Senin, 05 Oktober 2026
01:26 WIB
TERKINI
Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya
Konsili Nikea II

Konsili Nikea II

Konsili yang diadakan pada tahun 787

Bagikan:
Konsili Nikea II
250px-Menologion_of_Basil_024.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Waktu{{{council_date}}}
Diakui oleh
Konsili sebelumnya
Konsili berikutnya
PenyelenggaraKonstantinus VI dan Maharani Irene (sebagai wali)
PemimpinPatriark Tarasios dari Konstantinopel, wakil Paus Adrianus I
Jumlah peserta350 (dua wakil kepausan)
Pokok bahasanIkonoklasme
Dokumen dan keputusan
Penghormatan ikon diperbolehkan
Daftar kronologis Konsili Ekumene
Bagian dari seri tentang
Gereja Ortodoks Timur
Kristos Pantokrator (detail mosaik Deesis)
Ikhtisar
40px-Emblem_of_the_Papacy_SE.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bagian dari seri Gereja Katolik tentang
Konsili oikumenis
Gambar cetak dari Abad Pembaharuan yang menggambarkan suasana penyelenggaraan Konsili Trento
Gambar Konsili Trento dari era Renaisans
Abad Klasik
(325–451)
Abad Pertengahan Awal
(553–870)
Abad Pertengahan Madya
(1123–1312)
Abad Pertengahan Akhir
(1414–1563)
Zaman Modern
(1869–1965)
20px-046CupolaSPietro.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail PortalKatolik

Konsili Nikea Kedua adalah konsili yang diakui sebagai konsili ketujuh oleh Gereja Katolik Roma dan Ortodoks Timur. Kedua gereja tersebut mengakui konsili ini, sementara pendapat Gereja Protestan bermacam-macam.

Konsili ini diselenggarakan pada tahun 787 di Nikea (tempat berlangsungnya Konsili Nikea Pertama) untuk membahas mengenai pemulihan penggunaan dan penghormatan ikon,[1] yang sebelumnya dilarang oleh Kaisar Romawi Timur Leo III (717–741). Putranya, Konstantinus V (741–775) mengadakan Konsili Hieria untuk meresmikan pelarangan tersebut.

Latar belakang

Informasi lebih lanjut: Ikonoklasme Bizantium

Penghormatan terhadap ikon para figur kudus Kekristenan telah dilarang oleh Kaisar Konstantinus V dan didukung pula oleh Konsili Hieria (754 M), yang diklaim secara sepihak sebagai konsili oikumenis ketujuh.[2] Konsili Hieria 33 tahun kemudian ditetapkan sebagai konsili yang tidak sah pada Konsili Nikea II oleh Gereja Ortodoks Timur dan Gereja Katolik karena dalam konsili tersebut tidak ada sama sekali perwakilan dari lima pentarki. Pelaksanaan dari pelarangan penghormatan terhadap ikon ini dijalankan dengan sangat keras misalnya seperti mempersekusi para umat beriman dan para rahib yang masih memuliakan ikon-ikon figur kudus dan ikonoklasme ini juga bermotif politis agar masyarakat tidak hanya menghormati para figur kudus Kekristenan tetapi juga menghormati para penguasa kekaisaran[3] Ikonoklasme ini terus berlanjut hingga masa kekuasaan Kaisar Leo IV Khazar. Namun, ikonoklasme ini terhenti setelah kematian Kaisar Leo IV Khazar.

Referensi

  1. ↑ Gibbon, p.1693
  2. ↑ Council of Hieria, Canon 19, "If anyone does not accept this our Holy and Ecumenical Seventh Synod, let him be anathema from the Father and the Son and the Holy Ghost, and from the seven holy Ecumenical Synods!" http://www.fordham.edu/halsall/source/icono-cncl754.asp
  3. ↑ Warren T. Treadgold (1997). A History of the Byzantine State and Society. Stanford University Press. hlm. 388. ISBN 978-0-8047-2630-6. Diakses tanggal 27 Januari 2013.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Bacaan lanjutan

Tujuh konsili
oikumenis pertama
120px-Nicaea_icon.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Diakui oleh
Gereja Katolik
Sebagian diakui oleh
Gereja Ortodoks Timur
Diakui oleh
Gereja Ortodoks Oriental
Diakui oleh
Gereja dari Timur
Lihat juga


Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Ikon rintisan

Artikel bertopik Gereja Ortodoks Timur ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Ikon rintisan

Artikel bertopik Katolik ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan