Kamis, 24 September 2026
02:26 WIB
TERKINI
Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN
Paus Formosus

Paus Formosus

Paus Gereja Katolik dari tahun 891 hingga 896

Head of the Catholic Church from 891 to 896Templat:SHORTDESC:Head of the Catholic Church from 891 to 896

Formosus
Uskup Roma
250px-Formoso.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Gambar Paus Formosus tahun 1493 karya Bartolomeo Sacchi
GerejaGereja Katolik
Awal masa kepausan
6 Oktober 891
Akhir masa kepausan
4 April 896
PendahuluStefanus V
PenerusBonifasius VI
Informasi pribadi
Lahirca816
Roma, Negara Kepausan
Meninggal4 April 896 (umur c. 80 tahun)
Roma, Negara Kepausan

Paus Formosus (ca816  4 April 896) adalah Paus dan penguasa Negara Kepausan sejak 6 Oktober 891 hingga kematiannya pada 4 April 896. Masa pemerintahannya sebagai Paus penuh gejolak, ditandai dengan campur tangan dalam perebutan kekuasaan atas Patriarkat Konstantinopel, Kerajaan Francia Barat, dan Kekaisaran Romawi Suci. Karena dia berpihak pada Arnulf dari Carinthia melawan Lambert dari Spoleto, Jenazah Formosus digali dan diadili di Sinode Jenazah. Beberapa penerus langsungnya terutama disibukkan oleh warisan kontroversial kepausannya, mencatat kepergiannya dari keuskupan di Portus untuk mengejar ambisi pribadi di Roma. Formosus dipandang gagal menjunjung tinggi cita-cita Gereja, itulah sebabnya Stefanus VI menghakiminya karena menduduki peran yang lebih tinggi sementara ia juga memegang peran lain.[1] Karena kontroversi-kontroversi ini, tidak ada paus lain yang pernah menggunakan nama kepausan Formosus.

Kehidupan Awal

Formosus lahir di Ostia sekitar tahun 816. Nama "Formosus" dalam bahasa Latin berarti "tampan" atau "indah". Sebelum menjadi paus, ia dikenal sebagai seorang ulama yang berbakat dan teolog yang dihormati. Pada tahun 864, Paus Nikolaus I menunjuknya sebagai Uskup Porto, salah satu keuskupan tertua di Italia. Dalam peran ini, Formosus menunjukkan kebijaksanaan yang besar dan memainkan peran penting dalam menyebarkan Kekristenan di wilayah Bulgaria.

Konflik Politik dan Pengasingan

Formosus sering kali terlibat dalam politik gerejawi yang kompleks pada zamannya. Pada tahun 875, ia ditugaskan oleh Paus Yohanes VIII untuk membantu misi di Prancis. Namun, karena keterlibatannya dalam konflik politik, Yohanes VIII mengekskomunikasi Formosus pada tahun 876 dengan tuduhan meninggalkan keuskupannya tanpa izin dan merencanakan kudeta terhadap paus.

Setelah beberapa tahun dalam pengasingan, Formosus akhirnya dipulihkan ke dalam persekutuan gereja oleh Paus Marinus I pada tahun 883. Ia kemudian melanjutkan pelayanannya di Gereja Katolik, hingga akhirnya terpilih sebagai paus pada tahun 891.

Kepausan

Selama kepausannya, Formosus menghadapi tantangan besar dalam menjaga keseimbangan antara kekuatan politik di Kekaisaran Romawi Suci dan Kerajaan Italia. Ia mendukung Arnulf dari Kärnten sebagai Kaisar Romawi Suci, sebuah keputusan yang memicu ketegangan dengan keluarga Spoleto yang berkuasa di Italia.

Formosus juga menghadapi masalah internal di Gereja, termasuk ketegangan antara berbagai keuskupan. Namun, ia dikenal sebagai seorang pemimpin yang teguh dan bijaksana, meskipun masa kepausannya singkat.

Kematian dan Sinode Jenazah

Artikel utama: Sinode Jenazah
330px-Jean_Paul_Laurens_Le_Pape_Formose_et_Etienne_VI_1870.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Jean-Paul Laurens, Le Pape Formose et Étienne VII ("Paus Formosus dan Stefanus VII"), 1870. Stefanus VI. Tampak disandarkan di tahta adalah jenazah dari Formosus.

Formosus meninggal pada tanggal 4 April 896, kemungkinan besar karena sebab alami. Namun, peristiwa yang paling terkenal dalam sejarahnya terjadi setelah kematiannya. Pada bulan Januari 897, penggantinya, Paus Stefanus VI, memimpin Synodus Horrenda. Dalam persidangan tersebut, jenazah Formosus digali dari makamnya, dipakaikan jubah kepausan, dan diadili atas berbagai tuduhan.

Persidangan ini berakhir dengan keputusan bahwa Formosus tidak layak menjadi paus. Tubuhnya yang telah membusuk kemudian dilucuti dari jubah kepausan, tiga jari tangan kanannya yang digunakan untuk pemberkatan dipotong, dan jenazahnya dibuang ke Sungai Tiber. Namun, tindakan ini memicu kemarahan rakyat Roma, yang akhirnya menggulingkan Paus Stefanus VI dan memulihkan kehormatan Formosus.

Warisan

Formosus tetap menjadi tokoh yang kontroversial dalam sejarah Gereja Katolik. Meskipun Synodus Horrenda mencoreng reputasinya, banyak yang mengakui dedikasinya terhadap gereja dan kontribusinya dalam menyelesaikan konflik politik pada masanya. Pada tahun-tahun berikutnya, Paus Yohanes IX membatalkan keputusan sinode tersebut dan memulihkan nama baik Formosus.

Pranala luar

Didahului oleh:
Stefanus V
Paus
891896
Diteruskan oleh:
Bonifasius VI

Referensi

  1. Anlezark, Daniel. "Living on the Past". Religion and Literature. 51 (1): 155–166 via JSTOR.
  1. Norwich, John Julius. The Popes: A History. Chatto & Windus, 2011.
  2. Duffy, Eamon. Saints and Sinners: A History of the Popes. Yale University Press, 2006.
  3. Mann, Horace K. The Lives of the Popes in the Early Middle Ages. Kegan Paul, Trench, Trübner & Co., 1914.
Ikon rintisan

Artikel bertopik Paus dalam Gereja Katolik Roma ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Abad ke-1
s.d. ke-4
Abad ke-5
s.d. ke-8
Abad ke-9
s.d. ke-12
Abad ke-13
s.d. ke-16
Abad ke-17
s.d. ke-20
Abad ke-21
Sejarah
Zaman Klasik dan
Abad Pertengahan Awal
Abad Pertengahan
Puncak dan Akhir
Zaman Modern
Awal dan Puncak
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan