Senin, 26 Oktober 2026
00:47 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung
Bungeo-ppang

Bungeo-ppang

Bagikan:
Bungeo-ppang
250px-Bungeoppang-01.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bungeo-ppang yang dijual di Toronto
Tempat asalJepang
DaerahKorea
Bahan utamaTepung terigu, pasta kacang merah
Hidangan serupaTaiyaki, gukhwa-ppang
Korean name
Hangul
붕어빵
Alih Aksarabungeo-ppang
McCune–Reischauerpungŏ-ppang
IPA[puŋ.ʌ.p͈aŋ]

Bungeo-ppang (붕어빵; "ikan mas") adalah kue serupa wafel dengan bentuk ikan mas yang populer di Korea. Bungeo-ppang terasa manis legit karena diisi pasta kacang merah.[1] Beberapa penjaja menawarkan bungeo-ppang yang diisi dengan krim custard, yang mana disebut “chou-cream bungeoppang”.[2] Bungeo-ppang dibuat dengan cara dipanggang menggunakan alat yang mirip dengan cetakan besi untuk wafel, tetapi cetakan tersebut berbentuk ikan mas. Bungeo-ppang banyak dijajakan sebagai makanan kaki lima, terutama saat musim dingin.[1]

Etimologi

“Bungeo” berarti ikan mas dan “ppang” merujuk pada roti dalam bahasa Korea.[2] Namanya berasal dari bentuknya yang seperti ikan, tetapi camilan tersebut sama sekali tidak mengandung ikan.

Sejarah

Bungeo-ppang dikatakan berasal dari taiyaki di Jepang, camilan berbentuk ikan yang pertama kali dikembangkan pada akhir abad ke-19. Versi Korea-nya lebih kecil dan murah dibandingkan yang aslinya, taiyaki.[2] Menurut buku Bungeoppang Has a Family Tree yang ditulis oleh Yoon Deok-no, bungeo-ppang adalah “perpaduan wafel dari negara Barat dan pangsit dari negara Timur”. Awal mula camilan ini berasal dari wafel yang dimodifikasi oleh orang-orang Jepang setelah diperkenalkan di sana pada abad ke-18. Buku tersebut diterbitkan pada tahun 2011, melacak hingga ke akar pada lebih dari 48 jenis makanan jalanan Korea yang populer—termasuk tteokbokki, sundae, hotteok dan gimbap.[3][4]

Baru-baru ini, keberadaan bungeo-ppang makin diminati masyarakat. Jadi, untuk memberikan informasi tentang kios yang tersisa, penggemar di seluruh negeri membuat "peta bungeoppang." Melalui Google Maps, pengguna menandai lokasi kios dengan ulasan singkat, harga, jam buka, dan berbagi detail dengan yang lain.[2]

Pembuatan

Adonan bungeo-ppang terdiri dari campuran tepung, garam, soda kue, gula, dan air. Untuk mendapatkan adonan yang halus, sebelum dipanggang, adonan disaring dahulu. Cetakan dipanaskan dan diolesi minyak sayur. Adonan dituangkan ke dalam cetakan berbentuk ikan. Tambahkan selai kacang merah ke bagian tengah adonan yang sedang dipanggang. Tutup cetakan dan masak adonan sekitar tiga menit. Buka dan balikkan lagi selama 30 detik, untuk membuatnya lebih renyah. Angkat dan siap dinikmati.[5]

Lihat pula

Referensi

  1. 1 2 Rahmawati, Andi Annisa Dwi (13 November 2019). "Ini Bungeoppang, 'Kue Ikan' dari Korea yang Manis Legit". detikcom. Diakses tanggal 17 November 2019.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. 1 2 3 4 Park, Ju-young (28 Februari 2018). "No fish in fish-shaped bread? 'Cause it's bungeoppang". koreaherald.com. Diakses tanggal 17 November 2019.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Lee, Woo-young (23 April 2014). "[Uniquely Korean] Street food evolves". koreaherald.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 17 November 2019.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ Yoon, Deok-no (2011). Bungeoppangedo jokboga itda 붕어빵에도 족보가 있다 [Bungeoppang Has a Family Tree]. Jeonju, Korea: Cheongbori. hlm. 18–25. ISBN 978-89-965021-2-8.
  5. ↑ Maangchi (19 Maret 2014). "Fish-shaped bread with sweet red bean filling (Bungeoppang)". maangchi.com (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 17 November 2019.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)


Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan