Kamis, 01 Oktober 2026
17:22 WIB
TERKINI
Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 1 Oktober 2026 Turun, Cek Rincian Lengkapnya Sekarang Cuaca Waspada! 325 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Ancaman Karhutla Meningkat Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Editorial Macan Kemayoran Raih Poin Penuh di Kandang Laskar Antasari Bandar Lampung Buaya Coki Menjalani Adaptasi di Sumsel Usai Perjalanan Panjang dari Lampung Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 1 Oktober 2026 Turun, Cek Rincian Lengkapnya Sekarang Cuaca Waspada! 325 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Ancaman Karhutla Meningkat Regional Menko PMK Muhadjir Effendy Kunjungi Anjir Batola, Perkuat Sinergi Pembangunan Wilayah Editorial Macan Kemayoran Raih Poin Penuh di Kandang Laskar Antasari Bandar Lampung Buaya Coki Menjalani Adaptasi di Sumsel Usai Perjalanan Panjang dari Lampung Berita Puan Maharani Atur Pertemuan Susulan Megawati dan Prabowo: Nasi Goreng Menanti
Pescennius Niger

Pescennius Niger

jenderal dan usurper Kekaisaran Romawi yang memproklamirkan dirinya sebagai kaisar dari tahun 193 hingga 194 M

Bagikan:
Gaius Pescennius Niger
Perampas kekuasaan Kekaisaran Romawi
250px-Denarius-Pescennius_Niger-RIC_0015var.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Berkuasa9 April 193 – Mei 194
PendahuluDidius Julianus
PenerusSeptimius Severus
Lahirsekitar 135/140
Meninggal194 (usia 53–59)
AyahAnnius Fuscus
IbuLampridia
DinastiTidak ada

Gaius Pescennius Niger Justus (sekitar tahun 135 – 140 M – 194 M) adalah seorang jenderal dan usurper Kekaisaran Romawi yang memproklamirkan dirinya sebagai kaisar dari tahun 193 hingga 194 M selama krisis yang dikenal sebagai Tahun Lima Kaisar. Pescennius Niger dikenal karena popularitasnya di Timur Romawi, kemampuannya sebagai jenderal, dan perjuangannya melawan Septimius Severus untuk takhta kekaisaran.

Latar Belakang

Pescennius Niger lahir di Aquinum, Italia, sekitar tahun 135–140 M. Ia berasal dari keluarga kesatria (equestrian) kelas menengah, yang memberinya akses ke karier militer dan administratif. Niger menunjukkan keahlian luar biasa dalam memimpin pasukan, yang membawanya naik ke posisi penting dalam hierarki militer Romawi.

Pada masa pemerintahan Kaisar Commodus (180–192 M), Niger menjabat sebagai gubernur provinsi Gallia Belgica dan kemudian menjadi gubernur Suriah pada tahun 191 M. Di sana, ia membangun reputasi sebagai pemimpin yang cakap dan dicintai oleh pasukannya serta rakyat setempat.

Perebutan Kekuasaan

Pada tahun 193 M, setelah pembunuhan Kaisar Pertinax dan pelelangan takhta oleh Garda Praetoria, Didius Julianus naik menjadi kaisar. Namun, tindakan ini memicu kemarahan di kalangan militer dan rakyat, yang menganggapnya tidak sah. Sebagai reaksi, tiga jenderal Romawi memproklamirkan diri sebagai kaisar di berbagai wilayah:

Niger didukung oleh kota-kota besar seperti Antiokhia, yang menjadi basis utama kekuasaannya. Ia juga mendapatkan dukungan dari banyak provinsi di Timur karena ketidakpuasan terhadap pemerintahan pusat di Roma.

Perang Saudara

Setelah Septimius Severus merebut Roma dan menyingkirkan Didius Julianus, Niger menjadi ancaman utama bagi kekuasaan Severus. Pada tahun 193 M, perang saudara antara Severus dan Niger dimulai.

Niger mengumpulkan pasukannya di Timur, sementara Severus bergerak cepat untuk mengamankan dukungan dari provinsi-provinsi di Asia Kecil. Konflik utama terjadi di wilayah modern Turki. Pada awalnya, Niger meraih beberapa kemenangan kecil, tetapi kampanyenya terganggu oleh kurangnya koordinasi antara pasukannya dan pengkhianatan dari beberapa sekutunya.

Pada tahun 194 M, Niger menderita kekalahan telak dalam Pertempuran Issus di Kilikia (dekat lokasi yang sama dengan pertempuran terkenal Alexander Agung melawan Darius III). Setelah kekalahan ini, Niger mencoba melarikan diri ke Parthia tetapi ditangkap dan dieksekusi oleh pasukan Severus.

Akibat

Setelah kematian Niger, Severus mengonsolidasikan kekuasaannya atas Kekaisaran Romawi. Untuk menghukum kota-kota yang mendukung Niger, Severus memberlakukan sanksi berat terhadap Antiokhia dan kota-kota lain di Timur.

Citra dan Warisan

Niger dikenang sebagai sosok yang karismatik, dihormati oleh pasukannya, dan didukung oleh banyak rakyat di provinsi Timur. Meskipun ia gagal merebut takhta, ambisinya mencerminkan ketegangan internal dalam Kekaisaran Romawi pada akhir abad ke-2 M.

Nama "Niger" yang berarti "hitam" kemungkinan besar merujuk pada warna kulit atau rambutnya, meskipun ini tidak dikonfirmasi secara historis.

Catatan Koin dan Arkeologi

Selama pemerintahannya yang singkat, Niger mencetak koin yang menunjukkan usahanya untuk melegitimasi klaim atas takhta. Beberapa koinnya menampilkan tulisan "AETERNITAS IMPERI" (Keabadian Kekaisaran), yang menunjukkan ambisinya untuk mendirikan dinasti.

Sumber

Sumber primer

Sumber sekunder

  • Southern, Pat. The Roman Empire from Severus to Constantine, Routledge, 2001
  • Potter, David Stone, The Roman Empire at Bay, AD 180-395, Routledge, 2004
  • Bowman, Alan K., The Cambridge Ancient History: The Crisis of Empire, A.D. 193-337, Cambridge University Press, 2005
  • Canduci, Alexander (2010), Triumph & Tragedy: The Rise and Fall of Rome's Immortal Emperors, Pier 9, ISBN 978-1-74196-598-8
  • http://www.roman-emperors.org/pniger.htm Meckler, Michael L, "Pescennius Niger (193-194 A.D.)", De Imperatoribus Romanis] (1998)

Referensi

  • Cassius Dio, Historia Romana.
  • Herodian, Sejarah Kekaisaran Romawi Setelah Marcus Aurelius.
  • Anthony R. Birley, Septimius Severus: The African Emperor.
  • Michael Grant, The Roman Emperors: A Biographical Guide to the Rulers of Imperial Rome, 31 BC–AD 476.

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Pescennius Niger.
Gelar kebangsawanan
Didahului oleh:
Didius Julianus
Kaisar Romawi
193
dalam kompetisi dengan
Septimius Severus dan Clodius Albinus
Diteruskan oleh:
Septimius Severus
Principatus
27 SM – 235 M
Krisis
235–284
Dominatus
284–395
Romawi Barat
395–480
Romawi Timur
Bizantium

395–1204
Kekaisaran Nicea
1204–1261
Romawi Timur
Bizantium

1261–1453
Huruf cetak miring menunjukkan seorang rekan-kaisar, sedangkan yang digaris bawahi menunjukkan seorang perampas kekuasaan. Lihat pula: Kerajaan Romawi
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan