Sabtu, 24 Oktober 2026
06:38 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada
Aemilianus

Aemilianus

Kaisar Romawi yang memerintah selama tiga bulan pada tahun 253 M

Bagikan:
Infobox orangAemilianus
330px-Aemilian.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Suntingan nilai di Wikidata
Biografi
Kelahiran(la) Marcus Aemilius Aemilianus Suntingan nilai di Wikidata
207 (Kalender Masehi Gregorius) Suntingan nilai di Wikidata
Djerba Suntingan nilai di Wikidata
KematianSeptember 253 Suntingan nilai di Wikidata (45/46 tahun)
Spoleto Suntingan nilai di Wikidata
40px-Vexilloid_of_the_Roman_Empire.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Kaisar Romawi
Agustus 253 – Oktober 253
← Trebonianus Gallus – Valerian →
Ancient Roman senator (en) Terjemahkan
Suntingan nilai di Wikidata
Data pribadi
AgamaAgama di Romawi Kuno Suntingan nilai di Wikidata
Kegiatan
Pekerjaanpolitikus Suntingan nilai di Wikidata
PeriodeHigh Roman Empire (en) Terjemahkan, Greco-Roman Egypt (en) Terjemahkan, Roman Egypt Era (en) Terjemahkan dan Principatus Suntingan nilai di Wikidata
Keluarga
Pasangan nikahCornelia Supera (en) Terjemahkan Suntingan nilai di Wikidata

Marcus Aemilius Aemilianus (sekitar 207 – 253 M), yang lebih dikenal sebagai Aemilianus, adalah seorang Kaisar Romawi yang memerintah selama tiga bulan pada tahun 253 M. Pemerintahannya yang singkat terjadi di tengah periode Krisis Abad Ketiga, ketika Kekaisaran Romawi menghadapi invasi eksternal, perang saudara, wabah, dan keruntuhan ekonomi. Sebelum menjadi kaisar, Aemilianus adalah seorang gubernur militer yang meraih dukungan dari pasukannya untuk merebut takhta. Namun, ia akhirnya dibunuh oleh tentaranya sendiri setelah menghadapi ancaman dari rival politiknya.

Kehidupan Awal

Aemilianus lahir sekitar tahun 207 M di Afrika Utara, kemungkinan besar di Mauretania atau Numidia (wilayah yang kini termasuk Aljazair atau Tunisia). Tidak banyak yang diketahui tentang kehidupan awalnya, tetapi dia berasal dari keluarga Romawi provinsial dengan latar belakang yang mungkin tidak terlalu kaya.

Aemilianus menunjukkan bakat militer dan politik sejak usia muda, yang membuatnya diangkat ke posisi penting di militer. Kemungkinan besar, ia memperoleh keahlian sebagai komandan selama konflik perbatasan di wilayah Kekaisaran Romawi.

Karier Militer dan Naiknya Takhta

Pada awal tahun 253 M, Aemilianus menjabat sebagai gubernur Moesia Superior (wilayah yang kini meliputi sebagian besar Balkan). Sebagai gubernur, ia bertanggung jawab atas pertahanan perbatasan utara Kekaisaran dari ancaman suku-suku barbar, khususnya Goth. Aemilianus meraih kemenangan besar atas Goth, yang membuat pasukannya memproklamasikannya sebagai kaisar.

Langkah ini merupakan pemberontakan langsung terhadap Kaisar Gallus, yang pada saat itu dianggap lemah dan tidak mampu melindungi kekaisaran dari ancaman eksternal. Dengan dukungan militernya, Aemilianus bergerak ke Italia untuk menantang Gallus secara langsung.

Pemerintahan yang Singkat

Aemilianus berhasil menggulingkan Gallus, yang dibunuh oleh pasukannya sendiri sebelum pertempuran besar dapat terjadi. Setelah itu, Aemilianus diakui sebagai kaisar oleh Senat Romawi. Namun, pemerintahannya sangat singkat karena ia segera menghadapi ancaman dari Valerianus, seorang jenderal yang juga diproklamasikan sebagai kaisar oleh pasukannya di wilayah timur kekaisaran.

Krisis internal ini melemahkan dukungan bagi Aemilianus. Ketika pasukan Valerianus mendekati Italia, pasukan Aemilianus mulai kehilangan kepercayaan terhadapnya. Di luar medan perang, Aemilianus dibunuh oleh tentaranya sendiri, kemungkinan besar untuk menghindari konflik besar dengan Valerianus.

Kematian dan Warisan

Aemilianus meninggal pada tahun 253 M di dekat Spoleto, Italia. Pemerintahannya yang berlangsung hanya tiga bulan mencerminkan ketidakstabilan politik yang melanda Kekaisaran Romawi selama Krisis Abad Ketiga. Setelah kematiannya, Valerianus naik takhta dan memulai pemerintahannya yang penuh tantangan.

Sebagai seorang kaisar, Aemilianus sering dilupakan karena pemerintahannya yang singkat dan kurangnya pencapaian yang signifikan. Namun, ia tetap menjadi salah satu contoh dari banyak kaisar tentara yang mencoba memanfaatkan kekuatan militer untuk meraih kekuasaan selama periode kekacauan ini.

Referensi

  • Banchich, Thomas, "Marcus Aemilius Aemilianus (ca. July – ca. September, 253)", De Imperatoribus Romanis
  • Potter, David S., The Roman Empire at Bay AD 180–395, Routledge, 2004. ISBN 0-415-10058-5
  • Potter, David S. The Roman Empire at Bay, AD 180–395. Routledge, 2004.
  • Southern, Pat. The Roman Empire from Severus to Constantine. Routledge, 2001.
  • Goldsworthy, Adrian. The Fall of the West: The Death of the Roman Superpower. Phoenix, 2009.

Pranala luar

Gelar kebangsawanan
Didahului oleh:
Trebonianus Gallus dan Volusianus
Kaisar Romawi
253
Diteruskan oleh:
Valerian
Principatus
27 SM – 235 M
Krisis
235–284
Dominatus
284–395
Romawi Barat
395–480
Romawi Timur
Bizantium

395–1204
Kekaisaran Nicea
1204–1261
Romawi Timur
Bizantium

1261–1453
Huruf cetak miring menunjukkan seorang rekan-kaisar, sedangkan yang digaris bawahi menunjukkan seorang perampas kekuasaan. Lihat pula: Kerajaan Romawi


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi tokoh ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan