Konstantinian Suntingan nilai di Wikidata
Pasangan nikahHelena Suntingan nilai di Wikidata
AnakFlavius (en) Terjemahkan Suntingan nilai di Wikidata
Orang tuaFlavius Iulius Constantius Suntingan nilai di Wikidata, Basilina (en) Terjemahkan Suntingan nilai di Wikidata
Saudaradaughter of Julius Constantius (en) Terjemahkan, Konstantius Gallus dan Julia Galla (en) Terjemahkan Suntingan nilai di Wikidata
KerabatProcopius (second uncle (en) Terjemahkan)
Flavius Iulius Dalmatius (father's brother (en) Terjemahkan)
Flavius Hannibalianus (father's brother (en) Terjemahkan)
Konstantinus Agung (half first cousin (en) Terjemahkan, Ayah mertua)
Konstantius II (half first cousin (en) Terjemahkan, brother-in-law (en) Terjemahkan)
Helena (half first cousin (en) Terjemahkan)
Fausta (ibu mertua)
Hannibalianus (sepupu laki-laki pertama)
Dalmatius (sepupu laki-laki pertama)
Konstantius Gallus (saudara seayah beda ibu)
Konstantina (sister-in-law (en) Terjemahkan)
Konstantinus II (brother-in-law (en) Terjemahkan)
Konstans (brother-in-law (en) Terjemahkan)
Flavia Yulia Konstantia (bibi dari pihak ayah)
Licinius (spouse's uncle (en) Terjemahkan)
Lisinius II (sepupu laki-laki pertama) Suntingan nilai di Wikidata
Find a Grave: 37038391 Modifica els identificadors a Wikidata

Julianus, juga dikenal sebagai Flavius Claudius Julianus Augustus, adalah Kaisar Romawi yang memerintah dari tahun 361 hingga 363. Lahir pada tanggal 6 November 331 atau 332, Julianus berasal dari dinasti Konstantinian. Ia sering dijuluki sebagai Julianus Sang Murtad (Julian the Apostate) oleh sejarawan Kristen karena upayanya untuk mengembalikan agama dan tradisi pagan Romawi setelah kekristenan menjadi agama utama Kekaisaran Romawi. Masa pemerintahannya yang singkat tetapi signifikan diwarnai oleh reformasi agama, politik, dan militer yang bertujuan untuk memperkuat kekaisaran.

Kehidupan Awal

Julianus lahir di Konstantinopel sebagai putra Julius Konstantius, saudara tiri Konstantinus Agung. Setelah kematian ayahnya dalam pembersihan dinasti oleh keluarga Konstantinian pada tahun 337, Julianus dibesarkan dalam pengawasan ketat. Bersama saudaranya, Gallus, Julianus menghabiskan masa kecilnya dalam isolasi di Nicomedia dan Kapadokia, di mana ia mendapatkan pendidikan yang luas dalam filsafat, sastra, dan agama.

Julianus tertarik pada filsafat Yunani kuno dan sangat terinspirasi oleh ajaran neoplatonisme. Selama masa mudanya, ia belajar di bawah bimbingan para filsuf terkenal seperti Libanius dan Maximus dari Efesus, yang memperkuat minatnya pada tradisi pagan.

Karier Awal

Pada tahun 355, Julianus diangkat sebagai Caesar oleh sepupunya, Kaisar Konstantius II, dan dikirim untuk memimpin pasukan di Galia. Ia membuktikan dirinya sebagai pemimpin militer yang cakap dengan mengalahkan suku-suku Jermanik dalam beberapa pertempuran, termasuk Pertempuran Strasbourg pada tahun 357. Kemenangan ini memperkuat posisinya sebagai tokoh penting dalam kekaisaran.

Keberhasilannya di medan perang menyebabkan ketegangan dengan Konstantius II, yang semakin khawatir dengan popularitas Julianus di kalangan tentara. Ketika Konstantius memerintahkan sebagian besar pasukan Julianus untuk bergabung dengan kampanye di Timur pada tahun 360, para prajurit di Galia memberontak dan memproklamasikan Julianus sebagai Augustus.

Pemerintahan

Naik Takhta

Julianus menjadi penguasa tunggal Kekaisaran Romawi setelah kematian Konstantius II pada tahun 361. Ia memasuki Konstantinopel dengan penuh kemenangan dan segera memulai reformasi besar-besaran.

Reformasi Agama

Julianus berusaha menghidupkan kembali agama-agama tradisional Romawi dan mengurangi pengaruh kekristenan. Ia mencabut hak istimewa yang diberikan kepada gereja Kristen dan mendukung pembangunan kembali kuil-kuil pagan. Julianus juga menulis berbagai karya filosofis yang menyerang teologi Kristen dan mempromosikan nilai-nilai paganisme.

Salah satu proyek ambisiusnya adalah rencana untuk membangun kembali Bait Suci di Yerusalem, tetapi proyek ini terhenti karena berbagai kendala, termasuk bencana alam.

Reformasi Administrasi dan Ekonomi

Julianus menerapkan kebijakan untuk mengurangi korupsi dalam administrasi dan membatasi pengeluaran negara. Ia juga mencoba mempromosikan keadilan sosial dengan memberikan subsidi kepada rakyat miskin dan membatasi kekuasaan pejabat tinggi.

Kebijakan Militer

Sebagai pemimpin militer, Julianus melanjutkan tradisi kaisar sebelumnya dalam memperkuat perbatasan kekaisaran. Pada tahun 363, ia melancarkan kampanye melawan Kekaisaran Sassaniyah di Persia.

Kampanye Persia dan Kematian

Pada tahun 363, Julianus memimpin ekspedisi besar ke Persia dengan tujuan memperluas kekuasaan Romawi di Timur. Awalnya, kampanye ini menunjukkan keberhasilan dengan kemenangan di beberapa pertempuran kecil. Namun, pasukannya mengalami kesulitan logistik, dan pada akhirnya terpaksa mundur.

Selama pertempuran di dekat Ctesiphon, Julianus terluka parah oleh tombak musuh dan meninggal pada 26 Juni 363. Kematian Julianus menandai berakhirnya upaya untuk menghidupkan kembali agama pagan di Kekaisaran Romawi.

Karya Tulis

Julianus adalah penulis yang produktif, dengan banyak karyanya bertahan hingga saat ini. Beberapa di antaranya adalah:

  • Contra Galilaeos
  • Surat-surat kepada teman-temannya dan pejabat Romawi
  • Karya retorika dan filsafat

Referensi

  1. Ammianus Marcellinus. Res Gestae.
  2. Bowersock, G. W. Julian the Apostate. Cambridge: Harvard University Press, 1978.
  3. Smith, R. W. Julian’s Gods: Religion and Philosophy in the Thought and Action of Julian the Apostate.

Sumber utama

Pustaka tambahan

lossy-page1-250px-Ioulianou_autokratoros_ta_sozomena.tif.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ioulianou autokratoros ta sozomena, 1696

Pranala luar

Wikisource logo
Wikisumber memiliki karya asli dari atau mengenai:
Wikikutip memiliki koleksi kutipan yang berkaitan dengan: Flavius Claudius Julianus.
Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Flavius Claudius Iulianus.
Principatus
27 SM – 235 M
Krisis
235–284
Dominatus
284–395
Romawi Barat
395–480
Romawi Timur
Bizantium

395–1204
Kekaisaran Nicea
1204–1261
Romawi Timur
Bizantium

1261–1453
Huruf cetak miring menunjukkan seorang rekan-kaisar, sedangkan yang digaris bawahi menunjukkan seorang perampas kekuasaan. Lihat pula: Kerajaan Romawi
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan