Selasa, 29 September 2026
01:38 WIB
TERKINI
Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto
Paus Eusebius

Paus Eusebius

Paus Gereja Katolik dari tahun 309 (periode singkat)

Infobox orangPaus Eusebius
250px-Eusebius.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Suntingan nilai di Wikidata
Biografi
Kelahiran190 ↔ 310 Suntingan nilai di Wikidata
Sardinia (Kekaisaran Romawi) Suntingan nilai di Wikidata
Kematian310 Suntingan nilai di Wikidata
Sicilia (Kekaisaran Romawi) Suntingan nilai di Wikidata
Tempat pemakamanKatakomba Santo Kalistus Suntingan nilai di Wikidata
40px-Emblem_of_the_Papacy_SE.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail 31 Paus
18 April 309 – 17 Agustus 309
← Paus Marsellus I – Paus Meltiades → Suntingan nilai di Wikidata
Data pribadi
AgamaGereja Katolik Roma Suntingan nilai di Wikidata
Kegiatan
Pekerjaanimam Katolik Suntingan nilai di Wikidata
PeriodeLow Roman Empire (en) Terjemahkan Suntingan nilai di Wikidata
Exaltation (en) Terjemahkan
Tanggal perayaan26 September Suntingan nilai di Wikidata
Find a Grave: 76906157 Modifica els identificadors a Wikidata

Paus Eusebius adalah Paus Gereja Katolik ke-31 dalam sejarah Gereja Katolik yang memimpin Tahta Suci selama periode singkat pada tahun 309. Masa jabatannya terjadi di tengah situasi gereja yang penuh dengan ketegangan akibat perpecahan internal yang timbul dari perdebatan mengenai penerimaan kembali umat Kristen yang telah murtad selama masa penganiayaan oleh Kaisar Romawi. Meski masa kepemimpinannya singkat, Paus Eusebius dikenang karena keteguhannya dalam mempertahankan ajaran gereja dan upayanya untuk menyelesaikan perselisihan doktrinal yang melanda umat beriman pada zamannya.

Latar Belakang Kehidupan

Eusebius diyakini lahir di Yunani pada akhir abad ke-3. Sedikit yang diketahui tentang kehidupan awalnya, tetapi sumber-sumber menyebutkan bahwa ia merupakan seorang yang sangat terpelajar dalam Kitab Suci dan ajaran Gereja. Sebelum menjabat sebagai Paus, ia adalah seorang imam yang dikenal atas kebijaksanaannya dalam mengajar dan kesetiaannya kepada iman Kristiani di tengah-tengah masa penganiayaan yang sulit.

Pontifikat

Paus Eusebius diangkat menjadi pemimpin Gereja Roma pada bulan April tahun 309, menggantikan Paus Marselus I yang meninggal setelah mengalami pengasingan akibat kebijakan Kaisar Maxentius yang menentang kekristenan. Namun, pontifikat Eusebius segera dihadapkan pada perpecahan besar dalam tubuh Gereja yang dikenal sebagai kontroversi lapsi.

Kontroversi Lapsi

Kontroversi ini berkaitan dengan status umat Kristen yang telah menyangkali iman mereka (lapsi) selama masa penganiayaan, tetapi kemudian ingin kembali ke pangkuan Gereja. Dua kelompok utama muncul dalam perdebatan ini:

  1. Kelompok Moderat, yang dipimpin oleh Eusebius, berpendapat bahwa lapsi harus diizinkan untuk kembali setelah menjalani penyesalan yang tulus dan disiplin gerejawi.
  2. Kelompok Rigoris, dipimpin oleh seorang tokoh bernama Heraklius, menolak pengampunan bagi lapsi, menganggap mereka tidak layak untuk diterima kembali dalam komunitas umat beriman.

Perselisihan ini menimbulkan kerusuhan di Roma dan menyebabkan pembagian umat, bahkan mengarah pada bentrokan fisik di kalangan jemaat.

Pengasingan dan Akhir Hidup

Kaisar Maxentius, yang khawatir akan stabilitas politik di Roma, menganggap perselisihan ini sebagai ancaman terhadap ketertiban umum. Akibatnya, baik Eusebius maupun Heraklius diasingkan dari kota Roma pada bulan Agustus 309. Eusebius diasingkan ke Sisilia, di mana ia meninggal tidak lama kemudian akibat penderitaan fisik dan tekanan emosional yang ia alami selama pengasingan.

Jenazahnya kemudian dipulangkan ke Roma dan dimakamkan di Katakomba Santo Kalistus di Katakomba Roma, tempat yang sering digunakan untuk pemakaman para martir dan paus pada masa itu. Pada makamnya, terdapat tulisan epitaf yang ditulis oleh Paus Damasus I, yang memuji keteguhan Eusebius dalam mempertahankan kedisiplinan gerejawi.

Peninggalan dan Penghormatan

Paus Eusebius dikenang sebagai seorang gembala yang teguh dalam memelihara kesatuan Gereja di tengah perpecahan. Ia dihormati sebagai seorang martir meskipun tidak wafat secara langsung karena penganiayaan. Gereja Katolik memperingati hari rayanya pada tanggal 17 Agustus.

Ajaran dan Kebijakan

Meskipun masa kepemimpinannya sangat singkat, Eusebius meninggalkan warisan berupa:

  1. Penekanan pada pentingnya disiplin gerejawi dalam memulihkan umat yang telah jatuh dari iman.
  2. Pendekatan pastoral yang penuh belas kasih namun tetap tegas terhadap mereka yang ingin kembali ke Gereja.

Pengaruh dalam Gereja

Keputusan Eusebius untuk mendamaikan kelompok-kelompok yang bertikai menjadi fondasi bagi penyelesaian serupa pada masa-masa mendatang. Gereja Katolik kemudian mengadopsi sikap moderat terhadap lapsi dalam Konsili-konsili berikutnya, mengikuti teladan kebijakan yang dirintis oleh Paus Eusebius.

Kanonisasi dan Relikui

Paus Eusebius secara resmi diakui sebagai santo oleh Gereja Katolik. Relikui suci dari tubuhnya disimpan di beberapa gereja di Roma, termasuk di Basilika Santo Petrus, sebagai tanda penghormatan atas kesetiaannya kepada iman Kristiani.

Didahului oleh:
Marselus I
Paus
sekitar 309 - 310
Diteruskan oleh:
Miltiades

Referensi

  1. Liber Pontificalis.
  2. Eusebius of Rome: Defender of the Faith.
  3. The Catacombs of St. Callixtus – Historical Records.
Abad ke-1
s.d. ke-4
Abad ke-5
s.d. ke-8
Abad ke-9
s.d. ke-12
Abad ke-13
s.d. ke-16
Abad ke-17
s.d. ke-20
Abad ke-21
Sejarah
Zaman Klasik dan
Abad Pertengahan Awal
Abad Pertengahan
Puncak dan Akhir
Zaman Modern
Awal dan Puncak


Ikon rintisan

Artikel bertopik Paus dalam Gereja Katolik Roma ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan