Minggu, 20 September 2026
22:43 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Konstantinus VI

Konstantinus VI

Kaisar Romawi Timur dari tahun 780 hingga 797

Konstantinus VI
Κωνσταντῖνος Ϛ΄
250px-Menologion_of_Basil_024.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Konstantinus VI (sebelah kanan salib) memimpin Konsili Nicea II. Miniatur dari awal abad kesebelas.
Kaisar Romawi Timur
Berkuasa8 September 780 – Agustus 797
PendahuluLeo IV
PenerusIrene
WaliIrene
Lahir771
Meninggalsebelum 805
AyahLeo IV, Kaisar Romawi Timur
IbuIrene, Maharani Romawi Timur
PasanganMaria dari Amnia
Theodote
KeturunanEuphrosyne
Irene
Leo
WangsaDinasti Isaurianus

Konstantinus VI (bahasa Yunani: Κωνσταντίνος ΣΤʹ, Kōnstantinos VI; 14 Januari 771 – setelah 797) adalah Kaisar Bizantium yang memerintah dari tahun 780 hingga 797. Ia merupakan anggota Dinasti Isauria dan cucu dari kaisar terkenal, Konstantinus V. Pemerintahannya diwarnai oleh konflik internal, perpecahan keluarga, dan ketidakstabilan politik yang mencerminkan perubahan besar dalam masyarakat Bizantium saat itu.

Kehidupan Awal

Konstantinus VI lahir pada 14 Januari 771 di Konstantinopel sebagai putra satu-satunya dari Kaisar Leo IV dan Permaisuri Irene dari Athena. Ia menjadi pewaris takhta Bizantium sejak kecil. Pada tahun 775, saat ayahnya naik takhta, Konstantinus dijadikan kaisar junior dan menerima pendidikan yang sesuai untuk seorang calon penguasa. Namun, pendidikan politik dan militernya dianggap kurang memadai dibandingkan dengan pendahulunya.

Naik Takhta dan Pemerintahan Bersama Irene (780–790)

Konstantinus VI menjadi kaisar utama setelah ayahnya, Leo IV, meninggal dunia pada September 780. Karena ia baru berusia sembilan tahun, ibunya, Irene, mengambil peran sebagai wali dan memerintah sebagai penguasa de facto.

Selama masa perwalian Irene, kebijakan religius dan politik Bizantium diarahkan untuk mengakhiri ikonoklasme (penolakan terhadap penggunaan ikon religius), yang telah menjadi isu besar di Kekaisaran Bizantium. Pada Konsili Nikea II tahun 787, Irene dan Konstantinus mendukung pemulihan pemujaan ikon, yang menandai kemenangan bagi kaum ikonodul (pendukung ikon).

Namun, kekuasaan Irene sebagai wali mulai menuai ketidakpuasan dari kalangan aristokrasi dan militer, yang merasa bahwa Konstantinus sudah cukup dewasa untuk memerintah sendiri.

Konflik dengan Irene dan Pemerintahan Mandiri (790–797)

Pada tahun 790, Konstantinus VI berhasil menggulingkan Irene dan mengambil alih kekuasaan sebagai kaisar tunggal. Namun, pemerintahannya tidak berlangsung mulus. Ia menghadapi pemberontakan dari kalangan militer, terutama di wilayah Asia Kecil, dan mengalami kekalahan dalam beberapa kampanye melawan Kekhalifahan Abbasiyah.

Selain itu, Konstantinus menghadapi ketidakpuasan dari rakyatnya karena keputusan pribadinya yang kontroversial. Pada 795, ia menceraikan istri pertamanya, Maria dari Amnia, dan menikahi seorang perempuan istana bernama Theodote. Peristiwa ini dikenal sebagai "Skandal Moechian" dan dikecam oleh kalangan gereja serta kaum konservatif.

Kejatuhan Konstantinus VI

Pada 797, konflik antara Konstantinus VI dan Irene mencapai puncaknya. Irene, yang masih memiliki pengaruh besar di istana, melancarkan kudeta untuk merebut kembali takhta. Konstantinus VI ditangkap dan dibutakan atas perintah Irene, sebuah tindakan yang mengakhiri pemerintahannya secara brutal. Setelah itu, Irene menjadi kaisar perempuan pertama dalam sejarah Bizantium yang memerintah sebagai penguasa tunggal.

Nasib Konstantinus setelah penurunannya tidak diketahui dengan pasti. Ada spekulasi bahwa ia meninggal tak lama setelah dibutakan, tetapi beberapa sumber menyebutkan bahwa ia hidup dalam pengasingan.

Referensi

  1. Treadgold, Warren T. A History of the Byzantine State and Society. Stanford University Press, 1997.
  2. Ostrogorsky, George. History of the Byzantine State. Rutgers University Press, 1969.
  3. Garland, Lynda. Byzantine Empresses: Women and Power in Byzantium AD 527-1204. Routledge, 1999.
Konstantinus VI
Lahir: 771 Meninggal: sebelum 805
Gelar
Didahului oleh:
Leo IV
Kaisar Romawi Timur
8 September 780 – Agustus 797
Diteruskan oleh:
Irene
Principatus
27 SM 235 M
Krisis
235284
Dominatus
284395
Romawi Barat
395480
Romawi Timur
Bizantium

3951204
Kekaisaran Nicea
12041261
Romawi Timur
Bizantium

12611453
Huruf cetak miring menunjukkan seorang rekan-kaisar, sedangkan yang digaris bawahi menunjukkan seorang perampas kekuasaan. Lihat pula: Kerajaan Romawi
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan