Kamis, 05 November 2026
20:44 WIB
TERKINI
Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan
Valentinianus II

Valentinianus II

Kaisar Romawi Barat yang memerintah dari tahun 375 hingga kematiannya pada tahun 392

Bagikan:
Valentinianus II
250px-Solidus_of_Valentinian_II%2C_AD_383.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kaisar Romawi Barat
Berkuasa22 November 375 – 15 Mei 392
PendahuluValentinianus I
PenerusEugenius dan Theodosius I
Lahir371
Trier
Meninggal15 Mei 392
Vienne
WangsaValentinianus

Valentinianus II adalah seorang Kaisar Romawi Barat yang memerintah dari tahun 375 hingga kematiannya pada tahun 392. Ia naik takhta sebagai seorang anak di bawah umur setelah kematian ayahnya, Valentinianus I, dan pemerintahannya ditandai dengan ketegangan politik internal serta pengaruh signifikan dari pejabat dan jenderal yang kuat. Meskipun masa kekuasaannya penuh gejolak, pemerintahan Valentinianus II berperan penting dalam mempertahankan stabilitas Kekaisaran Romawi Barat selama periode transisi yang sulit.

Kehidupan Awal

Valentinianus II lahir pada tahun 371 di Treveri (sekarang Trier, Jerman) sebagai putra bungsu Kaisar Valentinianus I dan istri keduanya, Yustina. Sebagai anggota Dinasti Valentinianus, ia dibesarkan dalam lingkungan istana yang penuh dengan intrik politik dan militer. Saat ayahnya meninggal mendadak pada tahun 375, Valentinianus II baru berusia empat tahun.

Kenaikan Takhta

Setelah kematian Valentinianus I, pasukan Romawi di Panonia memproklamirkan Valentinianus II sebagai kaisar untuk menjaga stabilitas wilayah. Penunjukan ini terutama didorong oleh kebutuhan untuk melindungi wilayah barat kekaisaran dari ancaman eksternal, terutama suku-suku barbar.

Karena usianya yang muda, kekuasaan sebenarnya berada di tangan ibunya, Yustina, serta pejabat tinggi dan panglima militer seperti Merobaudes dan kemudian Magnus Maximus.

Pemerintahan

Pengaruh Justina dan Pertikaian dengan Gratianus

Selama masa kecilnya, Valentinianus II berada di bawah naungan kakak tirinya, Kaisar Gratianus, yang memerintah Kekaisaran Romawi Barat secara de facto. Namun, hubungan antara Yustina dan Gratianus sering kali tegang, terutama karena perbedaan agama. Yustina adalah seorang Arianis, sedangkan Gratianus mendukung kebijakan pro-Nikea.

Perebutan Kekuasaan Magnus Maximus

Pada tahun 383, Magnus Maximus, seorang jenderal di Britania, memberontak melawan Gratianus dan membunuhnya. Setelah itu, Maximus mencoba mengambil alih wilayah Valentinianus II. Dengan dukungan Theodosius I, Kaisar Romawi Timur, Valentinianus II berhasil mempertahankan takhta.

Peran dalam Konflik Agama

Valentinianus II menghadapi konflik agama yang semakin intens antara Arianis dan Nikea. Yustina mencoba melindungi umat Arianis, tetapi upayanya sering mendapat perlawanan dari uskup-uskup Nikea, terutama Santo Ambrosius dari Milan.

Pada tahun 386, Valentinianus II terpaksa menghadapi tekanan besar dari Theodosius I untuk mendukung ortodoksi Nikea, meskipun ibunya terus mendukung Arianisme.

Hubungan dengan Theodosius I

Setelah kematian Yustina pada tahun 388, Valentinianus II menjadi lebih bergantung pada Theodosius I. Dalam kenyataan, kekuasaan efektifnya semakin berkurang karena Theodosius mengambil peran sebagai pelindung dan penasihat utama.

Kematian

Valentinianus II ditemukan tewas di Vienne (sekarang di Prancis modern) pada 15 Mei 392, dalam kondisi yang mencurigakan. Penyebab kematiannya diperdebatkan, dengan beberapa sumber menyebutkan bunuh diri, sementara yang lain mencurigai pembunuhan atas perintah jenderalnya, Arbogastes.

Kematian Valentinianus II membuka jalan bagi Theodosius I untuk menyatukan Kekaisaran Romawi Barat dan Timur untuk terakhir kalinya sebelum pembagian permanen kekaisaran pada tahun 395.

Referensi

  1. Heather, Peter. The Fall of the Roman Empire: A New History. Oxford University Press, 2005.
  2. Matthews, John. Western Aristocracies and Imperial Court, AD 364-425. Oxford University Press, 1975.
  3. Burns, Thomas S. Barbarians Within the Gates of Rome. Indiana University Press, 1994.

Pranala luar

Media terkait Valentinianus II di Wikimedia Commons

Valentinianus II
Lahir: 371 Meninggal: 15 Mei 392
Gelar kebangsawanan
Didahului oleh:
Valentinianus I
Kaisar Romawi Barat
371–392
Bersama dengan: Valens, Gratianus dan Theodosius I
Diteruskan oleh:
Theodosius I
Principatus
27 SM – 235 M
Krisis
235–284
Dominatus
284–395
Romawi Barat
395–480
Romawi Timur
Bizantium

395–1204
Kekaisaran Nicea
1204–1261
Romawi Timur
Bizantium

1261–1453
Huruf cetak miring menunjukkan seorang rekan-kaisar, sedangkan yang digaris bawahi menunjukkan seorang perampas kekuasaan. Lihat pula: Kerajaan Romawi
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan