Minggu, 01 November 2026
20:47 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Andronikos I Komnenos

Andronikos I Komnenos

Kaisar Romawi Timur terakhir dari dinasti Komnenus (1182–1185)

Bagikan:
Andronikus I Komnenus
Kaisar and Autokrat Romawi
250px-143_-_Andronikos_I_Komnenos_%28Mutinensis_-_color%29.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Potret Andronikus pada kodeks Mutinensis gr. 122 abad ke-15
Kaisar Romawi Timur
BerkuasaSeptember 1183 – 12 September 1185
PendahuluAleksius II Komnenus
PenerusIsakius II Angelus
WaliYohanes Komnenus
Lahirca 1118–1120
Meninggal12 September 1185
(usia 64–67)
Konstantinopel
AyahIsakius Komnenus
IbuIrene (Kata?)
PasanganIstri pertama tidak diketahui
Agnes dari Prancis
KeturunanManuel Komnenus
Yohanes Komnenus
Maria Komnena
Aleksius Komnenus
Irene Komnena
WangsaKomnenus

Andronikus I Komnenus (Yunani: Ἀνδρόνικος Κομνηνός, alih aksara: Andrónikos Komnēnós; ca 1118/1120 – 12 September 1185), atau Andronikos I Komnenos, adalah Kaisar Romawi Timur yang memerintah dari tahun 1183 hingga 1185. Sebagai keponakan Yohanes II Komnenus (berkuasa 1118–1143), Andronikus mulai dikenal luas pada masa pemerintahan sepupunya, Manuel I Komnenus (berkuasa 1143–1180); masa itu diwarnai oleh kegagalan politik, petualangan, kisah asmara yang penuh skandal, serta persaingan sengit dengan sang kaisar.

Setelah kematian Manuel pada tahun 1180, Andronikus—yang kala itu sudah lanjut usia—muncul sebagai tokoh penting ketika naiknya Aleksius II Komnenus yang masih muda memicu perebutan kekuasaan di Konstantinopel. Pada tahun 1182, Andronikus merebut kekuasaan di ibu kota, dengan dalih bertindak sebagai wali bagi kaisar muda tersebut. Ia dengan cepat dan tanpa ampun menyingkirkan lawan-lawan politiknya, termasuk ibu sekaligus wali Aleksius II, Maria dari Antiokhia. Pada bulan September 1183, Andronikus dinobatkan sebagai rekan kaisar dan memerintahkan pembunuhan Aleksius, lalu mengambil alih kekuasaan sepenuhnya atas namanya sendiri. Andronikus dengan gigih menentang kaum aristokrat yang berpengaruh dan menerapkan tindakan kejam untuk membatasi kekuasaan mereka. Meskipun ia menghadapi berbagai pemberontakan dan kekaisaran menjadi semakin tidak stabil, reformasi yang dilakukannya memberikan dampak positif bagi rakyat jelata. Jatuhnya Tesalonika ke tangan Gulielmus II dari Sisilia pada tahun 1185 memicu kemarahan rakyat Konstantinopel terhadap Andronikus; ia pun ditangkap dan dibunuh secara kejam.

Andronikus adalah kaisar Romawi Timur terakhir dari dinasti Komnenus (1081–1185). Ia dicap sebagai seorang tiran oleh para penulis Romawi Timur di masa kemudian; seorang sejarawan bahkan menjulukinya "Misofaes" (Yunani Kuno: μισοφαής, terj. har. 'pembenci sinar matahari') karena banyaknya musuh yang ia butakan. Kebijakan anti-aristokrat yang dijalankan Andronikus menghancurkan sistem Komnenus yang sebelumnya diterapkan oleh para pendahulunya. Reformasi dan kebijakannya dibatalkan oleh dinasti Angelus yang menggantikannya (1185–1204), yang turut berkontribusi pada runtuhnya otoritas pusat kekaisaran. Ketika Kekaisaran Romawi Timur sempat digulingkan dalam Perang Salib Keempat (1204), keturunan Andronikus dari putra sulungnya, Manuel, mendirikan Kekaisaran Trapezus; di sana, wangsa Komnenus terus memerintah hingga tahun 1461.

Masa muda dan karakter

Andronikus Komnenos lahir sekitar tahun 1118–1120,[1] sebagai putra dari sebastokrator Isakius Komnenus[2] dan istrinya, Irene.[1] Andronikus memiliki tiga saudara kandung: seorang kakak laki-laki bernama Yohanes dan dua kakak perempuan, yang salah satunya bernama Anna.[3] Andronikus adalah keponakan dari kaisar yang sedang berkuasa, Yohanes II Komnenus (m. 1118–1143), dan tumbuh besar bersama sepupunya (yang juga penerus Yohanes), Manuel I Komnenus (m. 1143–1180).[1]

Pada tahun 1130, ayah Andronikus terlibat dalam sebuah konspirasi melawan Yohanes II saat sang kaisar sedang meninggalkan Konstantinopel untuk melakukan kampanye militer melawan Kesultanan Rum. Konspirasi tersebut terbongkar, namun Isakius beserta putra-putranya melarikan diri dari ibu kota dan mencari perlindungan di istana emir Danishmend, Gazi Gümüshtigin, di Melitini.[4] Keluarga tersebut menghabiskan waktu enam tahun dalam pelarian, bepergian ke Trapezus, Armenia Kilikia, dan akhirnya ke Kesultanan Rum, sebelum akhirnya Isakius berdamai dengan Yohanes II dan sang kaisar mengampuninya.[5]

Menurut sejarawan Anthony Kaldellis, Andronikus adalah "salah satu sosok yang paling penuh warna dan serba bisa pada zamannya".[6] Ia berpostur tinggi, tampan, dan pemberani, namun merupakan ahli strategi yang buruk,[2] serta dikenal karena ketampanan, kecerdasan, pesona, dan keanggunannya.[7]


Referensi

  1. 1 2 3 Kislinger 2019, hlm. 77.
  2. 1 2 Kaldellis 2024, hlm. 697.
  3. ↑ Varzos, Vol. A1, 1984, hlm. 254, 480–638.
  4. ↑ Varzos, Vol. A1, 1984, hlm. 239, 480.
  5. ↑ Varzos, Vol. A1, 1984, hlm. 243–244, 481.
  6. ↑ Kaldellis 2024, hlm. 696.
  7. ↑ Norwich 1998, The Fourth Crusade.

Bibliografi


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi tokoh ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan