Minggu, 08 November 2026
04:10 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Romulus Augustus

Romulus Augustus

Kaisar terakhir Kekaisaran Romawi Barat yang memerintah dari 31 Oktober 475 hingga 4 September 476

Bagikan:
Romulus Augustus
Kaisar dari
Kekaisaran Romawi Barat
RomulusAugustus.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Tremissis (uang logam) Romulus Augustus
Berkuasa31 Oktober 475 – 4 September 476
PendahuluJulius Nepos
PenerusOdoacer (sebagai Raja Italia)
Meninggaltidak diketahui, setelah 476 namun sebelum 488
tidak diketahui, kemungkinan Castellum Lucullanum
AyahOrestes
Nama lengkap
Romulus Augustus

Romulus Augustulus (sekitar 460 M – sekitar 507 M) adalah Kaisar terakhir Kekaisaran Romawi Barat yang memerintah dari 31 Oktober 475 hingga 4 September 476. Meskipun dikenal sebagai "kaisar terakhir", kekuasaan Romulus sering dipandang hanya sebagai boneka, dan ia memerintah selama kurang dari satu tahun sebelum dipaksa turun takhta oleh Odoacer, seorang panglima barbar. Romulus Augustulus sering dianggap sebagai simbol akhir Kekaisaran Romawi Barat, meskipun gelar dan statusnya sebagai kaisar tidak diakui oleh Kekaisaran Romawi Timur.

Kehidupan Awal

Romulus Augustulus lahir sekitar tahun 460 M, kemungkinan di Ravenna, ibu kota Kekaisaran Romawi Barat pada masa itu. Ayahnya, Flavius Orestes, adalah seorang pejabat tinggi dan jenderal yang sebelumnya pernah bekerja untuk istana Kekaisaran Romawi Timur. Nama "Romulus" mengacu pada pendiri legendaris Roma, sedangkan "Augustulus" adalah bentuk diminutif dari "Augustus", yang berarti "Kaisar Kecil". Nama ini diberikan secara merendahkan oleh para penulis sezaman karena usianya yang sangat muda saat menjadi kaisar.

Naik Takhta

Pada 475 M, ayahnya, Orestes, memberontak melawan Kaisar Julius Nepos, yang saat itu memerintah Kekaisaran Romawi Barat. Setelah berhasil mengusir Nepos, Orestes tidak mengangkat dirinya sebagai kaisar, melainkan menempatkan putranya yang berusia sekitar 15 tahun, Romulus, di atas takhta pada 31 Oktober 475 M. Langkah ini dimaksudkan agar Orestes dapat memerintah melalui putranya, yang secara teknis menjadi kaisar.

Romulus Augustulus tidak diakui sebagai kaisar oleh Kekaisaran Romawi Timur yang dipimpin oleh Kaisar Zeno. Zeno tetap menganggap Julius Nepos, yang melarikan diri ke Dalmatia, sebagai penguasa sah Kekaisaran Romawi Barat.

Pemerintahan

Romulus hanya memerintah secara nominal, dengan Orestes memegang kekuasaan sebenarnya. Selama masa pemerintahannya yang singkat, kekaisaran berada dalam kondisi yang sangat terpuruk. Wilayah kekuasaannya terbatas pada Italia, sementara banyak provinsi lainnya telah jatuh ke tangan berbagai kerajaan barbar.

Situasi politik memburuk ketika para prajurit barbar yang mendukung Orestes menuntut tanah di Italia sebagai imbalan atas layanan mereka. Ketika Orestes menolak, mereka memberontak di bawah pimpinan Odoacer, seorang kepala suku Heruli.

Kejatuhan

Pada 28 Agustus 476 M, Odoacer mengalahkan dan mengeksekusi Orestes di Piacenza. Beberapa hari kemudian, pada 4 September 476 M, Romulus Augustulus dipaksa turun takhta di Ravenna. Odoacer tidak mengangkat kaisar baru, melainkan mengirim lambang Kekaisaran Romawi Barat kepada Kaisar Zeno di Konstantinopel, sebagai simbol bahwa Italia kini berada di bawah otoritas Kekaisaran Romawi Timur.

Setelah turun takhta, Romulus diberi pensiun dan diizinkan tinggal di sebuah vila di Campania. Tidak ada catatan pasti tentang kehidupannya setelah itu, tetapi beberapa sumber menunjukkan bahwa ia hidup hingga tahun 507 M.

Dalam Budaya Populer

Kisah Romulus Augustulus telah menjadi inspirasi dalam berbagai karya sastra dan budaya populer, sering kali menggambarkan dirinya sebagai sosok tragis yang menjadi saksi keruntuhan sebuah kekaisaran besar. Salah satu penggambaran terkenal adalah dalam film The Last Legion (2007), yang secara longgar mengisahkan perjalanan Romulus setelah keruntuhan kekaisaran.

Lihat Juga

Referensi

  • Heather, P. (2005). The Fall of the Roman Empire: A New History of Rome and the Barbarians. Oxford University Press.
  • Jones, A. H. M. (1964). The Later Roman Empire, 284–602. Oxford University Press.
  • Norwich, J. J. (1988). Byzantium: The Early Centuries. Penguin Books.
Principatus
27 SM – 235 M
Krisis
235–284
Dominatus
284–395
Romawi Barat
395–480
Romawi Timur
Bizantium

395–1204
Kekaisaran Nicea
1204–1261
Romawi Timur
Bizantium

1261–1453
Huruf cetak miring menunjukkan seorang rekan-kaisar, sedangkan yang digaris bawahi menunjukkan seorang perampas kekuasaan. Lihat pula: Kerajaan Romawi
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan