Selasa, 13 Oktober 2026
08:05 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Bandar Lampung Pemprov Lampung Gencarkan Rapat Penting, Mulai Inflasi Hingga Eliminasi TBC Pringsewu Ribuan Warga Pringsewu Padati Jalan Sehat Kapal Api Tribun Lampung Bandar Lampung Pengungkapan 3 Ton BBM Ilegal di Tanjung Bintang, Polisi Lidik Jaringan Penyaluran Lampung Tugas Berat Kapolda Lampung Brigjen Yustan Alpiani: Atasi Narkoba, Konflik Lahan, dan Distribusi BBM Bandar Lampung Rotasi Kepemimpinan: Brigjen Yustan Alpiani Resmi Jadi Kapolda Lampung Lampung Selatan Anak Krakatau Siaga: Status Gunung Meningkat Setelah Belasan Kali Erupsi Intens Pringsewu Truk Fuso Diduga Rem Blong Picu Kecelakaan Maut di Pringsewu, Dua Tewas Lampung Rotasi Besar Polri: 199 Perwira Tinggi dan Menengah Pindah Tugas, Tiga Kapolda Berganti Advertorial Sistem Kelistrikan Lampung Dipuji DPR, EBT Sumbang Hampir Separuh Pasokan Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM
Paus Yohanes XVII

Paus Yohanes XVII

Paus Gereja Katolik dari tahun 1003 (periode singkat)

Bagikan:
Untuk Paus Koptik, lihat Paus Yohanes XVII dari Aleksandria.

Yohanes XVII
Uskup Roma
GerejaGereja Katolik
Awal masa kepausan
16 Mei 1003
Akhir masa kepausan
6 November 1003
PendahuluSilvester II
PenerusYohanes XVIII
Informasi pribadi
Nama lahirGiovanni Sicco
LahirRoma, Negara Kepausan
Meninggal6 November 1003
Roma, Negara Kepausan
Paus lainnya yang bernama Yohanes
250px-Italy_1000_AD_alt1.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Negara Kepausan pada tahun 1000

Paus Yohanes XVII (Latin: Ioannes XVII; meninggal 6 November 1003[1]), lahir Yohanes Sicco, adalah uskup Roma dan penguasa nominal Negara Kepausan selama sekitar tujuh bulan pada tahun 1003. Dia adalah salah satu paus yang dipilih dan dikalahkan oleh patriark Giovanni Crescenzio.

Kehidupan Awal

Giovanni Sicco lahir di Bivigliano, dekat Roma, Italia. Sedikit yang diketahui tentang masa mudanya, tetapi ia diyakini berasal dari keluarga bangsawan kecil yang dekat dengan lingkaran gereja. Kehidupan awalnya dipenuhi dengan pengabdian terhadap Gereja, dan ia dikenal sebagai seorang imam yang rendah hati dan penuh pengabdian di Roma sebelum akhirnya diangkat menjadi Paus.

Pengangkatan sebagai Paus

Paus Yohanes XVII diangkat setelah wafatnya Paus Silvester II pada Mei 1003. Namun, pengangkatannya terjadi dalam konteks dominasi politik keluarga Crescentii, salah satu keluarga bangsawan paling berpengaruh di Roma pada waktu itu. Ia dianggap sebagai pilihan kompromi oleh keluarga Crescentii untuk menjaga stabilitas di Roma. Yohanes XVII dipandang sebagai sosok yang patuh terhadap kehendak politik mereka, meskipun sedikit bukti menunjukkan keterlibatan langsungnya dalam politik duniawi.

Masa Kepemimpinan

Pontifikat Yohanes XVII ditandai dengan ketenangan relatif. Tidak ada reformasi besar atau keputusan signifikan yang dicatat selama masa pemerintahannya. Sebagian besar, Yohanes XVII bertindak sebagai figur simbolis di bawah kendali keluarga Crescentii. Kendati demikian, ia tetap melaksanakan tugas-tugas rohaninya dengan penuh kesungguhan, memastikan agar liturgi dan kehidupan rohani Gereja tetap berjalan dengan baik.

Beberapa sumber menyebut bahwa Yohanes XVII berusaha mempromosikan perdamaian di antara faksi-faksi yang bersaing di Roma, meskipun tidak ada dokumen resmi yang mencatat hasil dari upaya tersebut. Ia juga dikenal mendukung misi penginjilan di Eropa Timur, khususnya di wilayah yang kini dikenal sebagai Polandia dan Hungaria.

Wafat dan Warisan

Paus Yohanes XVII meninggal pada Desember 1003, hanya enam bulan setelah ia menjabat sebagai Paus. Penyebab kematiannya tidak sepenuhnya jelas, tetapi ada spekulasi bahwa ia meninggal karena penyakit alami. Ia dimakamkan di Basilika Santo Yohanes Lateran, sebuah tempat yang menjadi simbol keutamaan Uskup Roma.

Warisan Yohanes XVII sering kali diabaikan dalam sejarah Gereja karena masa jabatannya yang singkat dan kurangnya peristiwa besar selama pontifikatnya. Namun, ia dikenang sebagai seorang pemimpin yang setia dalam iman dan seseorang yang tetap berdiri di tengah badai politik yang mengelilingi Gereja Roma pada abad ke-11.

Gaya Kepemimpinan

Dalam gaya kepemimpinannya, Yohanes XVII dikenal sebagai seorang yang rendah hati dan taat. Ia jarang mengambil keputusan besar tanpa berkonsultasi dengan para penasihatnya. Ketika menghadapi tekanan politik dari keluarga Crescentii, ia lebih memilih untuk menjaga perdamaian daripada memicu konflik.

Konteks Sejarah

Masa pontifikat Yohanes XVII terjadi dalam periode yang dikenal sebagai saeculum obscurum (zaman kegelapan) Gereja Katolik, sebuah masa di mana para Paus sering kali dipengaruhi oleh keluarga-keluarga bangsawan Roma yang kuat. Keluarga Crescentii adalah salah satu pemain utama dalam politik gerejawi saat itu, sering kali memaksakan kandidat pilihan mereka untuk menduduki Tahta Suci.

Kesimpulan

Paus Yohanes XVII adalah sosok yang, meskipun tidak menonjol dalam reformasi atau keputusan besar, memainkan perannya dalam menjaga stabilitas Gereja di tengah situasi politik yang rumit. Ia dikenang sebagai Paus yang sederhana, yang setia melayani Gereja pada masa yang penuh tantangan.

Referensi

  1. ↑ Mann 1906, hlm. 124.
Didahului oleh:
Silvester II
Paus
1003 – 1003
Diteruskan oleh:
Yohanes XVIII
Abad ke-1
s.d. ke-4
Abad ke-5
s.d. ke-8
Abad ke-9
s.d. ke-12
Abad ke-13
s.d. ke-16
Abad ke-17
s.d. ke-20
Abad ke-21
Sejarah
Zaman Klasik dan
Abad Pertengahan Awal
Abad Pertengahan
Puncak dan Akhir
Zaman Modern
Awal dan Puncak
Ikon rintisan

Artikel bertopik Paus dalam Gereja Katolik Roma ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan