Minggu, 20 September 2026
22:17 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Teosis

Teosis

Bagian dari seri tentang
Gereja Ortodoks Timur
Kristos Pantokrator (detail mosaik Deesis)
Ikhtisar
250px-StJohnClimacus.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
IkonografiTangga Pengkudusan; tangga menuju theosis seperti dijelaskan oleh John Climacus.

Teosis (bahasa Yunani Kuno:θέωσις, translit. théosis), atau pengkudusan, adalah suatu proses transformatif yang tujuannya adalah pengkudusan atau penyatuan dengan Tuhan, sebagaimana umum diajarkan di Gereja Katolik Timur dan Gereja Ortodoks Timur. Menurut ajaran Kristen Timur, teosis merupakan tujuan hidup manusia, yang dapat dicapai hanya melalui sinergi antara perbuatan manusia dan energi Tuhan,[1] dan hanya bisa dicapai setelah melalui tangga katharsis (penyucian jiwa) dan theoria (pencerahan ilahiah). Menurut pandangan teologi Ortodoksi Timur, teosis merupakan tujuan yang harus dicapai umat kristiani.

Tahapan-tahapan

Teosis dibagi dalam tiga tahapan: pertama, katarsis (κάθαρσις, katharsis), yakni tahapan pemurnian atau penyucian jiwa; kedua, teoria (θεωρία, theoria), yakni tahapan iluminasi atau penyingkapan ilahiah; dan ketiga, teosis (θέωσις, theosis), yakni tahapan pengkudusan atau penyatuan ilahiah. Dapat dikatakan bahwa terminologi teosis mengacu pada keseluruhan tahapan ini, bukan hanya yang terakhir.

Praktik asketisme

Perjalanan menuju theosis mencakup banyak bentuk praksis, di antara yang paling umum adalah monastisisme dan kerahiban. Dari tradisi monastik, praktik hesikasme merupakan yang paling dikedepankan sebagai cara menjalin hubungan langsung dengan Tuhan. Dikatakan bahwa tidak seorang pun dapat mencapai theosis tanpa kehidupan Kristiani yang sempurna, yang dimahkotai oleh Doa Hati yang setia, hangat, dan hening, terus menerus.[2] Doa yang tiada henti, seperti yang diimbau oleh Paulus dalam 1 Tesalonika 5:17, menjadi tema utama dalam tulisan para pater dalam Philokalia.

Oknum pengkudusan bagi para mistikus adalah Roh Kudus, yang dengannya manusia bergabung dengan keinginannya untuk menerima rahmat yang mengubah ini melalui praksis dan doa; seperti yang diajarkan Gregory Palamas, kaum mistikus terkuduskan saat mereka dipenuhi Cahaya Tabor dari Roh Kudus pada saat mereka siap dan terbuka untuk menerimanya dengan jalan asketisme. Jadi, pengkudusan bukanlah tindakan sepihak dari Tuhan, tetapi menurut Palamas adalah suatu sinergi penuh kasih antara Tuhan dan umat kristiani yang telah matang.[3]

Sinergi antara Tuhan dan manusia ini tidak lantas menyebabkan umat terserap ke dalam Tuhan seperti yang diajarkan kaum pagan, melainkan mengungkapkan kesatuan, dalam sifat saling melengkapi antara yang Pencipta dan ciptaan-Nya. Kehadiran Roh Kudus adalah kunci karena itu mengarah pada realisasi diri.[4]

Lihat juga

Referensi

  1. Bartos, Emil (1999). Deification in Eastern Orthodox theology : an evaluation and critique of the theology of Dumitru Stăniloae. Carlisle, Cumbria: Paternoster Press. ISBN 0-85364-956-1. OCLC 45402058.
  2. Kotsonis, John (2010). "Unceasing Prayer". OrthodoxyToday.org. Diakses tanggal 10 Januari 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. Maloney 2003, hlm. 173.
  4. Kapsanis n.d.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan