Minggu, 20 September 2026
23:43 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Valentinianus II

Valentinianus II

Kaisar Romawi Barat yang memerintah dari tahun 375 hingga kematiannya pada tahun 392

Valentinianus II
250px-Solidus_of_Valentinian_II%2C_AD_383.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kaisar Romawi Barat
Berkuasa22 November 375 – 15 Mei 392
PendahuluValentinianus I
PenerusEugenius dan Theodosius I
Lahir371
Trier
Meninggal15 Mei 392
Vienne
WangsaValentinianus

Valentinianus II adalah seorang Kaisar Romawi Barat yang memerintah dari tahun 375 hingga kematiannya pada tahun 392. Ia naik takhta sebagai seorang anak di bawah umur setelah kematian ayahnya, Valentinianus I, dan pemerintahannya ditandai dengan ketegangan politik internal serta pengaruh signifikan dari pejabat dan jenderal yang kuat. Meskipun masa kekuasaannya penuh gejolak, pemerintahan Valentinianus II berperan penting dalam mempertahankan stabilitas Kekaisaran Romawi Barat selama periode transisi yang sulit.

Kehidupan Awal

Valentinianus II lahir pada tahun 371 di Treveri (sekarang Trier, Jerman) sebagai putra bungsu Kaisar Valentinianus I dan istri keduanya, Justina. Sebagai anggota Dinasti Valentinianus, ia dibesarkan dalam lingkungan istana yang penuh dengan intrik politik dan militer. Saat ayahnya meninggal mendadak pada tahun 375, Valentinianus II baru berusia empat tahun.

Kenaikan Takhta

Setelah kematian Valentinianus I, pasukan Romawi di Pannonia memproklamirkan Valentinianus II sebagai kaisar untuk menjaga stabilitas wilayah. Penunjukan ini terutama didorong oleh kebutuhan untuk melindungi wilayah barat kekaisaran dari ancaman eksternal, terutama suku-suku barbar.

Karena usianya yang muda, kekuasaan sebenarnya berada di tangan ibunya, Justina, serta pejabat tinggi dan panglima militer seperti Merobaudes dan kemudian Magnus Maximus.

Pemerintahan

Pengaruh Justina dan Pertikaian dengan Gratianus

Selama masa kecilnya, Valentinianus II berada di bawah naungan kakak tirinya, Kaisar Gratianus, yang memerintah Kekaisaran Romawi Barat secara de facto. Namun, hubungan antara Justina dan Gratianus sering kali tegang, terutama karena perbedaan agama. Justina adalah seorang Arianis, sedangkan Gratianus mendukung kebijakan pro-Nicene.

Perebutan Kekuasaan Magnus Maximus

Pada tahun 383, Magnus Maximus, seorang jenderal di Britania, memberontak melawan Gratianus dan membunuhnya. Setelah itu, Maximus mencoba mengambil alih wilayah Valentinianus II. Dengan dukungan Theodosius I, Kaisar Romawi Timur, Valentinianus II berhasil mempertahankan takhta.

Peran dalam Konflik Agama

Valentinianus II menghadapi konflik agama yang semakin intens antara Arianis dan Nicene. Justina mencoba melindungi umat Arianis, tetapi upayanya sering mendapat perlawanan dari uskup-uskup Nicene, terutama Santo Ambrosius dari Milan.

Pada tahun 386, Valentinianus II terpaksa menghadapi tekanan besar dari Theodosius I untuk mendukung ortodoksi Nicene, meskipun ibunya terus mendukung Arianisme.

Hubungan dengan Theodosius I

Setelah kematian Justina pada tahun 388, Valentinianus II menjadi lebih bergantung pada Theodosius I. Dalam kenyataan, kekuasaan efektifnya semakin berkurang karena Theodosius mengambil peran sebagai pelindung dan penasihat utama.

Kematian

Valentinianus II ditemukan tewas di Vienne (sekarang di Prancis modern) pada 15 Mei 392, dalam kondisi yang mencurigakan. Penyebab kematiannya diperdebatkan, dengan beberapa sumber menyebutkan bunuh diri, sementara yang lain mencurigai pembunuhan atas perintah jenderalnya, Arbogast.

Kematian Valentinianus II membuka jalan bagi Theodosius I untuk menyatukan Kekaisaran Romawi Barat dan Timur untuk terakhir kalinya sebelum pembagian permanen kekaisaran pada tahun 395.

Referensi

  1. Heather, Peter. The Fall of the Roman Empire: A New History. Oxford University Press, 2005.
  2. Matthews, John. Western Aristocracies and Imperial Court, AD 364-425. Oxford University Press, 1975.
  3. Burns, Thomas S. Barbarians Within the Gates of Rome. Indiana University Press, 1994.

Pranala luar

Media terkait Valentinianus II di Wikimedia Commons

Valentinianus II
Lahir: 371 Meninggal: 15 Mei 392
Gelar kebangsawanan
Didahului oleh:
Valentinianus I
Kaisar Romawi Barat
371–392
Bersama dengan: Valens, Gratianus dan Theodosius I
Diteruskan oleh:
Theodosius I
Principatus
27 SM 235 M
Krisis
235284
Dominatus
284395
Romawi Barat
395480
Romawi Timur
Bizantium

3951204
Kekaisaran Nicea
12041261
Romawi Timur
Bizantium

12611453
Huruf cetak miring menunjukkan seorang rekan-kaisar, sedangkan yang digaris bawahi menunjukkan seorang perampas kekuasaan. Lihat pula: Kerajaan Romawi
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan