Minggu, 20 September 2026
23:53 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Konstantius Klorus

Konstantius Klorus

Kaisar Romawi dalam sistem Tetrarki, sebagai Caesar dari tahun 293 hingga 305 dan sebagai Augustus dari tahun 305 hingga 306

Biografi ini tidak memiliki referensi atau sumber sehingga isinya tidak dapat dipastikan. Bantu memperbaiki artikel ini dengan menambahkan sumber tepercaya. Materi kontroversial atau trivial yang sumbernya tidak memadai atau tidak bisa dipercaya harus segera dihapus.
Cari sumber: "Konstantius Klorus"  berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
(Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
Infobox orangKonstantius Klorus
250px-Const.chlorus01_pushkin.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Suntingan nilai di Wikidata
Biografi
Kelahiran(la) Flavius Constantius Suntingan nilai di Wikidata
k. 250 Suntingan nilai di Wikidata
Dardani Suntingan nilai di Wikidata
Kematian25 Juli 306 Suntingan nilai di Wikidata (55/56 tahun)
Eboracum (Britannia) Suntingan nilai di Wikidata
40px-Vexilloid_of_the_Roman_Empire.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Kaisar Romawi
1r Mei 305 (Kalender Masehi Gregorius) – 25 Juli 306 (Kalender Masehi Gregorius)
Ancient Roman senator (en) Terjemahkan
Suntingan nilai di Wikidata
Data pribadi
AgamaAgama di Romawi Kuno Suntingan nilai di Wikidata
Kegiatan
Pekerjaanpolitikus Suntingan nilai di Wikidata
PeriodeLow Roman Empire (en) Terjemahkan Suntingan nilai di Wikidata
Lain-lain
Gelar bangsawanAugustus Kesalahan: waktu tidak sah. Kesalahan: waktu tidak sah. (Kesalahan: waktu tidak sah. Kesalahan: waktu tidak sah.)
Caesar Kesalahan: waktu tidak sah. Kesalahan: waktu tidak sah. (Kesalahan: waktu tidak sah. Kesalahan: waktu tidak sah.) Suntingan nilai di Wikidata
KeluargaDinasti Konstantinian Suntingan nilai di Wikidata
Pasangan nikahHelena
Flavia Maximiana Teodora Suntingan nilai di Wikidata
AnakKonstantinus Agung
 (20px-OOjs_UI-like_kinship-progressive-black.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Helena)
Flavius Iulius Constantius
 (20px-OOjs_UI-like_kinship-progressive-black.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Flavia Maximiana Teodora)
Flavius Iulius Dalmatius
 (20px-OOjs_UI-like_kinship-progressive-black.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Flavia Maximiana Teodora)
Eutropia (en) Terjemahkan
 (20px-OOjs_UI-like_kinship-progressive-black.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Flavia Maximiana Teodora)
Flavia Yulia Konstantia
 (20px-OOjs_UI-like_kinship-progressive-black.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Flavia Maximiana Teodora)
Anastasia (en) Terjemahkan
 (20px-OOjs_UI-like_kinship-progressive-black.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Flavia Maximiana Teodora)
Flavius Hannibalianus
 (20px-OOjs_UI-like_kinship-progressive-black.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Flavia Maximiana Teodora) Suntingan nilai di Wikidata
Orang tuaFlavius Eutropius (en) Terjemahkan dan Maximianus Suntingan nilai di Wikidata, Claudia Crispina (en) Terjemahkan Suntingan nilai di Wikidata

Konstantius I, yang lebih dikenal sebagai Konstantius Klorus (bahasa Latin: Constantius Chlorus), lahir pada 31 Maret sekitar tahun 250 dan meninggal pada 25 Juli 306, adalah Kaisar Romawi yang memerintah sebagai bagian dari sistem Tetrarki yang diperkenalkan oleh Diokletianus. Dia memegang gelar Caesar dari tahun 293 hingga 305 dan kemudian naik menjadi Augustus dari tahun 305 hingga kematiannya pada tahun 306. Konstantius terkenal sebagai ayah dari Konstantinus Agung, yang kelak akan mendirikan Konstantinopel dan mengubah agama Romawi ke Kristen.

Kehidupan Awal

Konstantius lahir dengan nama lengkap Flavius Valerius Constantius di daerah yang saat ini adalah Dardania, sebuah wilayah di Balkan. Ayahnya, Eutropius, adalah bangsawan kecil di wilayah itu, dan ibunya, Claudia, diduga memiliki hubungan keluarga dengan Kaisar Klaudius II Gothicus. Meskipun tidak berasal dari dinasti kerajaan yang kuat, latar belakang bangsawan kecilnya memberinya akses ke karier militer dan politik.

Karier Militer dan Politik

Karier militer Konstantius sangat sukses, dan dia dengan cepat naik pangkat di dalam hierarki Romawi. Dia menjadi gubernur Dalmatia sebelum akhirnya diangkat sebagai Caesar dalam sistem Tetrarki pada tahun 293 oleh Diokletianus, ketika sistem pemerintahan ini dibagi antara dua Augustus dan dua Caesar. Dalam pembagian kekuasaan tersebut, Konstantius memerintah wilayah barat Kekaisaran Romawi, yang mencakup Galia, Britannia, dan Hispania.

Sebagai bagian dari tanggung jawabnya, Konstantius diminta untuk menangani pemberontakan di Britannia yang dipimpin oleh usurper Karaucius dan penerusnya, Allectus. Pada tahun 296, Konstantius berhasil mengalahkan Allectus, mengembalikan Britannia ke dalam kekuasaan Kekaisaran Romawi.

Sebagai Augustus

Pada tahun 305, Diokletianus dan Augustus barat, Maximianus, mengundurkan diri dari jabatan mereka sebagai bagian dari perencanaan suksesi Tetrarki. Konstantius, yang saat itu adalah Caesar, diangkat menjadi Augustus di barat, sementara Galerius mengambil alih sebagai Augustus di timur. Namun, sebagai Augustus barat, Konstantius hanya memerintah selama setahun karena ia meninggal pada tahun 306 di kota Eboracum (sekarang York, Inggris) setelah kampanye militer melawan Pict di Skotlandia.

Sebelum kematiannya, Konstantius memanggil putranya, Konstantinus, untuk menemaninya dalam kampanye militernya. Saat kematiannya, pasukannya segera memproklamasikan Konstantinus sebagai Augustus, yang menyebabkan ketidakstabilan dalam sistem Tetrarki dan akhirnya mengarah pada perang saudara yang akan mengakhiri sistem ini.

Kebijakan dan Pemerintahan

Meskipun masa pemerintahannya singkat, Konstantius terkenal sebagai penguasa yang cakap dan moderat. Dia lebih toleran terhadap umat Kristen dibandingkan beberapa kaisar sezamannya. Meskipun dia tidak mengesahkan kebijakan pro-Kristen secara terbuka, dia tidak mengejar kebijakan penganiayaan umat Kristen secara agresif, terutama di wilayah barat yang dia kendalikan.

Konstantius juga berhasil mempertahankan keamanan di Galia dan Britannia, menjaga perbatasan utara Kekaisaran dari ancaman suku-suku barbar, terutama Franka dan Alemanni.

Keluarga

Konstantius awalnya menikah dengan Helena, seorang wanita yang tidak memiliki hubungan bangsawan tinggi tetapi yang kelak dikenal sebagai Santa Helena. Helena melahirkan putra mereka, Konstantinus, yang kemudian menjadi salah satu kaisar paling terkenal dalam sejarah Romawi. Namun, untuk memperkuat posisinya dalam sistem Tetrarki, Konstantius menceraikan Helena sekitar tahun 289 dan menikahi Theodora, putri tiri Maximianus. Dari pernikahan ini, Konstantius memiliki beberapa anak lain, termasuk Flavius Dalmatius dan Julius Konstantius.

Kematian dan Warisan

Konstantius meninggal pada 25 Juli 306 di Eboracum setelah penyakit singkat, saat tengah memimpin pasukannya dalam kampanye militer di utara Britannia. Kematian Konstantius menciptakan ketegangan dalam sistem Tetrarki, karena pasukannya memproklamasikan putranya, Konstantinus, sebagai Augustus, meskipun secara teknis Konstantinus seharusnya diangkat sebagai Caesar terlebih dahulu sesuai dengan sistem yang ditetapkan oleh Diokletianus.

Namun, dengan dukungan kuat dari pasukannya dan popularitas yang besar, Konstantinus mampu mempertahankan posisinya dan akhirnya menjadi penguasa tunggal Kekaisaran Romawi, memulai era yang dikenal sebagai Dominasi Konstantinus.

Dalam pandangan sejarah, meskipun Konstantius Klorus sering kali dibayangi oleh putranya, Konstantinus Agung, dia dianggap sebagai penguasa yang bijaksana dan moderat. Sikap tolerannya terhadap agama dan kemampuannya dalam menjaga stabilitas di wilayah barat Kekaisaran Romawi meninggalkan warisan yang signifikan dalam sejarah Kekaisaran Romawi.

Lihat Juga

Referensi

Principatus
27 SM 235 M
Krisis
235284
Dominatus
284395
Romawi Barat
395480
Romawi Timur
Bizantium

3951204
Kekaisaran Nicea
12041261
Romawi Timur
Bizantium

12611453
Huruf cetak miring menunjukkan seorang rekan-kaisar, sedangkan yang digaris bawahi menunjukkan seorang perampas kekuasaan. Lihat pula: Kerajaan Romawi
  1. Barnes, Timothy D. Constantine and Eusebius. Harvard University Press, 1981.
  2. Southern, Pat. The Roman Empire from Severus to Constantine. Routledge, 2001.
  3. Southern, Pat. The Roman Empire from Severus to Constantine. Routledge, 2001.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan