| Andronikus I Komnenus | |
|---|---|
| Kaisar and Autokrat Romawi | |
Potret Andronikus pada kodeks Mutinensis gr. 122 abad ke-15 | |
| Kaisar Romawi Timur | |
| Berkuasa | September 1183 – 12 September 1185 |
| Pendahulu | Aleksius II Komnenus |
| Penerus | Isakius II Angelus |
| Wali | Yohanes Komnenus |
| Lahir | ca 1118–1120 |
| Meninggal | 12 September 1185 (usia 64–67) Konstantinopel |
| Ayah | Isakius Komnenus |
| Ibu | Irene (Kata?) |
| Pasangan | Istri pertama tidak diketahui Agnes dari Prancis |
| Keturunan | Manuel Komnenus Yohanes Komnenus Maria Komnena Aleksius Komnenus Irene Komnena |
| Wangsa | Komnenus |
Andronikus I Komnenus (Yunani: Ἀνδρόνικος Κομνηνός, alih aksara: Andrónikos Komnēnós; ca 1118/1120 – 12 September 1185), atau Andronikos I Komnenos, adalah Kaisar Romawi Timur yang memerintah dari tahun 1183 hingga 1185. Sebagai keponakan Yohanes II Komnenus (berkuasa 1118–1143), Andronikus mulai dikenal luas pada masa pemerintahan sepupunya, Manuel I Komnenus (berkuasa 1143–1180); masa itu diwarnai oleh kegagalan politik, petualangan, kisah asmara yang penuh skandal, serta persaingan sengit dengan sang kaisar.
Setelah kematian Manuel pada tahun 1180, Andronikus—yang kala itu sudah lanjut usia—muncul sebagai tokoh penting ketika naiknya Aleksius II Komnenus yang masih muda memicu perebutan kekuasaan di Konstantinopel. Pada tahun 1182, Andronikus merebut kekuasaan di ibu kota, dengan dalih bertindak sebagai wali bagi kaisar muda tersebut. Ia dengan cepat dan tanpa ampun menyingkirkan lawan-lawan politiknya, termasuk ibu sekaligus wali Aleksius II, Maria dari Antiokhia. Pada bulan September 1183, Andronikus dinobatkan sebagai rekan kaisar dan memerintahkan pembunuhan Aleksius, lalu mengambil alih kekuasaan sepenuhnya atas namanya sendiri. Andronikus dengan gigih menentang kaum aristokrat yang berpengaruh dan menerapkan tindakan kejam untuk membatasi kekuasaan mereka. Meskipun ia menghadapi berbagai pemberontakan dan kekaisaran menjadi semakin tidak stabil, reformasi yang dilakukannya memberikan dampak positif bagi rakyat jelata. Jatuhnya Tesalonika ke tangan Gulielmus II dari Sisilia pada tahun 1185 memicu kemarahan rakyat Konstantinopel terhadap Andronikus; ia pun ditangkap dan dibunuh secara kejam.
Andronikus adalah kaisar Romawi Timur terakhir dari dinasti Komnenus (1081–1185). Ia dicap sebagai seorang tiran oleh para penulis Romawi Timur di masa kemudian; seorang sejarawan bahkan menjulukinya "Misofaes" (Yunani Kuno: μισοφαής, terj. har. 'pembenci sinar matahari') karena banyaknya musuh yang ia butakan. Kebijakan anti-aristokrat yang dijalankan Andronikus menghancurkan sistem Komnenus yang sebelumnya diterapkan oleh para pendahulunya. Reformasi dan kebijakannya dibatalkan oleh dinasti Angelus yang menggantikannya (1185–1204), yang turut berkontribusi pada runtuhnya otoritas pusat kekaisaran. Ketika Kekaisaran Romawi Timur sempat digulingkan dalam Perang Salib Keempat (1204), keturunan Andronikus dari putra sulungnya, Manuel, mendirikan Kekaisaran Trapezus; di sana, wangsa Komnenus terus memerintah hingga tahun 1461.
Masa muda dan karakter
Andronikus Komnenos lahir sekitar tahun 1118–1120,[1] sebagai putra dari sebastokrator Isakius Komnenus[2] dan istrinya, Irene.[1] Andronikus memiliki tiga saudara kandung: seorang kakak laki-laki bernama Yohanes dan dua kakak perempuan, yang salah satunya bernama Anna.[3] Andronikus adalah keponakan dari kaisar yang sedang berkuasa, Yohanes II Komnenus (m. 1118–1143), dan tumbuh besar bersama sepupunya (yang juga penerus Yohanes), Manuel I Komnenus (m. 1143–1180).[1]
Pada tahun 1130, ayah Andronikus terlibat dalam sebuah konspirasi melawan Yohanes II saat sang kaisar sedang meninggalkan Konstantinopel untuk melakukan kampanye militer melawan Kesultanan Rum. Konspirasi tersebut terbongkar, namun Isakius beserta putra-putranya melarikan diri dari ibu kota dan mencari perlindungan di istana emir Danishmend, Gazi Gümüshtigin, di Melitini.[4] Keluarga tersebut menghabiskan waktu enam tahun dalam pelarian, bepergian ke Trapezus, Armenia Kilikia, dan akhirnya ke Kesultanan Rum, sebelum akhirnya Isakius berdamai dengan Yohanes II dan sang kaisar mengampuninya.[5]
Menurut sejarawan Anthony Kaldellis, Andronikus adalah "salah satu sosok yang paling penuh warna dan serba bisa pada zamannya".[6] Ia berpostur tinggi, tampan, dan pemberani, namun merupakan ahli strategi yang buruk,[2] serta dikenal karena ketampanan, kecerdasan, pesona, dan keanggunannya.[7]
Referensi
- 1 2 3 Kislinger 2019, hlm. 77.
- 1 2 Kaldellis 2024, hlm. 697.
- ↑ Varzos, Vol. A1, 1984, hlm. 254, 480–638.
- ↑ Varzos, Vol. A1, 1984, hlm. 239, 480.
- ↑ Varzos, Vol. A1, 1984, hlm. 243–244, 481.
- ↑ Kaldellis 2024, hlm. 696.
- ↑ Norwich 1998, The Fourth Crusade.
Bibliografi
- Kaldellis, Anthony (2024). The New Roman Empire: A History of Byzantium. Oxford University Press. ISBN 9780197549322.
{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link) - Kislinger, Ewald (2019). "Andronikos I Komnenos". Encyclopedia of Greece and the Hellenic Tradition: Volume I: A–K. Routledge. hlm. 77–78. ISBN 978-1-57958-141-1.
{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link) - Norwich, John Julius (1998). A Short History of Byzantium. Penguin Books. ISBN 978-0-14-192859-3.
{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link) - Varzos, Vol. A1,, Konstantinos (1984). Η Γενεαλογία των Κομνηνών (PDF). Thessalonika: Pusat Studi Bizantium, Universitas Thessaloniki.
{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Nama numerik: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link) Pemeliharaan CS1: Tanda baca tambahan (link)
| Internasional | |
|---|---|
| Nasional | |
| Orang | |
| Lain-lain | |
Artikel bertopik biografi tokoh ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya. |