Selasa, 03 November 2026
13:38 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare
Sutra Amitabha

Sutra Amitabha

Bagikan:
250px-Amitabha_Sutra_book.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kitab sutra berbahasa Jepang yang memperlihatkan Sutra Pendek Sukhāvatīvyūha
Bagian dari seri tentang
Buddhisme Mahāyāna
Seroja, salah satu dari delapan simbol keberuntungan dalam Mahāyāna
Buddhisme
icon PortalBuddhisme

Sutra Amitābha atau Sutra Pendek Sukhāvatīvyūha (Sanskerta: Sukhāvatī-vyūha; Hanzi:阿彌陀經; Pinyin:Āmítuó Jīng) adalah salah satu dari dua sutra Mahayana India yang menggambarkan Sukhavati, tanah murni Amitābha. Naskah ini sangat berpengaruh dalam Buddhisme Asia Timur, meliputi Tiongkok, Korea, Jepang, dan Vietnam. Naskah ini dipuja oleh Jōdo Shinshū, salah satu kongregasi Buddhis terbesar di Jepang. Teks ini diterjemahkan ke dalam bahasa Mandarin pada tahun 402 oleh Kumārajīva (Taishō Tripiṭaka no. 366) dan juga dikenal dalam bahasa Mandarin sebagai “Sutra Kecil” (小經).[1][2]

Versi bahasa Sansekerta asli dari Sutra Pendek Sukhāvatīvyūha dan Sutra Panjang Sukhāvatīvyūha diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh Luis Gomez dalam The Land of Bliss. (Tanah Kebahagiaan)

Sejarah

Sutra Pendek Sukhāvatīvyūha diterjemahkan dari bahasa Sansekerta ke dalam bahasa Tionghoa Klasik oleh master Tripiṭaka Kumārajīva tahun 402, namun mungkin telah ada di India paling awal pada tahun 100 dalam bahasa Prakerta.[3] Sutra ini mungkin disusun dalam bahasa Gandhari atau bahasa Prakrit lainnya.[4][5] Terjemahan sutra ini kemudian diselesaikan oleh Xuanzang (602-664 Masehi), tetapi tidak digunakan secara luas seperti sutra Kumārajīva, yang merupakan edisi standar dalam tradisi Asia Timur.[6]

Terjemahan bahasa Inggris

Lihat juga

Referensi

  1. ↑ 阿彌陀經 Amitâbha-sūtra, Digital Dictionary of Buddhism
  2. ↑ Gomez, Luis, trans. (1996), The Land of Bliss: The Paradise of the Buddha of Measureless Light: Sanskrit and Chinese Versions of the Sukhavativyuha Sutras, p. 126. Honolulu: University of Hawaii Press.
  3. ↑ Thích 2003, hlm. 11–12. sfn error: tanpa target: CITEREFThích2003 (bantuan)
  4. ↑ Nakamura, Hajime. Indian Buddhism: A Survey with Bibliographical Notes, p. 205. Motilal Banarsidass Pub (Buddhist Tradition Series), 2007.
  5. ↑ Thích Nhất Hạnh (2003). Finding our True Home: Living in the Pure Land Here And Now. Preface by Sister Annabel Laity. Parallax Press. hlm. 11–12, footnote 1. ISBN 1-888375-34-5.
  6. ↑ Gomez 1996, hlm. 129.
40px-Buddhism_Symbol.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail   Topik Buddhisme   40px-Flag_of_Buddhism.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Buddhisme awal
Benua
Populasi signifikan
Aliran arus utama
Sinkretis
Theravāda
Mahāyāna-Vajrayāna
Kitab daring
Buddha saat ini dan keluarga
4 tempat suci utama
Buddha penting sebelumnya
Buddha selanjutnya
Bawahan
Mahāyāna-Vajrayāna
Jenis penganut
4 tingkat kemuliaan
Tempat ibadah
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan