Sabtu, 07 November 2026
23:25 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Alu chat

Alu chat

Bagikan:
Alu chat
250px-Aloo_Chaat.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Semangkuk alu chat
Jenismakanan ringan
Tempat asalAnak benua India
DaerahIndia Utara, Bengal Barat, Sylhet
Hidangan nasional terkaitIndia, Bangladesh, Pakistan
Bahan utamaKentang, minyak, rempah-rempah, catni

Alu chat (juga dieja sebagai alu chaat, aloo chat, atau aloo chaat) adalah makanan jalanan yang berasal dari anak benua India, makanan ini populer di India Utara, Benggala Barat di India Timur, Pakistan, dan juga di beberapa bagian Divisi Sylhet di Bangladesh. Makanan ini dibuat dengan menggoreng kentang dalam minyak dan menambahkan rempah-rempah dan catni. Makanan ini juga dapat dibuat dengan kentang rebus yang belum digoreng dan juga menambahkan buah-buahan bersama rempah-rempah, air jeruk nipis, dan catni.

Alu chat terutama merupakan makanan jalanan. Makanan ini dapat disajikan sebagai camilan, lauk, atau makanan ringan.[1] Terbuat dari kentang potong dadu yang direbus dan digoreng, disajikan dengan chat masala. Ini adalah hidangan serbaguna yang memiliki banyak variasi regional.[2] Kata alu berarti kentang dalam bahasa Hindi dan kata chat berasal dari kata Hindi chatna, yang berarti mencicipi. Jadi, alu chat berarti camilan kentang gurih.

Referensi

  1. ↑ India. Sydney: Murdoch Books. 2010. hlm. 23. ISBN 978-1741964387.
  2. ↑ Dalal, Tarla (2007). Punjabi khana. Mumbai: Sanjay. hlm. 107. ISBN 978-8189491543.
Makanan
A food truck
Berdasarkan lokasi
Jasa boga bergerak
Daftar
Hidangan berbahan baku kentang
Panggang
Rebus
Goreng
Kentang goreng
Gorengan lainnya
Goreng pan atau wajan
Lainnya atau campuran
Tumbuk
Salad
Sup
Lainnya
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan