Minggu, 27 September 2026
01:53 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG
Alu chat

Alu chat

Alu chat
250px-Aloo_Chaat.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Semangkuk alu chat
Jenismakanan ringan
Tempat asalAnak benua India
DaerahIndia Utara, Bengal Barat, Sylhet
Hidangan nasional terkaitIndia, Bangladesh, Pakistan
Bahan utamaKentang, minyak, rempah-rempah, catni

Alu chat (juga dieja sebagai alu chaat, aloo chat, atau aloo chaat) adalah makanan jalanan yang berasal dari anak benua India, makanan ini populer di India Utara, Benggala Barat di India Timur, Pakistan, dan juga di beberapa bagian Divisi Sylhet di Bangladesh. Makanan ini dibuat dengan menggoreng kentang dalam minyak dan menambahkan rempah-rempah dan catni. Makanan ini juga dapat dibuat dengan kentang rebus yang belum digoreng dan juga menambahkan buah-buahan bersama rempah-rempah, air jeruk nipis, dan catni.

Alu chat terutama merupakan makanan jalanan. Makanan ini dapat disajikan sebagai camilan, lauk, atau makanan ringan.[1] Terbuat dari kentang potong dadu yang direbus dan digoreng, disajikan dengan chat masala. Ini adalah hidangan serbaguna yang memiliki banyak variasi regional.[2] Kata alu berarti kentang dalam bahasa Hindi dan kata chat berasal dari kata Hindi chatna, yang berarti mencicipi. Jadi, alu chat berarti camilan kentang gurih.

Referensi

  1. ↑ India. Sydney: Murdoch Books. 2010. hlm. 23. ISBN 978-1741964387.
  2. ↑ Dalal, Tarla (2007). Punjabi khana. Mumbai: Sanjay. hlm. 107. ISBN 978-8189491543.
Makanan
A food truck
Berdasarkan lokasi
Jasa boga bergerak
Daftar
Hidangan berbahan baku kentang
Panggang
Rebus
Goreng
Kentang goreng
Gorengan lainnya
Goreng pan atau wajan
Lainnya atau campuran
Tumbuk
Salad
Sup
Lainnya
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan