Minggu, 20 September 2026
17:39 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Stasiun Cikeusal

Stasiun Cikeusal

stasiun kereta api di Indonesia

Stasiun Cikeusal
Kereta Api Indonesia
LM04

330px-LiveryPapanStasiun_2020.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

120px-PapanNamaStasiun_CKL.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
330px-Emplasemen_Stasiun_Cikeusal.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kondisi emplasemen Stasiun Cikeusal.
Lokasi
Koordinat 6°13′1.330″S 106°14′40.708″E / 6.21703611°S 106.24464111°E / -6.21703611; 106.24464111
Ketinggian+35 m
Operator
Letak
Jumlah peron2 (satu peron sisi dan satu peron pulau yang sama-sama rendah)
Jumlah jalur2 (jalur 2: sepur lurus)
LayananCommuter Line Merak
Konstruksi
Jenis strukturBawah permukaan tanah
Informasi lain
Kode stasiun
  • CKL
  • 0124[2]
  • CEKO
KlasifikasiIII/kecil[2]
Sejarah
DibukaJuli 1, 1900;
126 tahun lalu
 (1900-07-01)
Nama sebelumnyaTjikeusal
Perusahaan awalStaatsspoorwegen
Operasi layanan
Stasiun sebelumnya 20px-KRL_CL_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail KAI Commuter Stasiun berikutnya
Catang Commuter Line Merak Walantaka
menuju Merak
Fasilitas dan teknis
FasilitasTangga naik/turun Pemesanan langsung di loket Toilet Musala Pusat informasi Ruang/area tunggu Isi baterai 
Jenis persinyalan
  • Elektrik tipe DBRI Vital Processor Interlocking[3]
JenisBangunan
KriteriaNasional
Ditetapkan8 Maret 2017
No. referensiCB.6060.19700101.00788
Nomor SKP430/Kep.173-Huk/2017
Diagram lintasan stasiun
ke Silebu
±
250 m
273 yd
Jl. Raya Cikeusal—Panosogan
ke Catang
Lokasi pada peta
osm-intl,13,-6.2170361111111,106.24464111111,270x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Stasiun_Cikeusal&revid=29531369&groups=_fbbab652427d4828419f3a1e12a58869b1b1c15a&parser=parsoid
Sunting kotak info
Sunting kotak info  L B
Info templat
Bantuan penggunaan templat ini

Stasiun Cikeusal (CKL) merupakan stasiun kereta api kelas III/kecil yang terletak di Cikeusal, Cikeusal, Serang. Stasiun yang terletak pada ketinggian +35 m ini termasuk dalam Daerah Operasi I Jakarta dengan jarak 98,6 km arah timur laut dari Kampung Bandan. Hanya ada satu kereta api yang melayani angkutan penumpang di stasiun ini, yaitu KA Commuter Line Merak.

Sejarah

Stasiun Tjikeusal (Cikeusal) dibuka pada 1 Juli 1900 bersamaan dengan pembukaan segmen Rangkasbitung–Serang.[4][5]

Dahulu, pada petak antara Stasiun Tjikeusal dan Stasiun Walantaka terdapat Halte Sileboe (Silebu),[5] sedangkan pada petak yang menuju ke Stasiun Tjatang (Catang) terdapat Halte Pasirmanggoe (Pasirmanggu).[5] Halte-halte tersebut kini sudah tidak aktif lagi.

Pada petak antara Stasiun Cikeusal dan Stasiun Walantaka juga terdapat 2 buah terowongan viaduk peninggalan Staatsspoorwegen (SS) yang masih kokoh berdiri.[6] Selain kedua viaduk tersebut, terdapat pula terowongan viaduk dengan model yang serupa di lintas ini, yaitu pada petak Maja-Cikoya yang sudah dibongkar imbas proyek jalur ganda Parung Panjang-Maja.

Bangunan dan tata letak

Stasiun Cikeusal hanya memiliki 2 jalur kereta api dengan jalur 2 merupakan sepur lurus. Meskipun stasiun ini cukup terpencil dan diapit oleh dua tebing di setiap sisinya, stasiun ini hampir selalu ramai oleh para pedagang yang menggunakan jasa kereta api mengingat lokasinya yang berdekatan dengan pasar tradisional. Lokasi stasiun ini cukup jauh dari jalan raya yang menghubungkan Serang dengan Rangkasbitung dengan jarak sekitar 7 km.[7]

330px-PapanKeretaApi_2020.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

40px-KAJJ_icon.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail LM04 250px-PapanNamaStasiunKomuter_CKL.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
G Bangunan utama stasiun P

Lantai peron

Peron sisi Jalur 1 Sepur belok untuk persilangan dan penyusulan kereta api Peron pulau Jalur 2(Walantaka)      Commuter Line Merak, tujuan Merak dan tujuan Rangkasbitung (Catang)

Bangunan stasiun ini yang merupakan peninggalan Staatsspoorwegen masih dipakai hingga sekarang dan dijadikan sebagai aset cagar budaya. Stasiun ini dilengkapi dengan 2 peron penumpang yang berukuran rendah.

Pada tahun 2020, Kementerian Perhubungan Republik Indonesia (Kemenhub) berencana akan mengelektrifikasi jalur KA pada petak Rangkasbitung-Serang agar dapat menambah frekuensi angkutan penumpang dengan moda kereta rel listrik (KRL), serta akan ditambah dengan pembangunan jalur ganda jika frekuensi penumpang KRL tersebut terus meningkat. Rencana ini diawali dengan revitalisasi jalur KA lintas Rangkasbitung-Merak dari rel R42 ke R54 guna meningkatkan kecepatan kereta, dan kemudian akan dilanjutkan dengan pemasangan tiang listrik aliran atas (LAA). Namun, hingga saat ini hanya revitalisasi jalur saja yang baru terlaksana, sedangkan kabar tentang rencana elektrifikasi belum terdengar lagi.[8][9]

Layanan kereta api

Berikut ini adalah layanan kereta api yang berhenti di stasiun ini sesuai Gapeka 2025 per 1 Februari 2025.[10]

Lokal (Commuter Line)

Nama kereta api Relasi perjalanan Keterangan
LM Commuter Line Merak Rangkasbitung Merak Terdapat Kereta Khusus Petani–Pedagang

Galeri

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Cikeusal Station.
  • Bangunan utama Stasiun Cikeusal, 2022.
    Bangunan utama Stasiun Cikeusal, 2022.
  • Panorami Stasiun Cikeusal, 2010.
    Panorami Stasiun Cikeusal, 2010.
  • Terletak di tempat yang cukup terpencil dan diapit oleh dua tebing di setiap sisinya.
    Terletak di tempat yang cukup terpencil dan diapit oleh dua tebing di setiap sisinya.
  • Terletak di tempat yang cukup terpencil dan diapit oleh dua tebing di setiap sisinya.
    Terletak di tempat yang cukup terpencil dan diapit oleh dua tebing di setiap sisinya.
  • Stasiun Cikeusal hampir selalu ramai oleh para pedagang yang menggunakan jasa kereta api.
    Stasiun Cikeusal hampir selalu ramai oleh para pedagang yang menggunakan jasa kereta api.
  • Perlintasan KA Stasiun Cikeusal, tampak terdapat sebuah bangunan tua di sisi kiri foto.
    Perlintasan KA Stasiun Cikeusal, tampak terdapat sebuah bangunan tua di sisi kiri foto.
  • Viaduk peninggalan Staatsspoorwegen yang masih berdiri di petak Cikeusal-Walantaka.
    Viaduk peninggalan Staatsspoorwegen yang masih berdiri di petak Cikeusal-Walantaka.
  • Viaduk peninggalan Staatsspoorwegen yang masih berdiri di petak Cikeusal-Walantaka.
    Viaduk peninggalan Staatsspoorwegen yang masih berdiri di petak Cikeusal-Walantaka.

Referensi

  1. Grafik Perjalanan Kereta Api pada Jaringan Jalur Kereta Api Nasional di Jawa Tahun 2025 (PDF). Bandung: Kereta Api Indonesia (Persero). 2024-12-30. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2025-01-27 via Direktorat Jenderal Perkeretaapian.
  2. 1 2 Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 1 Januari 2020.
  3. Sugiana, A.; Lee, Key-Seo; Lee, Kang-Soo; Hwang, Kyeong-Hwan; Kwak, Won-Kyu (2015). "Study on Interlocking System in Indonesia" (PDF). Nyeondo Hangugcheoldohaghoe Chungyehagsuldaehoe Nonmunjib (Korean Society for Railway) (46).
  4. Staatsspoorwegen (1921–1932). Verslag der Staatsspoor-en-Tramwegen in Nederlandsch-Indië 1921-1932. Batavia: Burgerlijke Openbare Werken.
  5. 1 2 3 Spoor- & Tramgids van Nederlandsch-Indie. Semarang: Semarang-Drukkerij en Boekhandel. 1901. hlm. 10.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  6. Sudarsih, Ahmad (April 2014). KA & Viaduct. Vol. 93. Majalah KA. hlm. 44.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. Prasetya, S.; Sudarsih, A. (2013). "Menyambangi Stasiun "Chexo"". Majalah KA. 82: 20.
  8. Televisi, PT Cakrawala Andalas (2020-01-18). "Pemetaan Elektrifikasi Jalur Kereta Api, Menhub Kunjungi Stasiun Serang-Banten". www.antvklik.com. Diakses tanggal 2023-07-22.
  9. Sulistyo, Bayu Tri (2020-01-18). "April 2020 Elektrifikasi Rangkasbitung - Serang Dimulai". Railway Enthusiast Digest. Diakses tanggal 2023-07-22.
  10. Grafik Perjalanan Kereta Api pada Jaringan Jalur Kereta Api Nasional di Jawa Tahun 2025 (PDF). Bandung: Kereta Api Indonesia (Persero). 2024-12-30. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2025-01-27 via Direktorat Jenderal Perkeretaapian.

Pranala luar

Stasiun sebelumnya Piktogram dari KA Jarak Jauh Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Silebu
menuju Merak
Merak–Tanah Abang–Kampung Bandan Catang
Untuk melihat daftar stasiun secara lengkap, dapat mengklik "(Kategori/Daftar)" pada masing-masing daerah atau pranala artikel.
Templat ini meringkas daftar stasiun yang dioperasikan oleh KAI (hanya stasiun utama yang diswakelola oleh perusahaan induk) dan operator KA lainnya (hanya pranala).
Jawa
I - Jakarta
(Kategori)
II - Bandung
(Kategori)
III - Cirebon
(Kategori)
IV - Semarang
(Kategori)
V - Purwokerto
(Kategori)
VI - Yogyakarta
(Kategori)
VII - Madiun
(Kategori)
VIII - Surabaya
(Kategori)
IX - Jember
(Kategori)
Komuter Jabodetabek
Komuter Yogyakarta dan Solo
Kereta Cepat Indonesia-China
120px-Jakarta_Kota_Station.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
120px-Stasiun_Bandung_Utara_2021.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
120px-Cirebon_station.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
120px-Semarang_Tawang_2019.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
120px-Stasiun_Purwokerto_2020.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
120px-Yogyakarta_Tugu_Station.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
120px-Stasiun_Madiun_2020.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
120px-Stasiun_SGU_Baru_2020.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
120px-StasiunJR_2017.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sumatra
I - Sumatera Utara
(Kategori)
II - Sumatera Barat
(Kategori)
III – Palembang
(Kategori)
IV – Tanjungkarang
(Kategori)
Komuter Palembang
KAI Bandara
Sulawesi
BPKA Sulsel
(Daftar)
  • * = Stasiun khusus bandara.
  • ** = Stasiun/daftar stasiun dalam pembangunan.
  • Tebal: Stasiun kelas besar.
  • Reguler: Stasiun kelas I.
Ikon rintisan

Artikel bertopik stasiun kereta api di Banten ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan