Senin, 05 Oktober 2026
14:43 WIB
TERKINI
Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan Teknologi Waspada! Trojan Perbankan Seluler Melonjak, Keamanan HP Jadi Krusial Otomotif Kiat Cerdas Memilih Mobil Listrik Bekas: Prioritaskan Kondisi Baterai dan Biaya Jangka Panjang Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 5 Oktober 2026: Cerah Berawan Disertai Hujan Lokal Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan Teknologi Waspada! Trojan Perbankan Seluler Melonjak, Keamanan HP Jadi Krusial Otomotif Kiat Cerdas Memilih Mobil Listrik Bekas: Prioritaskan Kondisi Baterai dan Biaya Jangka Panjang Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 5 Oktober 2026: Cerah Berawan Disertai Hujan Lokal Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan
Beondegi

Beondegi

Bagikan:
Beondegi
250px-Beondegi.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Beondegi dalam gelas kertas, dengan tusuk gigi sebagai peralatan makan
SajianMakanan jalanan
Hidangan nasional terkaitHidangan Korea
Bahan utamaKepompong ulat sutra
Hidangan serupaNhộng tằm
Nama Korea
Hangul
번데기
Alih Aksarabeondegi
McCune–Reischauerpŏndegi
IPA[pʌn.de.ɡi]

Beondegi (Hangul: 번데기), secara harfiah "kepompong", adalah makanan jalanan Korea berbahan dasar serangga yang dibuat dengan kepompong ulat sutra.[1]

Makanan ringan yang direbus atau dikukus ini disajikan dalam gelas kertas dengan tusuk gigi.[2][3] Aromanya digambarkan sebagai "rasa kacang, seperti udang, dan sedikit seperti jagung kalengan" dan jenis kalengannya berbau sangat mirip "karet ban", sedangkan teksturnya padat dan kenyal.[4]

Sejarah

Meskipun serikultur di Korea sudah ada sejak 4.000 tahun yang lalu, konsumsi kepompong ulat sutra (produk sampingan dari industri ini) relatif baru. Beondegi telah dimakan di desa-desa pembudidaya sutra setidaknya sejak tahun 1920-an. Konsumsi yang meluas dimulai setelah Perang Korea, ketika pemerintah sangat mempromosikan industri sutra. Kepompong ulat sutra merupakan sumber protein selama kemiskinan pada saat itu.[4]

Referensi

  1. ↑ Pettid, Michael J. (2008). Korean Cuisine: An Illustrated History. London: Reaktion Books. hlm. 173. ISBN 978-1-86189-348-2.
  2. ↑ Kraig, Bruce; Sen, Colleen Taylor, ed. (2013). Street Food around the World: An Encyclopedia of Food and Culture. Santa Barbara, CA: ABC-CLIO. hlm. 320. ISBN 978-1-59884-954-7.
  3. ↑ "Beondegi | Traditional Insect Dish From South Korea | TasteAtlas". www.tasteatlas.com. Diakses tanggal 2022-08-24.
  4. 1 2 "Salty Silkworm Pupae Are the One Street Food You Shouldn't Miss in South Korea". Matador Network (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2022-08-24.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan