Minggu, 20 September 2026
16:22 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Ektenes

Ektenes

Untuk penggunaan litani pada gereja-gereja barat, lihat litani.
Bagian dari seri tentang
Gereja Ortodoks Timur
Kristos Pantokrator (detail mosaik Deesis)
Ikhtisar
250px-%D0%94%D0%B8%D0%B0%D0%BA%D0%BE%D0%BD.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Seorang diaken Kristen Ortodoks menyanyikan suatu ektenes.

Ektenes (dari bahasa Yunani:ἐκτενής, translit. ektenés; secara harfiah bermakna "ketekunan"), atau yang biasa disebut oleh umat gereja-gereja barat sebagai litani, merupakan bentuk rangkaian permohonan yang terdapat pada liturgi-liturgi Ritus Bizantin, yaitu Gereja Kristen Ortodoks dan Gereja Katolik Timur. Istilah gerejawi lainnya untuk bentuk litani ini dalam bahasa Yunani disebut "συναπτή synaptê", sedangkan istilah "ektenia (ектенїѧ ekteniya)" lebih sering digunakan oleh gereja-gereja berbahasa liturgi Bahasa Slavonia Gerejawi Kuno.

Suatu litani biasanya dinyanyikan oleh seorang diaken, yang kemudian para umat dan paduan suara akan menyanyikan bagian tanggapan litani. Setiap seorang diaken mengakhiri permohonannya, dia akan mengangkat bagian ujung orarionnya dan melakukan tanda salib pada dirinya. Namun, apabila tidak ada diaken dalam suatu prosesi peribadatan, setiap permohonan akan dinyanyikan oleh imam gereja.[a] Selama ektenes atau litani dinyanyikan oleh seorang diaken, imam gereja biasanya akan melantunkan doa-doa dalam hati.[b] Setelah permohonan terakhir dalam suatu ektenes atau litani dinyanyikan, imam gereja akan menutup litani dengan melantunkan doa secara lantang, yakni doa-doa yang sebelumnya dilantunkan dalam hati.

Ketika tidak ada seorang imam pada jam-jam kanonis, maka ektenes atau litani tidak dinyanyikan atau dibacakan, tetapi seorang lektor akan menggantinya dengan mengatakan "Tuhan, kasihanilah" sebanyak tiga, dua belas, hingga 24 kali tergantung dari ektenes atau litani apa yang digantikan.

Gambaran umum

Berikut merupakan bentuk utama ektenes atau litani:

  • Ektenes Agung (bahasa Yunani:Συναπτή μεγάλη, translit. Synaptê Megalê; bahasa Slavonia Gerejawi Kuno: [Ектенїѧ ВеликаѧEkteniya Velikaya] Galat: {{Lang}}: text has italic markup (bantuan)) – disebut agung karena, ektenes atau litani ini cukup panjang dan sangat penting dalam setiap peribadatan, karena dinyanyikan di awal setiap ibadat utama seperti Liturgi Ilahi, Vesper, Matin, Pembaptisan, dan Pemercikan Air Suci, dsb. Ektenes atau litani ini pun disebut ektenes kedamaian (bahasa Yunani:Εἰρηνικά, translit. Eirênika; bahasa Slavonia Gerejawi Kuno: [Мирнаѧ ЕктенїѧMirnaya Ekteniya] Galat: {{Lang}}: text has italic markup (bantuan)) karena kalimat pembuka dari setiap permohonan pada ektenes ini adalah "Dalam damai, mari berdoa kepada Tuhan."
  • Ektenes Permohonan – disebut ektenes permohonan karena setiap kalimatnya diakhiri dengan ungkapan "...mari memohon kepada Tuhan," oleh diaken yang kemudian dijawab oleh kor dengan kalimat "Kabulkanlah, ya Tuhan.” (bahasa Yunani:Παράσχου, Κύριε, translit. Paraskhou, Kyrie; bahasa Slavonia Gerejawi Kuno: [Подаи, Господи.Podai, Gospodi.] Galat: {{Lang}}: text has italic markup (bantuan))
  • Ektenes Kesungguhan Permohonan (bahasa Slavonia Gerejawi Kuno: [Ектенїѧ СугубаѧEkteniya Sugubaya] Galat: {{Lang}}: text has italic markup (bantuan)) atau kadang disebut Litani Tambahan — litani ini biasanya dinyanyikan dengan penuh semangat dan kesungguhan di setiap permohonannya dan tanggapannya yang terdengar jelas yang ditandai dengan tanggapan "Tuhan, kasihanilah" sebanyak tiga kali oleh para paduan suara.
  • Ektenes Kecil (bahasa Yunani:Αἴτησις/Μικρὴ Συναπτή, translit. Aitesis/Mikrê Synaptê; bahasa Slavonia Gerejawi Kuno: [Ектенїѧ МалаѧEktenia Malaya] Galat: {{Lang}}: text has italic markup (bantuan)) – disebut demikian karena bentuk permohonan dalam litani ini yang singkat-singkat. Ektenes ini memiliki unsur dari ektenes lainnya seperti kesungguhan pada ektenes permohonan dan doa kedamaian dari ektenes agung, serta merupakan ungkapan singkat terkait iman dan harapan gereja dan berperan sebagai penghubung antara satu bagian peribadatan dengan bagian lainnya.
  • Ektenes Katekumen (bahasa Slavonia Gerejawi Kuno: [Ектенїѧ о ОглашенныхъEkteniya o Oglashennuikh] Galat: {{Lang}}: text has italic markup (bantuan))– litani ini pada liturgi suci menandakan berakhirnya bagian liturgi yang dapat dihadiri oleh para katekumen. Litani ini juga berisi beberapa permohonan untuk para katekumen yang tengah bersiap untuk melakukan porses baptisan.
  • Ektenes Orang Beriman – ektenes ini pada liturgi suci menandakan bahwa liturgi orang beriman akan dimulai.
  • Ektenes-ektenes Khusus – ektenes-ektenes ini hanya dinyanyikan pada saat-saat tertentu atau pada peribadatan tertentu. Biasanya bentuk ektenes ini sama dengan ektenes agung, tetapi dengan beberapa penambahan permohonan sesuai dengan ibadat tertentu yang dilakukan seperti ibadah Rekuiem dan ibadah Perminyakan.

Liturgi Prasidikara pun memiliki beberapa ektenes atau litani yang juga dapat ditemui pada bentuk liturgi ilahi lainnya, dengan beberapa bagiannya yang disesuaikan dengan konteks dari prasidikara itu sendiri. Salah satu ektenes yang khusus pada liturgi ini adalah Ektenes bagi Mereka Yang Bersiap untuk Pencerahan, yakni bagi para katekumen yang sudah berada di tahapan akhir katekisasi dan akan bersiap untuk menerima baptisan pada masa Paskah).

Selain itu, terdapat pula bentuk khusus ektenes atau litani yang disebut sebagai liti (bahasa Yunani:Λιτή, translit. Litê; bahasa Slavonia Gerejawi Kuno: [ЛитїѧLitiya] Galat: {{Lang}}: text has italic markup (bantuan))[1] yang biasanya dinyanyikan pada ibadat Vesper Agung dan berisi beberapa permohonan yang panjang, penyebutan nama-nama orang suci yang biasanya dijawab oleh kor berkali-kali dengan ucapan "Tuhan, kasihanilah".

Catatan

  1. namun terdapat beberapa ektenes atau litani yang memang ditetapkan untuk dinyanyikan oleh imam
  2. ketika tidak ada diaken, maka tanggapan dari setiap nyanyian ektenes atau litani akan dipanjangkan untuk memberi waktu bagi imam untuk mengakhiri lantunan doa.

Referensi

  1. Hapgood, Isabel F. (1922), Service Book of the Holy Orthodox-Catholic Apostolic Church (Edisi ke-5), Englewood NJ: Antiochian Orthodox Christian Archdiocese (dipublikasikan 1975), hlm. 13 dan 594

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan