Jumat, 06 November 2026
04:40 WIB
TERKINI
Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan
Vitellius

Vitellius

Kaisar Romawi yang memerintah dari 16 April hingga 20 Desember 69 M

Bagikan:
Vitellius
Kaisar Romawi yang ke 8
250px-Pseudo-Vitellius_Louvre_MR684.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Patung kaisar Vitellius
Berkuasa16 April 69 – 22 Desember 69
(8 bulan)
PendahuluOtho
PenerusVespasianus
Lahir(15-09-24)24 September 15
Roma
Meninggal22 Desember 69(69-12-22) (umur 54)
Roma
AyahLucius Vitellius
IbuSextilia
PasanganGaleria Fundania
Nama lengkap
Aulus Vitellius (nama lahir)
Aulus Vitellius Germanicus Augustus ( menjadi kaisar)

Aulus Vitellius (24 September 15 M – 20 Desember 69 M) adalah Kaisar Romawi yang memerintah dari 16 April hingga 20 Desember 69 M, selama periode kacau yang dikenal sebagai Tahun Empat Kaisar. Vitellius adalah kaisar ketiga yang berkuasa pada tahun itu setelah kematian Galba dan Otho. Meskipun masa pemerintahannya singkat, Vitellius dikenal sebagai sosok yang sangat ambisius, tetapi tidak mampu mempertahankan stabilitas kekuasaan di tengah gejolak politik dan militer yang melanda Kekaisaran Romawi.

Kehidupan Awal

Aulus Vitellius lahir di Nuceria Alfaterna (sekarang Nocera Inferiore, Italia) pada 24 September 15 M. Ia berasal dari keluarga bangsawan yang memiliki hubungan erat dengan para kaisar sebelumnya. Ayahnya, Lucius Vitellius, adalah seorang senator terkemuka yang pernah menjabat sebagai konsul dan gubernur berbagai provinsi, serta dikenal sebagai seorang penasihat setia Kaisar Tiberius, Caligula, dan Claudius. Latar belakang keluarga ini memberi Vitellius akses ke lingkaran politik dan militer Kekaisaran Romawi sejak usia muda.

Vitellius menghabiskan masa mudanya dalam kehidupan aristokrasi Romawi, dikenal karena kegemarannya pada kesenangan dan kenikmatan hidup. Ia terlibat dalam berbagai skandal sosial, tetapi berkat koneksi keluarganya, ia tetap diangkat ke beberapa jabatan penting di bawah pemerintahan Kaisar Caligula dan Claudius.

Karier Politik dan Militer

250px-Vitellius%2C_aureus%2C_AD_69%2C_RIC_I_72.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Uang koin Romawi bergambar Aureus Vitellius yang diperkirakan beredar pada tahun 69 M.

Sebelum menjadi kaisar, Vitellius menjabat sebagai prokonsul di Afrika pada tahun 61 M, di mana ia dikenal sebagai administrator yang tidak efektif namun disukai oleh rakyat karena kedermawanannya. Meskipun begitu, reputasi Vitellius secara umum lebih terkait dengan sifatnya yang senang hidup mewah dan hubungannya dengan istana kekaisaran daripada kemampuannya sebagai pemimpin militer atau politikus.

Pada akhir masa pemerintahan Nero, Vitellius diangkat sebagai komandan legiun di Germania Hulu oleh Galba pada tahun 68 M, sebuah posisi yang memberikan akses langsung ke pasukan dan wilayah yang strategis. Vitellius menjadi populer di kalangan pasukan karena kemurahan hatinya dan gaya kepemimpinannya yang ramah terhadap tentara, berbeda dengan kebijakan penghematan yang diterapkan oleh Galba.

Perebutan Takhta

250px-Vittelius_monnaie_ag1.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Gambar Vitellius di koin.

Setelah kematian Galba pada Januari 69 M, Otho naik takhta, tetapi pemerintahan Otho segera menghadapi ancaman dari Vitellius. Pasukan di Germania Hulu dan Germania Hilir yang setia kepada Vitellius memproklamasikannya sebagai kaisar pada 2 Januari 69 M. Dukungan dari legiun di wilayah Rhine memberi Vitellius kekuatan militer yang signifikan, dan segera ia memulai pergerakan menuju Italia untuk menggulingkan Otho.

Pertempuran antara pasukan Vitellius dan Otho terjadi pada bulan April 69 M dalam Pertempuran Bedriacum (juga dikenal sebagai Pertempuran Cremona Pertama). Pasukan Vitellius berhasil mengalahkan pasukan Otho dalam pertempuran yang sengit, memaksa Otho untuk bunuh diri pada 16 April 69 M, dan Vitellius dinyatakan sebagai kaisar oleh Senat Romawi.

Pemerintahan Sebagai Kaisar

Setelah mengambil alih kekuasaan, Vitellius memasuki Roma dengan sikap yang merendahkan diri, berusaha untuk memenangkan hati Senat dan rakyat Romawi. Namun, pemerintahan Vitellius segera diwarnai oleh ketidakstabilan dan ketidakpuasan. Gaya hidupnya yang mewah dan kecenderungannya untuk menghabiskan kekayaan negara demi pesta-pora dan hadiah-hadiah bagi para pendukungnya membebani keuangan kekaisaran. Vitellius juga mengangkat beberapa pejabat dan jenderal yang tidak kompeten, yang semakin memperburuk situasi.

Meskipun upayanya untuk mendamaikan berbagai faksi di Roma, Vitellius tidak mampu mengendalikan loyalitas para legiun di provinsi-provinsi lainnya. Di wilayah timur Kekaisaran Romawi, Titus Flavius Vespasianus, seorang jenderal terkemuka yang memimpin pasukan dalam Perang Yahudi, diproklamasikan sebagai kaisar oleh pasukannya pada bulan Juli 69 M.

Perang Saudara dengan Vespasianus

Dengan Vespasianus menantang kekuasaan Vitellius, perang saudara kembali berkobar di Kekaisaran Romawi. Pasukan yang setia kepada Vespasianus, yang dipimpin oleh Antonius Primus, bergerak cepat ke Italia dan berhadapan dengan pasukan Vitellius dalam Pertempuran Bedriacum Kedua pada bulan Oktober 69 M. Pasukan Vitellius mengalami kekalahan telak, dan Antonius Primus serta pasukan Vespasianus melanjutkan perjalanan mereka menuju Roma.

Vitellius, yang sadar bahwa posisinya semakin lemah, awalnya berusaha untuk menyerahkan kekuasaannya dan bernegosiasi dengan Vespasianus. Namun, tawaran ini ditolak oleh pendukung Vespasianus, dan kekacauan pecah di Roma ketika pasukan Vespasianus mulai mendekati kota. Pada 20 Desember 69 M, pasukan Vespasianus berhasil menyerbu Roma, dan setelah pertempuran sengit di dalam kota, Vitellius ditangkap.

Kematian

Vitellius berusaha untuk melarikan diri dan bersembunyi, tetapi ia segera ditemukan oleh pasukan Vespasianus. Ia diseret ke jalan-jalan Roma, dipermalukan di hadapan rakyat, dan akhirnya dibunuh dengan kejam. Jenazahnya dilemparkan ke Sungai Tiber, sebuah tindakan yang menandai penghinaan tertinggi bagi seorang kaisar yang digulingkan.

Kematian Vitellius mengakhiri pemerintahannya yang singkat dan membawa Vespasianus naik takhta, yang kemudian mendirikan Dinasti Flavia, membawa stabilitas baru bagi Kekaisaran Romawi setelah tahun yang penuh gejolak tersebut.

Kehidupan Pribadi

Vitellius dikenal karena kecintaannya pada makanan dan kemewahan. Ia sering kali mengadakan pesta-pesta besar yang dihadiri oleh elit Romawi, dan kekayaannya yang besar dihabiskan untuk hiburan pribadi. Kebiasaannya ini menjadi salah satu alasan utama ketidakpuasan terhadap pemerintahannya, terutama di kalangan rakyat dan militer yang menderita akibat pajak tinggi dan kekurangan sumber daya.

Vitellius menikah dua kali. Istri pertamanya, Petronia, memberinya seorang anak laki-laki bernama Aulus Vitellius Petronianus, yang meninggal pada masa mudanya. Setelah bercerai dengan Petronia, Vitellius menikah lagi dengan Galeria Fundana, dengan siapa ia memiliki dua anak: seorang putra dan seorang putri. Namun, sedikit yang diketahui tentang kehidupan keluarganya setelah kematiannya.

Referensi

  • Tacitus, Histories
  • Suetonius, Lives of the Twelve Caesars
  • Dio Cassius, Roman History

Pranala luar

Principatus
27 SM – 235 M
Krisis
235–284
Dominatus
284–395
Romawi Barat
395–480
Romawi Timur
Bizantium

395–1204
Kekaisaran Nicea
1204–1261
Romawi Timur
Bizantium

1261–1453
Huruf cetak miring menunjukkan seorang rekan-kaisar, sedangkan yang digaris bawahi menunjukkan seorang perampas kekuasaan. Lihat pula: Kerajaan Romawi
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan