Minggu, 20 September 2026
15:14 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak

Asosiasi bebas (Marxisme dan anarkisme)

"Emansipasi buruh" beralih ke halaman ini. Untuk kelompok Marxis Rusia, lihat Emansipasi Buruh.
Artikel ini membutuhkan lebih banyak rujukan. Mohon bantu kami mengembangkan artikel ini dengan cara menambahkan rujukan ke sumber tepercaya. Pernyataan tak bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus.
Cari sumber: "Asosiasi bebas" Marxisme dan anarkisme  berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
(Mei 2019)
Artikel ini merupakan bagian dari
seri mengenai:
Komunisme
120px-Hammer_and_sickle_red_on_transparent.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bagian dari seri
Sosialisme
120px-Red_flag_waving.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tokoh

Asosiasi bebas, dikenal juga sebagai asosiasi bebas produsen, adalah hubungan di antara individu di mana tidak ada negara, kelas sosial, otoritas, atau kepemilikan pribadi atas alat produksi. Setelah kepemilikan pribadi dihapuskan, individu tidak lagi terhalang aksesnya terhadap alat produksi, sehingga memungkinkan mereka secara bebas untuk berasosiasi tanpa ada kendala sosial untuk memproduksi atau mereproduksi keberadaan mereka sendiri, serta untuk memenuhi kebutuhan dan hasrat pribadi dan kreatifnya. Istilah ini digunakan oleh kelompok anarkis dan Marxis, serta sering dianggap sebagai ciri khas dari masyarakat komunis yang berkembang sepenuhnya.

Konsep asosisasi bebas menjadi lebih jelas di sekitar konsep proletariat. Proletariat adalah seseorang yang tidak memiliki properti atau alat produksi, sehingga untuk bertahan hidup mereka menjual satu-satunya yang mereka punya, yaitu kemampuan mereka (tenaga kerja) kepada mereka yang memiliki alat produksi. Keberadaan individu yang terampas kepemilikan dan mata pencahariannya memungkinkan para pemilik (atau kapitalis) untuk menemukan di pasar, sebuah objek konsumsi yang dapat berpikir dan bertindak (kemampuan manusia), dan mereka gunakan untuk mengakumulasi kapital yang berkembang dengan imbalan upah yang mempertahankan kelangsungan hidup kaum proletar. Dengan demikian, hubungan antara kaum proletar dengan pemilik alat produksi adalah sebuah asosiasi paksa di mana kaum proletar hanya bebas menjual tenaga kerjanya untuk bertahan hidup. Dengan menjual kapasitas produktif dengan imbalan upah yang menjamin kelangsungan hidupnya, kaum proletar menempatkan aktivitas praktisnya di bawah kehendak pembeli (pemilik), sehingga teralienasi dari tindakan dan produknya sendiri di dalam hubungan dominasi dan eksploitasi. Asosiasi bebas akan menjadi bentuk yang masyarakat ciptakan jika kepemilikan pribadi dihapuskan untuk memungkinkan individu secara bebas menghilangkan kepemilikan alat produksi, sehingga akan mengakhiri masyarakat kelas. Tidak akan ada lagi pemilik, baik itu kaum proletar maupun negara, hanya individu yang terasosiasi secara bebas. Karl Marx sering menyebutnya sebagai "komunitas individu yang berasosiasi secara bebas".

Penghapusan kepemilikan pribadi oleh asosiasi bebas produsen adalah tujuan asli dari kaum komunis dan anarkis. Hal ini juga diidentikan dengan anarki dan komunisme itu sendiri. Namun, evolusi berbagai tren telah menyebabkan sebagian untuk mengabaikan tujuannya, atau menempatkannya di latar belakang demi menyelesaikan tujuan lainnya, sementara lainnya percaya bahwa asosiasi bebas seharusnya memandu semua tantangan terhadap status quo. Pendukung anarkisme dan komunisme dewan menganjurkan asosiasi bebas sebagai dasar praktikal bagi transformasi fundamental masyarakat di semua tingkatan, dari tingkat sehari-hari (seperti pencarian hubungan interpersonal libertarian, kritik terhadap keluarga, konsumerisme, kritik terhadap perilaku konformis dan kepatuhan) sampai dengan tingkat masyarakat dunia secara keseluruhan (seperti perjuangan melawan negara dan kelas berkuasa, penghancuran perbatasan nasional, dukungan terhadap perjuangan terorganisir kaum tertindas, serangan terhadap properti, dukungan terhadap pemogokan, serta dukungan kepada perjuangan pekerja dan tuna karya).[butuh rujukan]

Literatur

Karena kelompok anarkis, sebagian Marxis libertarian (seperti situasionis) dan sosialis libertarian lainnya menganggap asosiasi bebas sebagai tugas paling mendesak untuk memperkenalkan dan memelihara sosialisme tanpa negara, sebagian besar teoretikus ideologi ini telah menjelaskan secara rinci tentang bagaimana konsep ini akan berjalan, tidak seperti Leninis dan sosialis demokrat yang cenderung lebih peduli pada transisi dibandingkan tujuan akhirnya. Beberapa karya paling penting di antaranya:

Lihat pula

Referensi

  1. Déjacque, Joseph (1857). The Humanisphere: Anarchist Utopia (Prancis). Diakses 12 Juli 2013.
  2. Kropotkin, Peter (1892). The Conquest of Bread. Diakses 12 Juli 2013.
  3. Nieuwenhuis, Constant (1963). New Babylon (Prancis). Diakses 12 Juli 2013.
  4. A World Wthout Money: Communism[pranala nonaktif permanen] (Prancis).
  5. M., P. (1983). Bolo'bolo (Prancis). Diakses 12 Juli 2013.
  6. M., P. (1983). Bolo'bolo Diarsipkan 2009-01-06 di Wayback Machine. (Portugis). Diakses 12 Juli 2013.
  7. Crump, John (1987). The Thin Red Line: Non-Market Socialism in the Twentieth Century Diarsipkan 2019-06-26 di Wayback Machine.. Diakses 12 Juli 2013.
Konsep
Aspek
Jenis
Internasionale
Tokoh penting
Hal terkait
Fraseologi dan istilah Marxis
Filsafat dan politik
(Marxis)
Ekonomi dan sosiologi
(Marxis)
Marxis-Leninis
Trotskyis
Maois
Aliran pemikiran
Libertarian
(Libertarianisme kiri)
Otoritarian
Religius
Varian regional
Bendera merah dikenal luas sebagai simbol sosialisme
Topik dan
isu utama
Konsep
Tokoh
a.16
a.18
a.19
a.20
a.21
Organisasi
Lihat pula
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan