Senin, 09 November 2026
00:56 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Maxentius

Maxentius

Kaisar Romawi yang memerintah dari tahun 306 hingga 312 M

Bagikan:
Maxentius
58th Emperor of the Roman Empire
250px-Maxentius02_pushkin.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bust of Maxentius.
Berkuasa28 October 306 –
28 October 312 (in competition with Severus, then Galerius then Constantine – jointly with his father 306-8)
PendahuluConstantius Chlorus
PenerusConstantine
Lahirc. 278
Meninggal28 Oktober 312 (aged 34)
Rome
AyahMaximian
IbuEutropia
Istri
KeturunanValerius Romulus,
1 other son of unknown name
Nama lengkap
Marcus Aurelius Valerius Maxentius Augustus

Flavius Valerius Maxentius (278 – 28 Oktober 312 M) adalah Kaisar Romawi yang memerintah dari tahun 306 hingga 312 M. Ia terkenal sebagai salah satu kaisar yang terlibat dalam perang saudara Romawi di awal abad ke-4, yang akhirnya berujung pada kekalahannya di Pertempuran Jembatan Milvius melawan Konstantinus I. Meskipun masa pemerintahannya singkat, Maxentius memainkan peran penting dalam sejarah Kekaisaran Romawi Barat sebelum Konstantinus menjadi kaisar tunggal Romawi.

Kehidupan Awal

Maxentius lahir sekitar tahun 278 M di Roma, dari keluarga kekaisaran. Ayahnya adalah Kaisar Maximianus, yang menjadi salah satu anggota Tetrarki yang dibentuk oleh Diokletianus pada tahun 293 M. Ibunya, Eutropia, berasal dari kalangan bangsawan Romawi. Maxentius tumbuh dalam lingkungan istana dan menerima pendidikan yang baik, tetapi tidak seperti ayahnya, ia tidak diberikan posisi tinggi dalam hierarki Tetrarki.

Ketika Diokletianus dan Maximianus mengundurkan diri dari jabatan mereka pada tahun 305 M, Maxentius tidak dipilih sebagai salah satu penguasa baru Tetrarki. Sebaliknya, penguasa yang baru diangkat, termasuk Konstantinus I dan Severus II, diangkat sebagai Augustus dan Caesar, meninggalkan Maxentius tanpa gelar kekaisaran.

Kenaikan Takhta

Pada tahun 306 M, ketidakpuasan meluas di Roma karena pengenaan pajak yang diberlakukan oleh Kaisar Severus II. Para prajurit, senator, dan rakyat Roma merasa diabaikan oleh pemerintah Tetrarki. Dalam situasi yang tegang ini, Maxentius diproklamasikan sebagai kaisar oleh Garda Praetoria di Roma pada bulan Oktober 306 M. Segera setelah naik takhta, Maxentius menolak gelar Caesar dan justru mengklaim dirinya sebagai Augustus.

Maximianus, ayah Maxentius, datang dari pengasingan untuk mendukung pemerintahan putranya dan kembali memproklamasikan dirinya sebagai Augustus. Bersama-sama, mereka mempertahankan kendali atas Italia dan Afrika Utara, meskipun Severus II dan Galerius, kaisar-kaisar Tetrarki lainnya, berusaha untuk menggulingkan Maxentius melalui serangan militer.

Konflik dengan Konstantinus

Selama masa pemerintahannya, Maxentius menghadapi sejumlah tantangan, termasuk upaya perebutan kekuasaan dari Severus II dan kemudian Galerius. Namun, ancaman terbesarnya datang dari Konstantinus, kaisar yang menguasai bagian barat Kekaisaran Romawi. Konflik antara keduanya memuncak pada tahun 312 M ketika Konstantinus berbaris ke Italia dengan pasukannya.

Pada tanggal 28 Oktober 312 M, kedua pasukan bertemu di luar Roma di Pertempuran Jembatan Milvius. Menurut legenda, Konstantinus menerima penglihatan ilahi yang menyuruhnya menempatkan simbol salib di perisai tentaranya. Konstantinus kemudian memenangkan pertempuran ini dengan menghancurkan pasukan Maxentius dan menenggelamkan kaisar Romawi tersebut di Sungai Tiber saat ia mencoba melarikan diri.

Pemerintahan

Pemerintahan Maxentius dikenal karena kebijakannya yang populis, terutama di Roma, di mana ia berusaha mengurangi beban pajak dan melakukan proyek-proyek pembangunan besar. Salah satu proyek utamanya adalah pembangunan Basilica Maxentius, yang tetap menjadi salah satu struktur monumental di Forum Romawi hingga hari ini. Ia juga dikenal karena memperkuat tembok kota Roma untuk mempertahankannya dari serangan musuh.

Namun, Maxentius juga dikritik oleh beberapa sejarawan kuno karena dianggap sebagai penguasa tiran dan diktator. Ia juga tidak diakui oleh kaisar-kaisar Tetrarki lainnya sebagai kaisar yang sah, meskipun ia berhasil mempertahankan kendali atas Roma dan Italia selama enam tahun.

Kematian

Maxentius tewas dalam Pertempuran Jembatan Milvius pada tahun 312 M. Tubuhnya ditemukan di Sungai Tiber dan kepalanya dipenggal untuk dipamerkan sebagai simbol kekalahan di Roma. Dengan kematiannya, Konstantinus menjadi penguasa tunggal atas bagian barat Kekaisaran Romawi, yang kemudian menyatukan seluruh kekaisaran setelah mengalahkan Licinius pada tahun 324 M.

Referensi

  • Barnes, Timothy D. The New Empire of Diocletian and Constantine. Harvard University Press, 1982.
  • Odahl, Charles Matson. Constantine and the Christian Empire. Routledge, 2010.
  • Southern, Pat. The Roman Empire from Severus to Constantine. Routledge, 2001.
Jabatan politik
Didahului oleh:
Maximian ,
Constantine I ,
Flavius Valerius Severus,
Maximinus Daia,
Galerius
Consul of the Roman Empire
308–310
bersama dengan Valerius Romulus,
Diocletian ,
Galerius
Licinius,
Constantine I,
Tatius Andronicus,
Pompeius Probus
Diteruskan oleh:
Galerius ,
Maximinus Daia ,
Gaius Caeionius Rufius Volusianus,
Aradius Rufinus
Didahului oleh:
Galerius ,
Maximinus Daia ,
Gaius Caeionius Rufius Volusianus,
Aradius Rufinus
Consul of the Roman Empire
312
bersama dengan Constantine I,
Licinius
Diteruskan oleh:
Constantine I ,
Licinius,
Maximinus Daia

Catatan

Essays from The Cambridge Companion to the Age of Constantine are marked with a "(CC)".

Bibliografi

  • Alföldi, Andrew. The Conversion of Constantine and Pagan Rome. Translated by Harold Mattingly. Oxford: Clarendon Press, 1948.
  • Barnes, Timothy D. Constantine and Eusebius. Cambridge, MA: Harvard University Press, 1981. ISBN 978-0-674-16531-1
  • Barnes, Timothy D. The New Empire of Diocletian and Constantine. Cambridge, MA: Harvard University Press, 1982. ISBN 0-7837-2221-4
  • Drijvers, Jan Willem. "Eusebius' Vita Constantini and the Construction of the Image of Maxentius." In From Rome to Constantinople: Studies in Honour of Averil Cameron, edited by Hagit Amirav and Bas ter Haar Romeny, 11–28. Leuven and Dudley, MA: Peeters, 2006. ISBN 978-90-429-1971-6
  • Elliott, T. G. The Christianity of Constantine the Great. Scranton, PA: University of Scranton Press, 1996. ISBN 0-940866-59-5
  • Lenski, Noel, ed. The Cambridge Companion to the Age of Constantine. New York: Cambridge University Press, 2006. Hardcover ISBN 0-521-81838-9 Paperback ISBN 0-521-52157-2
  • Leppin, Hartmut and Hauke Ziemssen. Maxentius. Der letzte Kaiser in Rom (Zaberns Bildbände zur Archäologie). Mainz: Zabern, 2007.
  • Odahl, Charles Matson. Constantine and the Christian Empire. New York: Routledge, 2004. Hardcover ISBN 0-415-17485-6 Paperback ISBN 0-415-38655-1
  • Potter, David S. The Roman Empire at Bay: AD 180–395. New York: Routledge, 2005. Hardcover ISBN 0-415-10057-7 Paperback ISBN 0-415-10058-5
  • Southern, Pat. The Roman Empire from Severus to Constantine. New York: Routledge, 2001. ISBN 0-415-23944-3

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Maxentius.
Principatus
27 SM – 235 M
Krisis
235–284
Dominatus
284–395
Romawi Barat
395–480
Romawi Timur
Bizantium

395–1204
Kekaisaran Nicea
1204–1261
Romawi Timur
Bizantium

1261–1453
Huruf cetak miring menunjukkan seorang rekan-kaisar, sedangkan yang digaris bawahi menunjukkan seorang perampas kekuasaan. Lihat pula: Kerajaan Romawi
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan