Rabu, 04 November 2026
21:09 WIB
TERKINI
Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan
Arkadius

Arkadius

Kaisar Romawi Timur yang berkuasa sejak tahun 395 hingga 408 M

Bagikan:
Arkadius
Kaisar Romawi Timur
250px-Arcadius_Istanbul_Museum.PNG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Arkadius
BerkuasaJanuari 383 – 395 (Augustus pada masa pemerintahan ayahnya);
395 – 1 Mei 408 (kaisar Romawi Timur, sementara saudaranya Honorius memerintah di barat)
PendahuluTheodosius I
PenerusTheodosius II
Lahir377/8
Spanyol
Meninggal1 Mei 408 (usia 30 atau 31)
AyahTheodosius I
IbuAelia Flaccilla
PasanganAelia Eudoxia
KeturunanTheodosius II
Pulcheria
Nama lengkap
Flavius Arcadius Augustus
DinastiDinasti Theodosianus

Arkadius (395–408 M), yang dikenal secara lengkap sebagai Flavius Arcadius, adalah Kaisar Romawi Timur pertama yang memerintah secara mandiri setelah pembagian permanen Kekaisaran Romawi. Ia lahir pada 377 M dan naik takhta pada 395 M setelah kematian ayahnya, Kaisar Theodosius I. Pemerintahannya selama 13 tahun ditandai oleh pengaruh kuat para pejabat istana dan faksi politik, serta stabilitas relatif di wilayah Kekaisaran Romawi Timur dibandingkan dengan bagian barat yang mengalami tekanan berat dari serangan bangsa barbar.

Kehidupan Awal

Arkadius lahir pada 377 M di Konstantinopel, ibu kota Kekaisaran Romawi Timur. Ia adalah putra sulung Theodosius I dan Aelia Flaccilla. Sebagai pewaris kekaisaran, Arkadius menerima pendidikan yang dipersiapkan untuk perannya sebagai penguasa, meskipun catatan sejarah mengindikasikan bahwa ia lebih dikenal sebagai pemuda pendiam yang kurang karisma politik dibandingkan ayahnya. Pada 383 M, ia diangkat sebagai Augustus untuk memperkuat posisinya sebagai penerus takhta.

Naik Takhta

Pada Januari 395 M, setelah kematian Theodosius I, Arkadius menjadi kaisar penuh Romawi Timur pada usia 18 tahun. Pembagian kekaisaran antara dia dan adiknya, Honorius, yang menguasai Romawi Barat, merupakan momen penting yang secara de facto memisahkan kekaisaran menjadi dua bagian yang berbeda. Selama masa pemerintahannya, Arkadius sering dianggap sebagai kaisar yang pasif, sementara pemerintahan sehari-hari dijalankan oleh tokoh-tokoh kuat di lingkaran istananya.

Masa Pemerintahan

Pengaruh Eudoxia

Arkadius menikah dengan Aelia Eudoxia, seorang wanita yang dikenal cerdas dan ambisius, pada tahun 395 M. Eudoxia menjadi sosok berpengaruh dalam politik istana dan sering terlibat dalam konflik dengan faksi-faksi oposisi, termasuk dengan Uskup Agung Konstantinopel, Yohanes Krisostomus. Pernikahan mereka menghasilkan beberapa anak, termasuk Theodosius II, yang kelak menjadi penerus Arkadius.

Intrik Istana

Pemerintahan Arkadius ditandai oleh persaingan antara pejabat-pejabat tinggi, seperti Eutropius, seorang kasim yang menjadi konsul dan penasihat utama Arkadius. Eutropius memainkan peran besar dalam awal pemerintahan Arkadius, tetapi akhirnya dijatuhkan dan dieksekusi pada 399 M karena tekanan dari faksi militer dan bangsawan.

Hubungan dengan Romawi Barat

Arkadius dan adiknya Honorius jarang bekerja sama, meskipun hubungan diplomatik antara kedua kekaisaran tetap terjaga. Ketika Romawi Barat menghadapi serangan bangsa Visigoth di bawah Alaric I, Arkadius lebih fokus pada stabilitas di bagian timur kekaisaran.

Kebijakan Dalam Negeri

Arkadius dikenal karena memperkuat posisi Kekaisaran Romawi Timur sebagai pusat kekristenan. Ia mendukung ortodoksi Kristen yang dipromosikan oleh ayahnya, Theodosius I, dan melanjutkan kebijakan melawan paganisme. Namun, keputusan-keputusannya sering kali dianggap dipengaruhi oleh penasihat-penasihat istana daripada inisiatif pribadinya.

Kematian dan Warisan

Arkadius meninggal dunia pada 1 Mei 408 M di Konstantinopel pada usia 31 tahun. Ia digantikan oleh putranya, Theodosius II, yang masih berusia tujuh tahun. Meskipun Arkadius sering dianggap sebagai kaisar yang lemah dan kurang berprestasi, masa pemerintahannya memainkan peran penting dalam mempertahankan stabilitas Kekaisaran Romawi Timur pada masa transisi.

Warisan Arkadius dapat dilihat dalam kesinambungan administratif dan budaya Romawi Timur yang berkembang menjadi Kekaisaran Bizantium. Selain itu, kebijakan pro-kristennya memperkuat identitas religius yang menjadi karakteristik utama Kekaisaran Bizantium.

Keluarga

Orangtua

Pasangan

Anak-anak

Lihat Pula

Referensi

  • Jones, A. H. M. The Later Roman Empire, 284–602: A Social, Economic, and Administrative Survey. Oxford University Press, 1964.
  • Cameron, Averil. The Byzantines. Wiley-Blackwell, 2006.
  • Heather, Peter. The Fall of the Roman Empire: A New History of Rome and the Barbarians. Oxford University Press, 2006.

Pranala luar

Media terkait Arcadius di Wikimedia Commons

Principatus
27 SM – 235 M
Krisis
235–284
Dominatus
284–395
Romawi Barat
395–480
Romawi Timur
Bizantium

395–1204
Kekaisaran Nicea
1204–1261
Romawi Timur
Bizantium

1261–1453
Huruf cetak miring menunjukkan seorang rekan-kaisar, sedangkan yang digaris bawahi menunjukkan seorang perampas kekuasaan. Lihat pula: Kerajaan Romawi


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi tokoh ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan