Kamis, 24 September 2026
09:17 WIB
TERKINI
Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN
Maxentius

Maxentius

Kaisar Romawi yang memerintah dari tahun 306 hingga 312 M

Maxentius
58th Emperor of the Roman Empire
250px-Maxentius02_pushkin.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bust of Maxentius.
Berkuasa28 October 306 –
28 October 312 (in competition with Severus, then Galerius then Constantine – jointly with his father 306-8)
PendahuluConstantius Chlorus
PenerusConstantine
Lahirc. 278
Meninggal28 Oktober 312 (aged 34)
Rome
AyahMaximian
IbuEutropia
Istri
KeturunanValerius Romulus,
1 other son of unknown name
Nama lengkap
Marcus Aurelius Valerius Maxentius Augustus

Flavius Valerius Maxentius (278 – 28 Oktober 312 M) adalah Kaisar Romawi yang memerintah dari tahun 306 hingga 312 M. Ia terkenal sebagai salah satu kaisar yang terlibat dalam perang saudara Romawi di awal abad ke-4, yang akhirnya berujung pada kekalahannya di Pertempuran Jembatan Milvius melawan Konstantinus I. Meskipun masa pemerintahannya singkat, Maxentius memainkan peran penting dalam sejarah Kekaisaran Romawi Barat sebelum Konstantinus menjadi kaisar tunggal Romawi.

Kehidupan Awal

Maxentius lahir sekitar tahun 278 M di Roma, dari keluarga kekaisaran. Ayahnya adalah Kaisar Maximianus, yang menjadi salah satu anggota Tetrarki yang dibentuk oleh Diokletianus pada tahun 293 M. Ibunya, Eutropia, berasal dari kalangan bangsawan Romawi. Maxentius tumbuh dalam lingkungan istana dan menerima pendidikan yang baik, tetapi tidak seperti ayahnya, ia tidak diberikan posisi tinggi dalam hierarki Tetrarki.

Ketika Diokletianus dan Maximianus mengundurkan diri dari jabatan mereka pada tahun 305 M, Maxentius tidak dipilih sebagai salah satu penguasa baru Tetrarki. Sebaliknya, penguasa yang baru diangkat, termasuk Konstantinus I dan Severus II, diangkat sebagai Augustus dan Caesar, meninggalkan Maxentius tanpa gelar kekaisaran.

Kenaikan Takhta

Pada tahun 306 M, ketidakpuasan meluas di Roma karena pengenaan pajak yang diberlakukan oleh Kaisar Severus II. Para prajurit, senator, dan rakyat Roma merasa diabaikan oleh pemerintah Tetrarki. Dalam situasi yang tegang ini, Maxentius diproklamasikan sebagai kaisar oleh Garda Praetoria di Roma pada bulan Oktober 306 M. Segera setelah naik takhta, Maxentius menolak gelar Caesar dan justru mengklaim dirinya sebagai Augustus.

Maximianus, ayah Maxentius, datang dari pengasingan untuk mendukung pemerintahan putranya dan kembali memproklamasikan dirinya sebagai Augustus. Bersama-sama, mereka mempertahankan kendali atas Italia dan Afrika Utara, meskipun Severus II dan Galerius, kaisar-kaisar Tetrarki lainnya, berusaha untuk menggulingkan Maxentius melalui serangan militer.

Konflik dengan Konstantinus

Selama masa pemerintahannya, Maxentius menghadapi sejumlah tantangan, termasuk upaya perebutan kekuasaan dari Severus II dan kemudian Galerius. Namun, ancaman terbesarnya datang dari Konstantinus, kaisar yang menguasai bagian barat Kekaisaran Romawi. Konflik antara keduanya memuncak pada tahun 312 M ketika Konstantinus berbaris ke Italia dengan pasukannya.

Pada tanggal 28 Oktober 312 M, kedua pasukan bertemu di luar Roma di Pertempuran Jembatan Milvius. Menurut legenda, Konstantinus menerima penglihatan ilahi yang menyuruhnya menempatkan simbol salib di perisai tentaranya. Konstantinus kemudian memenangkan pertempuran ini dengan menghancurkan pasukan Maxentius dan menenggelamkan kaisar Romawi tersebut di Sungai Tiber saat ia mencoba melarikan diri.

Pemerintahan

Pemerintahan Maxentius dikenal karena kebijakannya yang populis, terutama di Roma, di mana ia berusaha mengurangi beban pajak dan melakukan proyek-proyek pembangunan besar. Salah satu proyek utamanya adalah pembangunan Basilica Maxentius, yang tetap menjadi salah satu struktur monumental di Forum Romawi hingga hari ini. Ia juga dikenal karena memperkuat tembok kota Roma untuk mempertahankannya dari serangan musuh.

Namun, Maxentius juga dikritik oleh beberapa sejarawan kuno karena dianggap sebagai penguasa tiran dan diktator. Ia juga tidak diakui oleh kaisar-kaisar Tetrarki lainnya sebagai kaisar yang sah, meskipun ia berhasil mempertahankan kendali atas Roma dan Italia selama enam tahun.

Kematian

Maxentius tewas dalam Pertempuran Jembatan Milvius pada tahun 312 M. Tubuhnya ditemukan di Sungai Tiber dan kepalanya dipenggal untuk dipamerkan sebagai simbol kekalahan di Roma. Dengan kematiannya, Konstantinus menjadi penguasa tunggal atas bagian barat Kekaisaran Romawi, yang kemudian menyatukan seluruh kekaisaran setelah mengalahkan Licinius pada tahun 324 M.

Referensi

  • Barnes, Timothy D. The New Empire of Diocletian and Constantine. Harvard University Press, 1982.
  • Odahl, Charles Matson. Constantine and the Christian Empire. Routledge, 2010.
  • Southern, Pat. The Roman Empire from Severus to Constantine. Routledge, 2001.
Jabatan politik
Didahului oleh:
Maximian ,
Constantine I ,
Flavius Valerius Severus,
Maximinus Daia,
Galerius
Consul of the Roman Empire
308–310
bersama dengan Valerius Romulus,
Diocletian ,
Galerius
Licinius,
Constantine I,
Tatius Andronicus,
Pompeius Probus
Diteruskan oleh:
Galerius ,
Maximinus Daia ,
Gaius Caeionius Rufius Volusianus,
Aradius Rufinus
Didahului oleh:
Galerius ,
Maximinus Daia ,
Gaius Caeionius Rufius Volusianus,
Aradius Rufinus
Consul of the Roman Empire
312
bersama dengan Constantine I,
Licinius
Diteruskan oleh:
Constantine I ,
Licinius,
Maximinus Daia

Catatan

Essays from The Cambridge Companion to the Age of Constantine are marked with a "(CC)".

Bibliografi

  • Alföldi, Andrew. The Conversion of Constantine and Pagan Rome. Translated by Harold Mattingly. Oxford: Clarendon Press, 1948.
  • Barnes, Timothy D. Constantine and Eusebius. Cambridge, MA: Harvard University Press, 1981. ISBN 978-0-674-16531-1
  • Barnes, Timothy D. The New Empire of Diocletian and Constantine. Cambridge, MA: Harvard University Press, 1982. ISBN 0-7837-2221-4
  • Drijvers, Jan Willem. "Eusebius' Vita Constantini and the Construction of the Image of Maxentius." In From Rome to Constantinople: Studies in Honour of Averil Cameron, edited by Hagit Amirav and Bas ter Haar Romeny, 11–28. Leuven and Dudley, MA: Peeters, 2006. ISBN 978-90-429-1971-6
  • Elliott, T. G. The Christianity of Constantine the Great. Scranton, PA: University of Scranton Press, 1996. ISBN 0-940866-59-5
  • Lenski, Noel, ed. The Cambridge Companion to the Age of Constantine. New York: Cambridge University Press, 2006. Hardcover ISBN 0-521-81838-9 Paperback ISBN 0-521-52157-2
  • Leppin, Hartmut and Hauke Ziemssen. Maxentius. Der letzte Kaiser in Rom (Zaberns Bildbände zur Archäologie). Mainz: Zabern, 2007.
  • Odahl, Charles Matson. Constantine and the Christian Empire. New York: Routledge, 2004. Hardcover ISBN 0-415-17485-6 Paperback ISBN 0-415-38655-1
  • Potter, David S. The Roman Empire at Bay: AD 180–395. New York: Routledge, 2005. Hardcover ISBN 0-415-10057-7 Paperback ISBN 0-415-10058-5
  • Southern, Pat. The Roman Empire from Severus to Constantine. New York: Routledge, 2001. ISBN 0-415-23944-3

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Maxentius.
Principatus
27 SM 235 M
Krisis
235284
Dominatus
284395
Romawi Barat
395480
Romawi Timur
Bizantium

3951204
Kekaisaran Nicea
12041261
Romawi Timur
Bizantium

12611453
Huruf cetak miring menunjukkan seorang rekan-kaisar, sedangkan yang digaris bawahi menunjukkan seorang perampas kekuasaan. Lihat pula: Kerajaan Romawi
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan