Rabu, 07 Oktober 2026
19:41 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya
Laelianus

Laelianus

Kaisar Romawi yang memerintah secara singkat pada tahun 269 M sebagai seorang uzurpator

Bagikan:
Aureus_Laelius-RIC_0001_%28obverse%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Gaius Laelius Cornelius Laelianus

Gaius Laelius Cornelius Laelianus, atau lebih dikenal sebagai Laelianus, adalah seorang Kaisar Romawi yang memerintah secara singkat pada tahun 269 M sebagai seorang uzurpator dalam Kekaisaran Galia. Ia adalah salah satu dari beberapa kaisar kecil yang muncul selama periode yang dikenal sebagai Krisis Abad Ketiga dalam sejarah Kekaisaran Romawi. Pemerintahannya hanya berlangsung beberapa bulan sebelum ia dikalahkan oleh saingannya, Kaisar Postumus.

Latar Belakang

Tidak banyak informasi yang tersedia tentang kehidupan awal Laelianus. Nama lengkapnya menunjukkan kemungkinan asal-usul dari keluarga senator atau bangsawan di provinsi-provinsi Romawi. Sebelum menjadi kaisar, Laelianus diketahui menjabat sebagai komandan militer (dux), khususnya di wilayah yang kemudian dikenal sebagai Kekaisaran Galia, yang meliputi Galia, Hispania, dan sebagian Britannia.

Pada tahun 260 M, setelah perpecahan besar dalam Kekaisaran Romawi akibat penawanan Kaisar Valerianus oleh Kekaisaran Sassaniyah, Kekaisaran Galia didirikan oleh Postumus. Laelianus menjadi salah satu jenderal utama Postumus dan memainkan peran penting dalam mempertahankan kekaisaran tersebut dari ancaman eksternal, termasuk serangan suku-suku barbar seperti Franka dan Alamanni.

Pengangkatan sebagai Kaisar

Pada awal tahun 269 M, Laelianus memproklamasikan dirinya sebagai kaisar di kota Mogontiacum (kini Mainz, Jerman), yang merupakan pusat militer penting di Kekaisaran Galia. Deklarasi ini kemungkinan besar didorong oleh ketidakpuasan di kalangan legiun terhadap Postumus, meskipun motivasi pribadi Laelianus juga tidak dapat diabaikan.

Legiun yang mendukung Laelianus berasal dari Legio XXII Primigenia, salah satu pasukan elit Romawi yang berbasis di Mogontiacum. Sebagai uzurpator, Laelianus mengklaim gelar Imperator Caesar Laelianus Augustus dan mulai memobilisasi pasukannya untuk melawan Postumus.

Pemerintahan Singkat

Pemerintahan Laelianus berlangsung sangat singkat, diperkirakan tidak lebih dari beberapa bulan. Selama waktu ini, ia memegang kendali atas wilayah yang kecil, terutama sekitar Mogontiacum. Kekaisarannya segera menghadapi perlawanan dari Postumus, yang memobilisasi pasukan besar untuk merebut kembali kota tersebut.

Menurut sumber-sumber sejarah, Laelianus mungkin menikmati dukungan dari beberapa kelompok lokal dan unit militer tertentu, tetapi ia kekurangan sumber daya dan loyalitas yang lebih luas untuk memperkuat posisinya sebagai kaisar.

Kematian

Laelianus akhirnya dikalahkan oleh Postumus dalam pengepungan Mogontiacum pada tahun yang sama ia memproklamasikan dirinya sebagai kaisar. Setelah kota itu jatuh, Laelianus dieksekusi oleh pasukan Postumus atau dibunuh oleh pengikutnya sendiri yang menyerah kepada Postumus untuk menghindari pembalasan.

Namun, kemenangan atas Laelianus ternyata menjadi bumerang bagi Postumus. Pasukannya yang menang ingin menjarah Mogontiacum sebagai hadiah kemenangan, tetapi Postumus menolak. Hal ini memicu pemberontakan di antara pasukannya sendiri, yang akhirnya menyebabkan pembunuhan Postumus oleh tentaranya.

Referensi

  1. Alfoldi, Andreas. The Crisis of the Empire (A.D. 249–270). Oxford University Press, 1969.
  2. Drinkwater, John F. The Gallic Empire: Separatism and Continuity in the North-Western Provinces of the Roman Empire A.D. 260–274. Franz Steiner Verlag, 1987.
  3. Historia Augusta, "The Thirty Tyrants."
Principatus
27 SM – 235 M
Krisis
235–284
Dominatus
284–395
Romawi Barat
395–480
Romawi Timur
Bizantium

395–1204
Kekaisaran Nicea
1204–1261
Romawi Timur
Bizantium

1261–1453
Huruf cetak miring menunjukkan seorang rekan-kaisar, sedangkan yang digaris bawahi menunjukkan seorang perampas kekuasaan. Lihat pula: Kerajaan Romawi
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan