Rabu, 28 Oktober 2026
04:27 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung

Dendam (Buddhisme)

salah satu faktor mental dalam Buddhisme

Bagikan:
Terjemahan dari
Upanāha
Inggrisresentment,
enmity,
vindictiveness
Paliupanāha
Sanskertaupanāha
Tionghoa恨
Tibetའཁོན་དུ་འཛིན་པ།
(Wylie: 'khon du 'dzin pa;
THL: khön du dzinpa
)
Daftar Istilah Buddhis
Bagian dari seri tentang
Buddhisme
120px-Dharma_Wheel_%282%29.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Keyakinan
Tiga corak
Gugusan
Faktor mental
Meditasi
Bakti
Praktik lainnya

Dendam (Pali dan Sanskerta: upanāha) juga dikenal sebagai permusuhan adalah istilah dalam Buddhisme yang dapat didefinisikan sebagai sebuah keterikatan pada niat untuk menyakiti serta menahan diri untuk tidak memberi pengampunan.[1][2] Upanāha termasuk salah satu dari dua puluh cetasika pengotor sekunder dalam ajaran Abhidhamma Theravada dan termasuk merupakan salah satu dari dua puluh faktor mental tidak baik tambahan dalam ajaran Abhidharma aliran Mahayana.

Dalam Abhidharma-samuccaya disebutkan:

Apakah yang dimaksud dengan dendam? Dendam adalah tidak melepaskan keterikatan yang muncul melalui hubungan dengan kemarahan yang mendasarinya. Fungsinya adalah menjadi dasar dari ketidakmampuan untuk bertahan.[1]

Alan Wallace menggambarkan upanāha sebagai "penahanan kemarahan yang terus berlanjut (Sanskrta: krodha)".[3]

Lihat juga

Referensi

  1. 1 2 Guenther (1975), Kindle Lokasi 874–875.
  2. ↑ Kunsang (2004), hlm. 27.
  3. ↑ Goleman 2008, Kindle Lokasi 2475.

Sumber

  • Goleman, Daniel (2008), Destructive Emotions: A Scientific Dialogue with the Dalai Lama, Bantam, Kindle Edition
  • Guenther, Herbert V. (1975), Mind in Buddhist Psychology: A Translation of Ye-shes rgyal-mtshan's "The Necklace of Clear Understanding", Dharma Publishing, Kindle Edition
  • Kunsang, Erik Pema (2004), Gateway to Knowledge, Vol. 1, North Atlantic Books

Pranala luar

Ikon rintisan

Artikel bertopik Buddhisme ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan